
Wahyu mengemudikan mobilnya menuju resto miliknya, sesampainya di sana dia meminta pada karyawannya untuk membuatkan menu makan siang sesuai keinginanya ikan pepes dan sayur lodeh yang membuat beberapa karyawannya heran, karna Wahyu tidak ingin Mita kelelahan jadilah dia memilih merepotkan karyawanya.
saat Wahyu akan keluar dan berniat pulang dari resto setelah mendapat makanan yang diinginkan, tak sengaja Wahyu melihat Reza dengan seorang wanita yang mengikutinya dari belakang dengan terus menundukkan kepalanya.
" Dokter jomblo " teriak Wahyu dengan kedipan mata genitnya yang membuat Reza memggeram kesal setelah melihat sipelaku yang memberinya nama baru.
" apa " jawab Reza ketus
" mau ngapain kesini ?" tanya Wahyu
" mau ngerobohin tu restoran " sahut Reza
" boleh, setelahnya bangunin gang lebih mewah " jawab Wahyu
" udahlah aku lapar, pulang sana " usir Reza pada Wahyu
" eehh dokter jomblo, ini tu resto ku jadi suka-suka yang punyaku mau disini atau mau pulang " sahut Wahyu
" kenalin calon istri, namanya Airin " ujar Reza dengan suara yang justru terdengar dingin dan menyeramkan di telinga Airin dan Wahyu
Wahyu menatap Reza dan Airin secara bergantian terlihat sangat berbeda, raut wajah Reza yang menjadi datar dan beraura dingin, sedang Airin semakin menundukkan kepalanya, Wahyu yang merasa situasi sudah tidak nyamanpun memilih untuk berpamitan pergi lebih dulu, dan teringat akan menu makanan yang sangat ingin segera dimakanya.
__ADS_1
.
.
Wahyu masuk kedalam apartemennya sayup terdengar suara orang sedang menangis, membuat Wahyu menjadi gugup dan penasaran, Wahyu melangkah perlahan menuju sumber suara di lihatnya Mita sedang duduk di atas sofa dengan melipat kakinya dan terisak.
" sayang, sayang kamu kenapa ?" tanya Wahyu yang sudah memastikan dengan benar jika yang menangis adalah istrinya.
" sayang kenapa ?" tanya Wahyu lagi, Mita menghapus air matanya dan menatap tajam Wahyu.
" kamu yang kenapa ?" tanya balik Mita
" aku gak apa-apa" jawab Wahyu
" ya ampun sayang, aku tadi ke resto, minta bikinin pepes ikan sama sayur lodeh, aku gak mau bikin kamu capek " jawab Wahyu dengan tangan yang memgusao lembut air mata Mita
" oh... " jawab Mita lalu meninggalkan Wahyu begitu saja, entah kenapa Mita tiba-tiba merasa malu dengan tingkahnya yang begitu saja menangis, teringat Wahyu yang sama dengan dirinya dua hari yang lalu menangis karna makanan, Mita sangat ingin menyembunyikan dirinya dari suaminya yang masih diam melihatnya melangkah kekamar.
Wahyu menghampiri Mita yang berbaring di atas kasur, Wahyu tau jika Mita sudah memperhatikannya saat dia mulai masuk kedalam kamar, " ayo makan siang dulu, aku udah siapin di meja makan " ajak Wahyu
" iya " jawab Mita lalu mereka kemeja makan, mata Mita berbinar melihat hidangan, ikan pepes yang menggoda dengan sayur lodeh yang begitu menggiurkan, membuatnya lupa dengan rasa malunya tadi dan langsung duduk untuk menyantap makan siang dengan lahap, berbeda dengan Wahyu yang sangat menginginkan dua makanan itu tetapi setelah memakan beberapa suap selera makannya langsung hilang dan sama sekali tak bernapsu.
__ADS_1
" kamu gak makan ?" tanya Mita dengan mulut yang masih dipenuhi makanan
" udah kenyang aku, aku pengen makan yang lain aja " jawab Wahyu
" kenapa ? bukanya makanan ini yang kamu tangisin Yu ?" tanya Mita tanpa ada rasa bersalah dengan ekspresi kesal Wahyu
" sama kamu juga nangis aku tinggal ambil makanan " balas Wahyu, seketika Mita menghentikan makanya dan beranjak begitu saja dari tempat duduknya.
" loh...loh..., sayang, jangan ngambek " panggil Wahyu yang mengikuti Mita duduk di sofa sambil melipat tangannya di dada.
" kamu ngeselin Wahyu, aku lagi makan dan makannya aku bukan cuma buat aku sendiri tapi juga anak kamu, kamu tega banget sama aku " ucap Mita menahan tangis.
Ya Tuhan kenapa istrinya ini sensitif sekali?, biasanya dia tidak akan pernah marah seperti ini, tapi saat hamil kenapa begitu rawan akan setiap perkataan yang di ucapkan Wahyu ? ini lebih terasa mengerikan dari pada di pukuli Alif, pikir Wahyu
" maaf, jangan ngambek ya, gang disini anak kita, bukan cuma anak aku " ucap Wahyu sambil mengusap perut Mita yang masih rata.
" siapa yang bilang anak kamu, ? jelas ini anak kita " ujar Mita lagi dan Wahyu hanya tersenyum aneh, bukankah baru saja Mita yang mengatakan ' anak kamu ' lalu kenapa Wahyu lagi yang salah.
ya Tuhan berikanlah Wahyu stok kesabaran yang luar biasa, tidak menyangka jika menghadapi ibu hamil akan sangat rumit dan tidak boleh salah, ingat tidak boleh salah dan harus benar, itu sudah peraturan mutlak.
******
__ADS_1
selamat membaca, dan terimakasih untuk setiap dukungan yang kalian berikan 😘