Alasanku Cinta

Alasanku Cinta
bonus 4


__ADS_3

" Bukankah seharusnya dia ada disini " jawab Bimo


" iya Mita ada disini, dia baru saja melahirkan anaknya " jawab Ryan dengan jujur


" bagaimana keadaan mereka ?" tanya Bimo


" Mita dan anak-anaknya mendapat kelancaran saat melahirkan, mungkin sebentar lagi Mita akan di pindahkan keruang rawat " jawab Ryan


" Bimo ingin bertemu, pah, mah " ucap Bimo


" tentu kalian akan bertemu setelah dokter memberikan izin " jawab Maya dengan hati yang terasa perih, jangan katakan padanya jika anaknya mengalami lupa ingatan dia tidak ingin keluarganya yang sudah baik-baik saja menjadi kembali rumit.


" Bimo hanya ingin bertemu dan melihat mereka mah " ucap Bimo meyakinkan mamahnya karena melihat kekhawatiran yang sangat jelas di wajah ibunya.


.


.


" mami, mami " panggil seorang anak laki-laki yang berlari padanya dan langsung memeluk Mita


" Faiz " ucap Mita dengan bibir bergetar dan air mata yang langsung meluncur bebas, memeluk erat tubuh kecil yang sangat di rindukanya.


" mami kangen sama Faiz, mami kangen " ucap Mita menciumi seluruh wajah anaknya


" mami Faiz juga kangen sama mami, Faiz bahagia melihat adik-adik kecil milik Faiz, Faiz juga bahagia melihat mami tertawa sepanjang hari, mami jangan pernah lagi menangis oke ?, karena Faiz selalu melihat mami " ucap Faiz


" baiklah mami berjanji tidak akan bersedih asalkan Faiz mau pulang bersama mami dan adik-adik Faiz, kita bersama lagi " jawab Mita


" sampaikan salam Faiz pada papi, Faiz juga sangat rindu pada papi, jika papa Wahyu nakal lagi pada mami Faiz akan meminta papi membawa mami pergi " jawab Faiz dengan wajah yang cemberut


" tidak sayang, papa sangat baik pada mami, dan papi juga sudah menepati janjinya pada Faiz untuk menjaga mami " jawab Mita


" bagaimana apa Faiz mau ikut mami ?" tanya Mita


" tidak mi, Faiz senang berada di sini karna Faiz memiliki banyak teman, nanti jika sudah waktunya Faiz akan ikut menjemput mami, jadi mami jangan menangis lagi untuk Faiz " ucap Faiz yang kembali memeluk maminya.


" FAIZ " teriak Mita dan membuka mata secara sempurna.


" sayang " ucap Alif yang mendengar adiknya tiba-tiba berteriak.

__ADS_1


" abang dimana Faiz ?" tanya Mita


" kamu mimpi bertemu Faiz ?" tanya Alif


" mimpi ?" tanya Mita, ya Tuhan itu hanya mimpi tetapi begitu terasa nyata, aku sangat merindukan anak ku itu, guna Mita di hatinya.


" kamu baik-baik saja sayang ?" tanya Alif dan Mita mengangguk


" mba minum dulu " ucap Ita sambil memberikan air putih hangat yang di terima Mita


bunyi suara pintu terbuka mengalihkan perhatian, tiga orang yang sedang berbincang, melihat kearah pintu, di lihatnya Wahyu dan ayah Hendra datang dengan dua bayi kembar dalam gendongan mereka di ikuti dua perawat yang membawa keranjang bayi, yang dengan sengaja di minta oleh Wahyu agar mereka tak terpisah kamar.


Wahyu menggendong putri mereka, sedang putra mereka di gendong oleh kakeknya, Mita, Alif dan Ita juga sangat antusis menyambut twins bahkan pasangan suami istri itu berebut ingin mengendong keponakan mereka.


" Ta " panggil Alif pada istrinya yang ingin meminta Wahyu memberikan bayi perempuan itu padanya.


" apa kak " jawab Ita


" kita bikin yang kembar begini juga yu " ujar Alif yang langsung mendapat delikan tajam dari istrinya.


" belajar sama aku bang " sahut Wahyu yang sudah berada di sebelah istrinya.


" lagian Gilang masih terlalu kecil buat punya adik, dan si kembar sudah cukup menjadi adik Gilang " ujar Ita


" gak bisa gitu dong aku kan mau punya 5 " sahut Alif sambil memperlihatkan jari pada sang istri.


" noh sama pintu " sahut Ita kesal lalu memilih mendekat pada mertuanya yang asik dengan baby boy yang di gendong.


Wahyu memberikan bayi perempuan pada Mita dan di ikuti ayah Hendra yang juga memberikan bayi laki-laki pada Mita, dua pria beda generasi itu mencium pipi Mita bergantian.


" Terimakasih sudah memberikan ayah cucu yang sangat tampan dan cantik, Terimakasih karena sudah berjuang dan tidak mengalami hal buruk, ayah sangat menyayangi mu nak " ucap Hendra dengan segera memgusap air matanya.


" Mita yang seharusnya mengucapkan terimakasih pada ayah, sudah menjadi ayah terbaik untuk Mita, dan tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa beruntungnya Mita menjadi anak ayah " jawab Mita dan sekali lagi Hendra meninggalkan ciuman di kening anak perempuanya yang selalu di anggapnya gadis kecil.


" maaf karena datang terlambat, Terimakasih mau menunggu ku datang " ucap Wahyu yang hanya di berikan respon senyum manis dari Mita.


" Terimakasih sudah berjuang begitu besar untuk anak-anak kita, Terimakasih sudah mau menjadi istri ku, dan menjadi ibu dari anak-anak kita, pada intinya aku sangat bersyukur memiliki kamu dan si kembar, aku akan berusaha menjadi papa yang terbaik untuk mereka dan suami yang terbaik untuk kamu, aku mencintai kamu sangat mencintai kamu Mita " ucap Wahyu


" terimakasih Wahyu Mahesa, tolong buktikan semuanya dengan ketulusan mu, karena apapun itu jika tidak di dasari dengan ketulusan semuanya akan terasa hampa dan tak ada kebahagian di dalamnya " jawab Mita

__ADS_1


Mita dan Wahyu menatap kedua anak mereka dengan penuh haru " aku bisa melahirkan si kembar dengan normal " bangga Mita dengan terus tersenyum


" itu berarti kita masih bisa menambah 3 lagi " sahut Wahyu


" pergi kamu dari sini Yu " usir Mita yang kesal dengan ucapan suaminya, baru saja dirinya melahirkan dan rasa sakit itu belum benar-benar hilang dengan santai suaminya mengatakan akan menambah lagi, dan apa yang di katakanya 3, apa dia pikir Mita mencetak bayi dengan mesin begitu saja.


" ******, suasana haru di rubah jadi ngeselin, rasain di usir istri kan " celetuk Alif yang sedari tadi diam mengamati adiknya dan iparnya itu sedang Hendra dan Ita hanya menggelng kepala dan tertawa.


" aku doain semoga Ita juga belum mau nambah anak " sahut Wahyu yang langsung mendapat delikan tajam dari kakak iparnya.


.


.


malam hari masih di rumah sakit, Wahyu terus memandangi wajah istrinya yang sudah tertidur sedang dirinya berjaga takut kalo-kalo si kembar terbangun atau Mita membutuhkan sesuatu, padahal ayah Hendra sejak tadi menyuruhnya beristirahat.


suara dering ponsel milik Wahyu mengganggu waktu memandangi wajah istrinya, setelah melihat layar ponsel yang hanya menampilkan urutan angka membuat Wahyu enggan menjawab panggilan itu, dan melettakn begitu saja ponselnya tetapi suara getar dan nada singkat pertanda pesan masuk kembali menyita perhatian Wahyu.


raut wajah Wahyu mendadak berubah setelah membaca pesan singkat yang di terimanya dari nomor tak di kenal, tetapi Wahyu sangat meyakini siapa yang orang yang mengirimnya pesan tersebut, Wahyu pada akhirnya memilih menonaktifkan ponselnya dan membaringkan tubuhnya di atas sofa untu beristirahat, agar esok hari dirinya bisa menemani Mita menjaga si kembar.


.


.


" Mah, bagaimana apa kata dokter ?" tanya Bimo


" dokter mengatakan jika dalan seminggu keadaan mu semakin membaik maka akan boleh untuk pulang dan melakukan beberapa kali konsultasi " jawab Maya


" lalu apa boleh Bimo menjenguk Mita ?" tanya Bimo


" tentu besok kita akan menjenguknya dan anak-anak nya, mama dengar mereka kembar dengan anak pertama laki-laki dan anak kedua perempuan " jawab Maya semangat


" apa mamah bahagia, memiliki cucu lagi ?" tanya Bimo dengan senyum mengembang di bibirnya


" HAH ? ...... maksud mu " tanya Maya yang terdiam dengan pikirannya " tentu .... tentu saja mamah bahagia " jawab Maya


" Bimo juga merindukan Faiz dan Jihan " ucap Bimo kemudian.


********

__ADS_1


Terimakasih sudah memberikan dukungan dengan like dan komen 😘


__ADS_2