
Dengan lesu Mita masuk kedalam apartemen yang sudah menjadi tempat tinggalnya selama menikah dengan Wahyu,
Mita mendudukan dirinya di sofa, mencoba menenangkan pikirannya agar tak menambah kesalahan yang terjadi.
apa Mita begitu serakah dengan kebahagiaanya saat ini ? kenapa Tuhan kembali menghukumnya ? apa ini karma untuknya ? yang pernah menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Bimo dan Via ?
apakah tidak cukup dengan mengambil anaknya Faiz ? kenapa masih ada lagi hukuman yang datang padanya ? apakah ini rasa sakit yang dirasakan Via saat suaminya menikah dengan wanita lain ? bahkan Mita sempat meminta Via agar meninggalkan Bimo hanya untuknya, apakah sekarang wanita yang bersama suaminya juga akan memintanya meninggalkan suaminya ?
apa yang harus Mita lakukan ? haruskah dia mengalah ? haruskah dia memaafkan jika Wahyu meminta maaf padanya ? apakah semua ini terjadi juga karna kesalahanya ? tidak pantaskah Mita ingin menjadi wanita satu-satunya pada pria yang dicintai ?
ternyata terlalu berlebihan menerima sangatlah tidak baik, melupakan semua pelajaran dalam hidup juga tidak begitu menguntungkan, sakit hatinya saat ini tanpa tau mana yang harus di sembuhkan, seluruh tubuhnya terasa terluka tetapi Mita tidak tau mana yang harus di beri obat pada lukanya, tubuhnya gemetar menahan sesak.
Mita menangis tanpa suara, menutup wajahnya dengan kedua tangan, tak tau apa yang harus dilakukan, Mita meyakini jika semua ini terjadi karna masa lalunya, karma yang setimpal di dapatnya dengan kembali merasa hancur.
.
.
Wahyu masuk kedalam apartemenya, gelisah, takut dan menyesal semua menjadi satu dalam pikirannya.
Wahyu melihat Mita yang duduk di sofa dengan menekuk kedua lututnya dan tanga yang memeluk lutut.
Wahyu tak berani mendekati Mita, jarak yang hanya beberapa meter terasa begitu jauh, saat ini ingin sekali rasanya Wahyu memeluk tubuh wanita yang ada dihadapanya, suara isakan yang tertahan membuat hati Wahyu semakin perih, kenapa Mita tidak melepaskan tangisanya saja ? kenapa harus ditahanya ? ini justru lebih menyakitkan, melihat Mita yang berusaha menahan amarahnya ? Wahyu lebih rela jika saat ini Mita memukulinya atau mencaci maki dirinya, menjadikan dirinya pelampiasan rasa sakit yang diterima wanita yang menjadi istrinya.
Wahyu merutuki kebodohanya, melupakan bagaimana pengalaman pahit yang sudah bisa dilalui Mita, hingga akhirnya dia mau bangkit dan menerima dirinya sebagai suami Mita, dulu dia mencaci Bimo karna menyakiti Mita, sekarang justru dirinyalah yang membuat lubang baru dihati Mita.
apa pantas dirinya di sebut seorang pria ? apa bedanya Wahyu sekarang dengan ayahnya yang dulu juga suka bermain wanita hingga ibunya meninggal karna sakit hati ? bukankah itu artinya dia sama brengs**nya dengan ayahnya ? kenapa dia bisa melupakan semua itu begitu saja ?
__ADS_1
rasa penyesalan yang ada di hatinya diyakini Wahyu tak sebanding dengan apa yang dirasakan Mita saat ini, apa yang harus Wahyu katakan sekarang pada Mita ? haruskan dia mengatakan jika dirinya hanya bersenang-senang ? apakah Mita masih percaya jika dia hanya mencintai istrinya itu ?
bersujudpun sepertinya tidak akan mudah mendapat maaf dari Mita.
.
.
Mita dan Wahyu sama-sama berputar dengan pikiran mereka masing-masing, masih belum ada yang membuka suara, satu jam sudah tanpa Wahyu sadari dia berdiri mematung menatap punggung Mita yang masih bergetar.
perlahan Wahyu melangkahkan kakinya mendekat, dan sekarang dia berdiri tepat di hadapan Mita yang entah menyadari kehadiranya atau tidak.
tangan Wahyu terulur mengusap rambut kepala Mita dengan sangat pelan, Wahyu duduk tepat di hadapan Mita, berharap Mita mau melihat kepadanya.
" Maaf " sebuah kata yang terucap dari bibir yang bergetar menahan rasa sesak di hati.
:( :( :(
maka menyakiti lebih mudah
jika perjuangan memberikan hasil
maka menjaga akan segenap jiwa
bila matahari terbit dengan senyuman
maka bulan akan timbul dengan tawa
__ADS_1
merawat tidak semudah melihat
lakukan apapun yang dapat membuatnya merekah
ketika memiliki rasa hati akan memerah
perlakuan manis menjadi cerita dalam suasana
namun badai tak pernah menyerah
mampukan untuk eratkan genggaman tangan mu
Arinis*~
******************
aku hadir untuk kalian, jadi jangan lupa like, komen dan vote ya 😘
aku semngat hari ini buat update lagi karna dukungan kalian,
jadi bisa di bilang cepat lambat nya update ternyata berpengaruh dari dukungan kalian ya 😊 😊
sama-sama di rumah aja, dan sama-sama belajar
maaf jika dalam penulisan cerita masih banyak typo 😅
aku masih sangat amatiran dalam menulis, banyak yang harus aku pelajari lagi, terutama tentang alur yang mungkin tidak berjalan lurus 😅.
__ADS_1
Terimakasih untuk teman-teman pembaca, dan yang selalu memberikan dukungan , I LOVE YOU ❤
ingat selalu jaga kesehatan kalian dan semoga nanti malam kalian mimpi indah. 😘