Alasanku Cinta

Alasanku Cinta
Bonus 6


__ADS_3

di kantornya Wahyu sedang terlihat sangat serius mengerjakan pekerjaanya sampai suara dering dari ponselnya membuyarkan semua konsentrasinya.


" baik kita bertemu 2 jam lagi " jawab Wahyu langsung mematikan panggilan secara sepihak.


Wahyu terdiam menatap lurus kedepan dengan berbagai macam pikiran yang ada di kepalanya, tak ingin ada masalah yang datang dalam keluarganya akhirnya Wahyu menerima waktu bertemu dengan seorang yang sudah dilupakannya.


.


.


Wahyu sudah berada di sebuah cafe yang tidak begitu ramai tetapi tetap nyaman, tak sampai lima menit orang yang di tunggunya sudah berdiri tepat di hadapanya sambil tersenyum menatap Wahyu, sedang dirinya hanya menatap sinis pada pria paruh baya di hadapanya.


Fajar Mahesa ayah kandung dari Wahyu Mahesa yang sudah sekian lama tak pernah menemui anaknya tiba-tiba datang keperusahaan di mana Wahyu bekerja dan yang menjadi alasan Wahyu terlambat saat untuk menemani Mita melahirkan.


tanpa di persilahkan Fajar telah duduk tepat di hadapan Wahyu, " kamu terlihat sangat baik " ucap Fajar


" tentu semua berkat dirimu yang meninggalkan kami " jawab Wahyu


" bagaimana apa cucu-cucu ku terlahir dengan selamat ?" tanya Fajar membuat Wahyu menatap nya semakin tajam


" bukan urusan mu, cepat katakan apa mau mu, aku tidak memiliki banyak waktu " ujar Wahyu


" cih' jangan terlalu sombong, berkat diriku kamu hadir di dunia ini " sahut Fajar


" aku tidak perduli " sahut Wahyu, " lebih baik cepat katakan tujuan utama mu, dan berapa banyak yang kamu inginkan ?" tanya Wahyu dengan sinis


" sabar dulu, aku juga merindukan anak ku ini " jawab Fajar dengan senyum misterius


" berhentilah berbasa-basi atau aku akan pergi " sahut Wahyu


" sebelum menghubungi mu aku datang kemakam ibu mu, dan aku meminta maaf padanya walau terlambat, aku harap kamu tidak menjadi pria seperti ku, dan menjaga dengan baik wanita mu, sampaikan salam mu kepada menantu dan cucu-cucu ku, dan aku meminta bertemu dengan mu bukan untuk meminta materi apapun dari mu" ucap Fajar dengan tatapan lembut seorang ayah pada putranya.


" aku mengakui setiap kesalahanku pada ibu mu dan dirimu, aku kemari untuk meminta maaf padamu sebelum semakin terlambat, mungkin aku tidak pantas akan maaf dari mu, tetapi setidaknya aku mencobanya, aku harap setelah permintaan maaf ku kamu akan mengurangi rasa benci mu padaku Wahyu" sambung Fajar


" ini, simpanlah dan maafkan aku sekali lagi yang baru bisa mewujudkan keinginan ibu mu, memiliki sebuah rumah yang terdapat danau di belakang rumah dan taman bunga anggrek, simpan semua ini untuk ibu mu, dan yang ini semua surat kepemilikan dua buah apartemen atas nama mu untuk cucu kembar ku, sampaikan maaf ku pada cucuku karena kakeknya tak bisa menemui mereka secara langsung, dan untuk istrimu aku hanya bisa memberikan ini " jelas Fajar sambil menyerahkan sebuah kunci rumah lengkap dengan suratnya, juga apartemen untuk kedua cucunya, dan satu set perhiasan dengan berlian yang terlihat sangat cantik

__ADS_1


Wahyu menatap ayahnya dengan sangat serius dan tanpa berkedip " kamu tidak perlu melakukan ini, aku yakin ibuku, istri ku dan anak-anak ku tidak akan mau menerima semua ini, lebih baik kamu bawa saja semuanya kembali, dan aku rasa tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan" jawab Wahyu kemudian beranjak.


" terimalah, karena aku hanya bisa melakukan ini, dan aku hanya mengharap maaf dari mu, anggap saja semua ini sebagai pelancar dan hadiah permintaan maaf ku padamu Wahyu, dan aku berjanji setelah kamu mau memaafkan ku aku tidak akan kembali menemui mu " ucap Fajar dengan serius membuat Wahyu menatap lekat wajah ayahnya, yang sebenarnya jauh di dalam hatinya sangat dia rindukan, andaikan, andaikan saja ayahnya ini meminta maaf padanya sejak dulu, saat dirinya kehilangan sosok ibu atau jika bisa sebelum dia kehilangan ibunya, tetapi semua sudah terlambat.


.


.


Faid Danish Mahesa, nama anak pertama Wahyu dan Mita, dan Ahza Rumaisha Arion, nama untuk putri kedua mereka, pasangan bayi kembar yang tertidur pulas di dalam box mereka masing-masing, Wahyu tak pernah memudarkan senyum dari wajahnya setiap kali memandangi wajah mungil yang terlelap sangat damai.


Wahyu memeluk Mita dari belakang saat sedang memasak untuk makan malam, " terimakasih sayang " ucap Wahyu sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Mita


" iya, sama-sama, ini nemploknya di lanjutin nanti ya, aku mau masak dulu, nanti keburu Faid sama Ahza bangun" ucap Mita dengan lembut sambil mengusap puncak kepala suaminya.


" tapi aku pengin, mumpung anak-anak tidur " ucap Wahyu dan berlanjut menciumi bahu istrinya yang terekspos


" Wahyu masakan aku gosong" sahut Mita dengan kesal mencoba mendorong suaminya, dan Wahyu masih saja menggangu istrinya


" kamu mau sabar sampai nanti malam atau kamu puasa lagi 3 bulan !?" ujar Mita dengan wajah yang sangat serius.


" ya udah aku bantuin masak aja biar cepet ya " ucap Wahyu yang di angguki Mita dan akhirnya mereka masak bersama dengan sesekali sambil bercanda.


" papa " panggil Jihan


Wahyu memutar kepalanya pada sumber suara, dilihatnya anak gadis yang sedang memegang boneka itu tengah berjalan kearah dengan wajah yang di tekuk. " ada apa sayang ?" jawab Wahyu.


" apa nanti jika Jihan ikut papi tinggal di Jerman, kalian masih sayang pada Jihan ?" tanyanya


" apa Jihan tidak boleh tinggal di sini saja bersama kalian ?" tanya Jihan lagi


" papa dan mami tentu akan terus menyayangi Jihan, karna kamu anak kami, dan kami tidak pernah melarang Jihan untuk tinggal disini, tetapi apa Jihan tidak kasihan pada papi yang akan tinggal sendiri di Jerman ? " jawab Wahyu


" Jihan harus menemani papi ? " tanya Jihan dengan mulut mungilnya


" iya Jihan harus menemani papi, jika papi sakit siapa yang akan merawatnya ? jika papi kesepian siapa yang akan mengajaknya bermain ? dan Jihan harus menemani papi untuk mendapatkan mamah baru " bisik Wahyu

__ADS_1


" TIDAK " teriak Jihan, " Jihan tidak mau punya mamah baru, cukup mami Mita, mamah Via saja meninggalkan Jihan, hhhuuuwwaaa hiks.... hikss.... papa jahat " tangis Jihan dan berlari pada Mita, sedang Wahyu terbengong dengan reaksi anak gadisnya itu.


" mami, apa benar jika papi tinggal di Jerman akan mencari mamah baru untuk Jihan ? Jihan tidak mau dan papi tidak boleh tinggal di Jerman hiks....hikss...." adu Jihan pada Mita sedang Mita sudah melayangkan tatapan tajam pada suaminya sambil memeluk Jihan.


" Jihan anak mami yang cantik, tidak boleh menangis oke ! papa hanya bercanda, papi tidak akan mencari mamah baru dan hanya akan menyayangi Jihan " ucap Mita sambil terus mengusap puncak kepala gadis kecil yang terisak.


" sungguh ?" tanya Jihan dan Mita mengangguk yakin


" sudah sebaiknya Jihan sekarang kemar mami, temani adik kembar mu, dan lihat apa yang sedang mereka lakukan " perintah Mita yang langsung di setujui oleh Jihan, dan saat melewati Wahyu gadis kecil itu mencebikkan bibirnya dan bergaya membuang muka dari papanya.


" hahahaha.... " tawa Wahyu saat Jihan sudah tak terlihat lagi, merasa lucu dengan tingkah Jihan


" kamu liat Jihan persis seperti kamu kalo lagi ngambek " ledek Wahyu pada Mita yang sudah duduk di sofa ruang keluarga rumah mereka.


" kamu jangan ngomong gitu deh Yu, aku jadi bohongkan sama Jihan, walaupun nanti kak Bimo mau menikah lagi biar saja itu menjadi urusan kak Bimo dan dia yang membicarakan dengan Jihan, kita tidak boleh ikut campur " ujar Mita


" kita itu hanya cukup dengan membatu merawat dan menjaga Jihan, aku yakin itu sudah sangat cukup " imbuh Mita


" itu berarti kamu cinta kan sama aku ?" tanya Wahyu menatap lekat wajah istrinya


" menurut kamu ?" jawab Mita dengan pertanyaan.


" jawab sayang, jawab jangan balik tanya " ujar Wahyu


" menurut kamu aja gimana ? aku cinta gak sama kamu, aku bertahan sama kamu walau kamu selingkuh, yang jujur sampai sekarang masih bikin aku merasa khawatir kamu ngulangin itu, walau aku gak tau apa aja yang sudah kamu lakukan sama perempuan itu, aku mencoba menutup semua itu dengan alasan cinta, kamu yang cemburu sampai bisa lupa kontrol emosi, nyebelin dan kalo udah kumat posesifnya bikin ngeri " jelas Mita


" maafin aku ya, aku tau kenangan buruk itu gak bakal bisa hilang begitu saja dari hati kamu, tapi aku berjanji tidak akan pernah mengulangi kesalahan itu lagi, dan untuk cemburu dan posesif karena aku cinta banget sama kamu, dan aku gak punya alasan apapun selain cinta untuk mami anak-anak ku" ucap Wahyu


" udah gombalnya, mending sekarang kamu mandi, setelah itu kita makan malam, aku mau liat anak-anak dulu " ucap Mita sambil beranjak dan meninggalkan ciuman di pipi suaminya.


Wahyu tersenyum menerima ciuman di pipinya yang sangat jarang di dapatnya, " jangan lupa janji kamu nanti malam " ucap Wahyu mengingatkan istrinya yang mencebikkan bibirnya setelah mendengar ucapan Wahyu.


Terimakasih untuk kalian yang masih mau mampir dan membaca cerita yang aku tulis.


maaf jika cerita tidak nyambung atau garing, aku hari ini menulis dengan tujuan mengalihkan pikiranku dari suasana duka yang ku alami, aku ingin kembali semangat tetapi sepertinya aku masih ingin sedikit waktu lagi untuk libur merangkai kata untuk cerita, karna aku benar-benar tak bisa berkonsentrasi. sekali lagi maafkan aku menyelipkan cerita duka ku disini.

__ADS_1


__ADS_2