
Mita sedang memberi asi pada si kembar secara bergantian yang di temani Wahyu, dengan gemas Wahyu sesekali menciumi bayi laki-laki yang di gendong nya karena sudah mendapat jatah asinya.
" sayang, nanti di rumah mau pakai jasa berapa suster ?" tanya Wahyu
" gak mau, aku maurawat sendiri anak-anak ku, lagi pula aku udah gak kerja " jawab Mita
" tapi kamu pasti kecapean nanti sayang, apalagi kamu yang belum pulih sehabis melahirkan " sahut Wahyu
" kan ada bi Tini yang bantu aku Wahyu " jawab Mita
" ya sudah kalo begitu, tapi aku gak mau kalo kamu sampai kelelahan, dan kamu harus selalu dan wajib kasih tau aku apa aja yang kamu lakukan setiap harinya" ujar Wahyu
" iya " jawab Mita sambil tersenyum manis
" cantik banget sih istrinya Wahyu kalo lagi senyum, cantiknya nambah berlipat-lipat, jadi pengen cium " ujar Wahyu sambil tersenyum nakal.
" ck' emang kamu baru sadar aku cantik, di puji kalo pas ada maunya aja " sahut Mita sambil mencebikkan bibirnya padahal di dalam hatinya tersenyum senang.
" dari dulu aku udah sering muji kamu cantik loh sayang, kamu aja yang gak sadar di puji sama orang tampan " ucap Wahyu, sedang Mita hanya mendengus mendengar suamibya memuji diri sendiri.
" itu si cantik udah belum minum asi nya, papa juga mau? "tanya Wahyu tentu saja langsung mendapat delikan tajam bak hujaman ribuan pisau, membuat Wahyu tertawa puas bisa menggoda istrinya.
tok....tok....tok.....
suara pintu di ketuk oleh orang dari luar ruangan yang mengalihkan perhatian Mita dan Wahyu, mereka berdua saling menatap dan saat Wahyu melangkah akan membukakan pintu ternyata pintu sudah terbuka lebih dulu.
Maya dan Ryan masuk bersama dengan Bimo yang duduk di kursi roda, mereka bertiga menatap Mita tanpa kata sama halnya dengan Mita dan Wahyu yang menatap Bimo tak percaya.
" kak Bimo " ucap Mita lirih tanpa di sadari air matanya terjatuh, bahagia dan terharu melihat Bimo yang sudah kembali sadar dan pulih, bahkan bisa tersenyum kepadanya, walau wajah itu masih terlihat pucat, Wahyu bergantian memperhatikan Bimo dan istrinya yang nampak sangat bahagia, melihat kehadiran mantan suaminya, ada rasa syukur, bahagia dan cemburu sekaligus di hati Wahyu, tetapi berusaha di pendamnya.
" Bimo kapan sadarnya mah ?" tanya Wahyu tanpa ekspresi
" tiga hari yang lalu, Yu dan dokter baru mengizinkan Bimo untuk banyak bergerak hari ini " jawab Maya
" bertepatan dengan Mita yang melahirkan si kembar" imbuh Maya
" boleh aku mendekat ?" tanya Bimo yang langsung di angguki Mita dengan senyum merekah di wajahnya, sangat terlihat jika dirinya begitu bahagia.
Bimo meminta Maya untuk mendekatkan pada ranjang yang di tempati Mita dengan bayi perempuanya dan Wahyu terus mengawasi dengan mata tajamnya, ada rasa tidak suka walau berusaha di alihkan.
__ADS_1
" bagaimana apa anak ku cantik ?" tanya Mita
" iya dia sangat mirip dengan mu " jawab Bimo
" dan itu yang di gendong Wahyu dia bayi laki-laki " ucap Mita sambil menunjuk pada Wahyu dengan dagunya.
" boleh aku melihatnya ?" tanya Bimo pada Wahyu yang di angguki oleh Wahyu dan mendekat pada Bimo
" dia sangat tampan " ucap Bimo
" tentu karna dia mirip dengan papanya " sahut Wahyu
" terimakasih " ucap Bimo menatap Wahyu yang membulatkan matanya kemudian melirik kearah Maya yang juga menatapnya dengan mengedikkan bahu.
tanpa aba-aba Bimo mengambil alih bayi laki-laki itu kedalam gendonganya, semakin membuat Wahyu menatap bingung pria yang menjadi sepupu sekaligus mantan suami istrinya.
ya Tuhan jangan ada lagi godaan dan cobaan di dalan rumah tangga ku. batin Wahyu
" anak papi sangat tampan dan cantik " ucap Bimo yang menatap Mita masih tersenyum.
" mah Bimo gak hilang ingatan kan ?" bisik Wahyu pada Maya dan lagi Maya hanya menggeleng kepalanya.
" ck' kalo sampai dia hilang ingatan, bakal aku usir ke Jepang biar berobat, untung aja pas tadi masuk kesini Mita udah selesai ngasih Asi " Gumam Wahyu
" bentar deh Bim, kamu sehatkan ? dokter bilang kamu udah pulih kan ? gak salah diagnosa kan ?" tanya Wahyu beruntun
" ya aku sehat, dokter menyatakan aku pulih dengan baik, karena itu aku tidak sabar ingin bertemu dengan si kembar dan Mita " jawab Bimo
" kamu gak lupakan kalo Mita bukan istri kamu lagi ?" tanya Wahyu
" maksud kamu ngomong gitu apa Yu ? memangnya siapa yang bilang kalo Mita bukan istri ku ?" tanya Bimo dengan wajah datar mengisyaratkan ketidak sukaanya atas ucapan Wahyu
Wahyu mengusap kasar wajahnya, tidak mungkin kan sepupunya ini benar-benar hilang ingatan, seperti cerita-cerita di novel setelah kecelakaan dan koma dengan waktu yang cukup lama kemudian amnesia ? itu tidak boleh terjadi ! bisa tersingkirkan dirinya menjadi papa si kembar dan suami dari istri yang cantik apalagi selalu menggemaskan, tidak Wahyu tidak rela !
Wahyu menggelengkan kepalanya membuang pikiran-pikiran konyol dan tak berdasar dari kepalanya, " baru ingat kalo Mita itu istri -----"
" enak aja Mita istri ku, dan si kembar jerih payah ku " sahut Wahyu memotong ucapan Bimo
" mana mungkin si kembar jelas mirip dengan Mita dan mirip ----"
__ADS_1
" udah mendingan kamu balik keruangan kamu, suruh dokter periksa kamu lagi, kalo-kalo kamu amnesia " sahut Wahyu lagi memotong ucapan Bimo
panik iya Wahyu sangat panik sedang istrinya malah dengan santai melihat perdebatanya dengan Bimo, apa Mita memang mengharapkan kembali pada Bimo ? ck' Wahyu tidak akan membiarkan begitu saja.
" udah Wahyu jangan berlebihan gitu, kak Bimo kan cuma ngelihat si kembar, kamu kenapa sih ?" tanya Mita
" gimana aku bisa tenang dia tiba-tiba datang trus ngaku-ngaku papinya si kembar, dan lagi masih ngaku suami kamu, panik lah aku " ujar Wahyu sambil menunjuk Bimo
" udah lah kamu aneh-aneh aja mikir nya, coba kamu tanya dulu keadaan kak Bimo gimana ?" sahut Mita, Wahyu langsung duduk di sebelah Mita dan memeluk erat istrinya itu, " jangan belain pria lain selain aku " bisik Wahyu tepat di telinga Mita.
" aku gak hilang ingatan Wahyu, aku kesini karena khawatir sama Mita karena tiga hari yang lalu aku liat dia kesakitan mau melahirkan, tapi aku gak bisa bantuin dia karena tubuh ku rasanya kaku semua untuk di gerakan, dan lagi aku gak liat kamu di sisinya saat itu " jelas Bimo
" mangkanya pas waktu bangun tidur aku nyariin Mita, dan aku mau sampein salam dari Faiz untuk Mita, entah kami bertemu di mimpi atau nyata aku gak tau, tapi aku ingat kalo Faiz meminta ku menyampaikan salam nya pada maminya " sambung Bimo
" bener kamu gak hilang ingatan kan Bim ? terimakasih Tuhan, terimakasih, jangan sampai dia hilang ingatan Tuhan, sekali lagi terimakasih Tuhan " ucap Wahyu tanpa menunggu jawaban dari Bimo dan kembali memeluk istrinya juga memberikan beberapa ciuman di wajah Mita, benar-benar membuat Mita malu, Maya dan Ryan hanya tertawa melihat keluarga yang bisa kembali akur bersama.
" tunggu, kamu tau kalo Bimo gak amnesia ?" tanya Wahyu ke Mita dan anggukan sebagai jawaban
" dan kamu Bim sengaja ngerjain aku ?" tanya Wahyu sama jawaban Bimo hanya anggukan
" kompak ya kalian " ujar Wahyu
" anggap aja itu ganti rugi karena kamu datang terlambat saat aku mau melahirkan twins " jawab Mita membuat Wahyu tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya.
semoga Tuhan selalu memberikan kebahagian untuk mu Mit, biarkan aku menyimpan semua rasa ini dan menjadi penjaga mu dari jauh. Bimo
.
.
seminggu berlalu Mita dan Wahyu sudah kembali kerumah mereka, sama halnya dengan Bimo yang sudah di perbolehkan untuk kembali kerumah.
di kantornya Wahyu sedang terlihat sangat serius mengerjakan pekerjaanya sampai suara dering dari ponselnya membuyarkan semua konsentrasinya.
" baik kita bertemu 2 jam lagi " jawab Wahyu langsung mematikan panggilan secara sepihak.
****
Eps, garing ya ?
__ADS_1
tinggal 1-2 bonus lagi ya temen-temen.