
" Wahyu...... Wahyu......... " teriak Mita, tak begitu nyaring hanya terdengar suara sayup-sayup di telinga Wahyu yang masih terlelap.
" Wahyu... wah....yuu...., tolong " teriak Mita lagi, sedang di atas kasur, Wahyu masih nyaman dengan dunia mimpinya, semakin mengeratkan selimut menutupi tubuhnya yabg masih polos tanpa pakaian, mungkin karna hawa dingin dan ini masih terlalu pagi.
" Wahyuuu " teriak Mita sekali lagi, yang akhirnya membangunkan Wahyu, Wahyu mendudukan dirinya, mengumpulkan nyawanya yang sempat terbang di alam mimpi dan melihat pada jam yang masih menunjuk angka empat pagi.
setelah memakai celana, Wahyu bergegas menuju suara lirih dari kamar mandi, beruntung pintu kamar mandi tidak terkunci, memudahkan Wahyu melangkah masuk kedalam.
" Mita, sayang " panggil Wahyu dan buru-buru berjongkok di hadapan Mita yang terduduk lemas di lantai dengan tubuh yang disandarkan pada dinding kamar mandi.
Wahyu langsung menggendong istrinya dan merebahkan di kasur, keringat dan wajah pucat serta mata yang masih terpejam membuat Wahyu sangat khawatir.
" sayang apa yang kamu rasain ?" tanya Wahyu
" aku pusing Yu " jawab Mita
" kita kerumah sakit sekarang ya " ucap Wahyu
" bikinin aku teh tanpa gula tapi yang panas aja Yu " pinta Mita
" tapi kamu, harus kedokter Mit " ujar Wahyu
" Wahyu " ucap Mita
__ADS_1
" iya, iya tunggu aku bikinin " sahut Wahyu yang langsung keluar dari kamar membuatkan teh keinginan Mita.
" sayang ini teh panas tanpa gula yang kamu minta " ucap Wahyu sambil membawa segelas teh panas
" taruh aja " jawab Mita
" kita kedokter ya " ajak Wahyu
" gak mau, aku mau tidur aja " jawab Mita sambil membaringkan tubuhnya
" tehnya gak diminum ?" tanya Wahyu
" bawa sini " ujar Mita, Wahyu memberikan segelas teh panas yang di terima Mita dan di minumnya perlahan sampai habis, membuat Wahyu menggelengkan kepalanya.
" bener gak mau kedokter, wajah kamu pucet banget Mit " ucap Wahyu sambil mengusap puncak kepala istrinya
" ya sudah, sini aku peluk " ujar Wahyu sambil bergerak memeluk istrinya.
.
.
" kamu kok ninggalin aku, berangkat kerja sendirian Mit ?" tanya Wahyu hang baru saja masuk keruang kerja Mita, ya sejak satu bulan yang lalu Mita meminta Wahyu membantunya bekerja di perusahaan Ryan tentu karna Mita juga tidak bisa selalu menghabiskan waktunya sendiri di perusahaan.
__ADS_1
" aku buru-buru karna ada pekerjaan " jawab Mita
" kamu kok cuekin aku sih ?" tanya Wahyu membuat Mita keheranan
" cuekin kamu gimana sih? aku kerja Wahyu " jawab Mita
" apa jangan-jangan kamu janjian sama Leo karna kita habis ketemu sama dia ?" tanya Wahyu penuh curiga
" pagi-pagi jangan bikin suasana jadi gak enak Wahyu " jawab Mita lagi
" subuh jam empat kamu pucet banget, sekarang kamu semangat banget, bikin aku curiga Mita " ujar Wahyu yang semakin kesal
" udah ya mending kamu kerja, bukan malah bahas hal gak penting " sahut Mita hang mulai kesal dengan tingkah aneh suaminya akhir-akhir ini.
" jadi menurut kamu aku gak penting ?" tanya Wahyu dengan suara mulai meninggi
" Wahyu kenapa sih, kamu tau kamu lebay banget, aku berangkat pagi-pagi karna kerjaan Wahyu, bukan karna ketemu Leo " jawab Mita dengan tatapan mata tajam
" tapi aku gak lebih penting " ujar Wahyu yang masih ngotot, membuat Mita menggelengkan kepalanya.
" Wahyu, suami aku yang paling tampan dan manis, kamu paling penting dan nomor satu kok di hati aku " ucap Mita dengan senyum termanisnya
" jangan ngerayu aku, aku udah marah, aku mau kerja aja " sahut Wahyu sambil melangkah keluar ruangan Mita, sebenarnya Wahyu menahan senyum di bibirnya tetapi entah hatinya masih ingin ada acara ngambek sama Mita, Wahyu bahkan tidak mengerti kenapa dia menjadi seperti ini.
__ADS_1
sedang Mita hanya kembali menggelengkan kepalanya dan membuang napas kasar lalu melanjutkan pekerjaanya.
***************