
Wahyu dengan santai duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumah Mita, menunggu wanitanya yang katanya sedang membersihkan diri sebelum makan malam bersama.
" Yu " panggil Mita yang sudah berdiri tidak jauh dari tempat Wahyu berada
" kamu udah selesai ?" tanya Wahyu yang diangguki Mita sambil kembali berjalan kemeja makan
" kamu mau dengerin aku dulu ?" tanya Wahyu
" udah makan aja dulu, sehabis ini aku masih ada pekerjaan " jawab Mita
Wahyu diam tidak menjawab lagi menuruti perkataan Mita untuk makan malam bersama, hingga selesai acara makan malam Mita dan Wahyu masih saling diam sambil Mita yang membantu bi Tini membereskan meja makan.
" aku harus jelasin sama kamu " ucap Wahyu sambil menarik Mita kembali keruang tamu.
" aku ada kerjaan Yu " jawab Mita sambil berusaha melepas cekalan Wahyu
" dengerin aku " ucap Wahyu
namun Mita hanya diam tak menjawab, Wahyu menarik napas dan menghembuskanya perlahan sambil menatap Mita yang masih mengalihkan tatapanya dari Wahyu.
" kamu boleh marah tapi aku jelasinnya ? " tanya Wahyu yang masih tidak di jawab oleh Mita
" yang kamu liat tadi siang itu gak seperti yang kamu pikirkan Mit, itu semua gak sengaja dia aja yang emang niat godain aku, serius Mit " ucap Wahyu
" aku memangnya mikir apa ?" tanya Mita
" kamu pasti mikir yang aneh-anehkan tentang aku ?" tanya Wahyu
" sok tau kamu Yu " jawab Mita ketus
" kan nyatanya aku di ketusin sama kamu " ujar Wahyu
" kamu udah ceritanya ?" tanya Mita
" belum, aku belum cerita semua, kamu dengerin dulu ya " pinta Wahyu yang diangguki Mita, karna menurut Mita tak ada salahnya jika mendengar langsung penjelasan dari Wahyu
Flashback
__ADS_1
tepat jam dua belas siang Wahyu kedatangan teman sekaligus dokter keluarga Rahardian, mereka cukup akrab hanya saja waktu untuk bertemu sudah sangat jarang karna kesibukan masing-masing.
" selamat siang pak bos " sapa seseorang yang sudah berdiri di pintu ruang kerja Wahyu
" wwiiihhh kedatangan tamu gue " ucap Wahyu
" gue denger lu mau nikah dari om Ryan, kenapa gak ngabarin gue lu ?" tanya teman Wahyu
" ntar gue jawab, gue buatin minum dulu tunggu disini " ujar Wahyu
setelah menghidangkan minuman dan cemilan untuk temannya Wahyu ikut bergabung duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya.
" jadi gimana kabar lu dokter Reza yang tampan tapi sayang masih setia jomblo " ucap Wahyu dengan meledek temanya
" udah deh gak usah ngehina gue, jadi kasih tau siapa calon istri lu yang udah bisa bikin tobat hati seorang playboy yang bernama Wahyu " ujar Reza sambil meraih secangkir kopi panas yang dihidangkan Wahyu
" lu pasti kenal kok za, dia sahabat gue " jawab Wahyu sambil tersenyum
" gila yang jatuh cinta inget ceweknya aja senyum-senyum gitu, udah cepetan kasih tau siapa dia, bisa gue tikung gak ?" ujar Reza
" Mita, mantan istri Bimo Rahardian, Mita Clemira Arion, adiknya Alif Dhanis Arion " jawab Wahyu dengan penuh percaya diri
" sial, panas banget, baju gue, bibir gue " umpat Reza saat kopi yang di sesapnya ikut tertumpah akibat gerakan refleknya karna terkejut mendengar jawaban Wahyu.
" kenapa sekaget itu sih lu ?" ucap Wahyu
" gak nyangka aja gue, kalian berdua bisa jatuh ke wanita yang sama, tapi syukurlah ternyata lu masih normal " ucap Reza sambil membersihkan bajunya yang terkena tumpahan kopi.
Wahyu tersenyum jahil mendengar ucapan temanya, dia lalu mendekatkan diri menjadi sangat dekat dengan Reza sambil tersenyum semanis mungkin yang dibuat-buat olehnya
" adek juga mau kok sama abang, yang cakep ini " ucap Wahyu sambil mengedipkan sebelah matanya dengan genit yang dibuat-buat.
" jijik gue, tapi bolehlah, sini abang cium " ucap Reza sambil memanyunkan bibirnya dengan kedua tangan memegangi wajah Wahyu yang mencoba mendoronganya, dan jika kejadian ini tidak di lihat benar-benar akan sangat jelas terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang bemesraan.
kejadian ini bertepatan dengan Mita yang datang dan membuka pintu tanpa di sadari oleh keduanya, sedangkan Reza masih saja menggoda Wahyu dengan jahilnya dan Wahyu yang mencoba mendorong Reza dengan umpatan " dokter sialan, bibir gue cuma buat orang yang gue cinta " ucap Wahyu
tok...tok...tok....
__ADS_1
suara ketukan pintu menyadarkan tingkah keduanya dan betapa terkejutnya Wahyu saat melihat Mita yang berdiri di depan pintu sambil mengucapkan kata-katanya dan pergi begitu saja.
" ****** lu Yu " ucap Reza
" sialan gara-gara lu, bisa-bisa Mita jadi jijik sama gue " ujar Wahyu sambil menghubungi Mita dengan ponselnya.
" udah kalo dia marah adek masih setia kok sama abang " goda Reza
" pergi sana lu, sialkan lu datang bawa bencana, malu-maluin lagi di depan calon istri " ucap Wahyu dengan kesal di tambah Mita yang tidak kunjung menerima panggilanya.
" ya udah gue balik, jangan lupa undangan pernikahannya, dan semoga Mita batalin niat nikah sama lu, hahahaha " ujar Reza sambil berjalan keluarga ruangan Wahyu sebelum bantal sofa yang melayang mengenai dirinya.
flashback off
" jadi gitu ceritanya " ucap Wahyu
" tapi kok aku gak yakin ya Yu, aku takutnya kamu beneran belok Yu, dan nikahin aku cuma karna buat nutupin status kamu " ucap Mita
" sini aku buktiin kalo aku seleranya masih perempuan " ujar Wahyu
" Hah " ujar Mita sambil memelototkan matanya.
Wahyu mendekatkan dirinya pada Mita sambil terus menyeringai dan membuat Mita merasa ngeri, dan tanpa di sadari Mita bersingut mundur dengan cepat berusaha menghindari Wahyu.
" STOP, STOP, STOP " teriak Mita, ada rasa perih dihatinya saat pria memperlakukannya seperti itu.
" kenapa? kan sebentar lagi kita nikah " ujar Wahyu
" kenapa memangnya kalo kita sebentar lagi nikah, apa aku gak boleh jaga diri aku?, jujur aj Yu hatiku nyeri kamu tiba-tiba gitu ke aku, mending sekarang kamu pulang Yu, aku mau istirahat " ucap Mita sambil melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Wahyu terdiam mendengar ungkapan dari Mita, apakah dia yang terlalu terburu-buru ? atau Mita yang belum bisa menerimanya ? apakah salah hanya sekedar ingin mencium calon istri ? lagi pula kenapa dia tiba-tiba bertindak seperti itu ? hah benar Wahyu hampir melupakan jika Mita memiliki trauma dengan pria bre*****. dan itu berarti Wahyu harus berusaha lagi agar Mita bisa menerimanya.
Wahyu menghela napasnya kemudian beranjak dari duduknya menatap kilas pintu kamar Mita dan melangkah keluar dari rumah Mita.
*******************
aku up ya khusus untuk kalian yang selalu setia dengan cerita aku ini, readers bantu baca juga dong cerita aku yang satunya
__ADS_1
judulnya " lembaran cerita cinta ", dan aku tunggu kalian ya di cerita ini. Sambil nunggu up cerita Alasanku Cinta.
jangan lupa dukung cerita ini dengan like, komen dan vote ya, dari dukungan kalian, aku ngerasa di sayang loh 🤣🤣, dan dukungan kalian juga salah satu alasan semangat ku untuk up ❤❤