Alasan Luka Tercipta

Alasan Luka Tercipta
Ajakan


__ADS_3

Hanya dengan senyum yang tulus mampu memberi semangat lebih. Ego kadang menghalangi perasaan yang sesungguhnya atau bahkan menepis rasa tersebut.


"kapan sih ini selesainya?" Gerutuh tania yang sudah lama menunggu julio dan tika untuk menyelesaikan tugas mereka masing - masing.


"Sabar, otak kita kan nggak pintar - pintar banget" ucap julio yang menatap tania sekilas


"Tahu nih, tania" kata tika sibuk dengan tugasnya


"Kalau mau cepat bantuin jawab dong" tambah tika menatap tania penuh harapan


"Enak banget. Tadi kan udah gue jelasin berkali - kali masa' belum ngerti sih" kata tania menatap tika dan julio


"Bukannya nggak ngerti tapi belum paham aja tan" nyeletuk julio


"Apa bedanya coba?" Tanya tania


"Yah beda lah" kata tika mendukung julio


"Udah mending selesaiin baik - baik, kapan selesainya kalau ngobrol mulu" kata tania beranjak berdiri


"Mau kemana loe?" Tanya tika menatap tania


"Mau ke toilet, loe mau ikut?" kata tania berlalu dari kelas yang nampak sepi tersebut


"Nggak, loe aja" tolak tika kembali sibuk dengan tugasnya


"Hmm so sweet" kata seorang anak perempuan saat tania kembali dari toilet


"Iya mereka juga serasi banget yah?" Kata teman perempuan tadi


"Pastinya dong, yang satu cantik yang satu ganteng, pasangan yang sangat sempurna" kata perempuan lainnya mengagumi dua sejoli


Saat mencari arah pandang mereka. Tania melihat beberapa anak seusia mereka yang sedang berbagi canda tawa. Dimana lintang dan dian serta beberapa anak osis lainnya sedang duduk bersama dibawah salah satu pohon yang rindang. Ada yang memetik gitar mengiringi temannya yang sedang bernyanyi


"Ciee kemarin aja suka banget nyepik gue sekarang bahagia banget sama dian" kata tania menatap nanar pada lintang yang sedang membantu memperbaiki anak rambut dian


"Dasar kadal, sukanya nyepik doang. Giliran udah baper malah pindah ke yang lain" tambah tania meninggalkan tempat tersebut dengan menghentak - hentakan kakinya dengan kasar.


"Gimana udah kelar belum?" Tanya tania mendekat ke arah tika dan julio berusaha bersikap biasa


"Dikit lagi" kata julio dan tika berbarengan


"Oh iya, besok kalian datang kan ke pertandingan basket?" Tanya julio menatap tania dan tika bergantian

__ADS_1


"Gue pasti datang kok" kata tika penuh semangat


"Emang besok lo main?" Tanya tania


"Main dong, gue kan udah jadi pemain inti" kata julio menatap tania


"Ikut dong tania biar gue ada temannya" kata tika


"Lagian besok kan weekend jadi lo nggak kemana - mana kan?" Tambah tika lagi


"Yaudah besok gue usaha in datang" kata tania kembali membuka buku novel yang dia pinjam dari tika tempo hari.


"Sendiri aja tan" kata irfan masuk bersama beberapa temannya ke dalam kelas


"Iya, tika sama julio ke kantin" kata tania menutup novel


"Eh bentar yah?" Kata irfan meninggalkan beberapa temannya kemudian melangkah ke meja tania


"Gue tahu kok, tadi di depan sempat papasan sama mereka" ucap irfan


"Tan, besok lo ada acara nggak?" Tanya irfan tersenyum hangat


"Ada" jawab tania singkat tanpa mengalihkan pamdangannya dari novel


"Yah padahal gue mau ajakin lo nonton kami tanding besok" kata irfan memelas


"Serius lo datang?" Kata irfan mengerutkan keningnya


"Iya, gue pasti datang. Udah janji juga sama julio tadi" kata tania dengan nada santainya


"Wah gue tunggu yah" kata irfan tersenyum kembali bergabung bersama teman - temannya


"Nih" kata tika menyodorkan ultra milk cokelat pada tania


"Makasih" ucap tania mengambil pemberian tersebut


"Bukan dari gue" kata tika mengambil tempat di samping tania


"Trus dari siapa?" Tanya tania yang sudah menyeruput minuman tersebut


"kak lintang yang ngasih tadi" kata tika santai


"Oh lagi acara amal minuman yah" tebak tania

__ADS_1


"Mana ada begituan, ini tuh dia beliin khusus buat lo katanya" kata tika sambil menunjuk minumana di tangan tania.


"Uhuuk uhuk, kok lo nggak bilang dari tadi sih" kata tania menepuk - nepuk pelan dadanya


"Makanya hati - hati kalau minum" kata tika mengelus pundak tania


"Loe kenapa sih, agresif banget kalau ada kaitannya dengan kak lintang?" Tanya tika kembali


"Gue nggak agresif tika. Cuman gue nggak suka aja" jelas tania meletakkan minuman tersebut


"Karena?" Tanya tika menuntut penjelasan


"Lintang kan udah punya dian ngapain lagi dia nyepik sama gue coba" kata tania serius


"Tahu darimana loe lintang udah punya dian?" Tanya tika yang makin penasaran


"semua penghuni sekolah ini juga tahu tika" kata tania mengalihkan pandangannya ke lain arah


"Loe cemburu?" Tanya tika sedikit mendekat ke arah tania


"Nggak, siapa bilang gue cemburu" bantah tania menatap tika dengan lekat


Tring


Bunyi notifikasi dari ponsel tania yang mengalihkan fokusnya


"papi berangkat ke luar negeri buat beberapa minggu. Ada sedikit masalah dengan perusahaan kita disana"


"Kenapa tan?" Tanya tika menyadari perubahan ekspresi tania.


"Gue keluar sebentar yah?" Kata tania beranjak berdiri dan menghubungi salah satu nomor ponsel yang beberapa hari ini sering dia hubungi


"Halo pi kok mendadak banget sih?" Tanya tania langsung ke inti saat panggilannya tersambung


"Iya nak, sekertaris papi juga baru bilang ke papi" kata mahendra dari seberang sana


"Apa nggak bisa di gantiin sama kepercayaan papi di sana?" Tanya tania kembali


"Nggak bisa nak, harus papi sendiri yang mengatasi masalah ini" kata mahendra berusaha menjelaskan pada putri semata wayangnya


"Kamu nggak papa kan papi tinggal lagi?" Tanya mahendra


"Iya aku nggak papa, papi hati - hati yah. Aku tutup dulu udah mau masuk nih" kata tania sebelum mengakhiri panggilan tersebut.

__ADS_1


"Baru aja pulang dari luar kota kemarin, udah mau pergi lagi" ucap tania menatap layar ponselnya


Hingga akhirnya tania memutuskan untuk melewati malam minggu di rumah tika. Setelah pulang dari sekolah tania kembali ke rumahnya dahulu untuk mengambil beberapa setel baju lalu pergi ke rumahnya tika.


__ADS_2