
Tidak ada yang berubah dari perlakuan Wahyu pada Mita, tetap manis dan penuh perhatian, ingin rasanya Mita melupakan apa yang dilihatnya sebulan yang lalu, tetapi di saat-saat waktu tertentu Mita kembali teringat dengan hal itu, bahkan saat bersama Wahyu terkadang dirinya tiba-tiba merasa sangat kesal dan ingin menjauh dari Wahyu, tetapi jika sudah mendapat perlakuan manis dari Wahyu dengan mudah Mita akan lupa dengan moment yang di lihatnya, seperti sekarang mereka sedang menghabiskan akhir pekan berdua walau tidak pergi kemana-mana hanya berdiam di apartemen Wahyu.
" Yu menurut kamu gimana, sampai sekarang aku belum hamil ?" tanya Mita sambil mengusap kepala Wahyu yang berbaring dan menggunakan paha Mita sebagai bantalan
" gak apa-apa Mit, kita juga baru empat bulan nikah, walau sebenarnya aku sudah gak sabar bakal ada Wahyu junior di sini " jawab Wahyu sambil menggesekkan wajahnya pada perut rata Mita
" Yu udah iihh geli tau " ujar Mita sambil berusaha mendorong wajah Wahyu yang terus menghadap pada perutnya.
" bantuin aku masak buat makan siang aja ya " ajak Mita
" kita pesen aja ya, aku masih mau gini sama kamu, besok kamu sudah kerja, aku kerja kita ketemunya malam " ucap Wahyu " Mit kamu mau punya anak berapa ?" tanya Wahyu
" satu " jawab Mita
" lima ya Mit " sahut Wahyu
" ingat umur Yu " sahut Mita
" kita masih muda Mit, gak apa-pakan rencana " ujar Wahyu
" gak apa-apa asal papanya selalu setia, tulus, gak bohong dan gak suka janji palsu " ucap Mita penuh dengan kata sindiran
" kamu kenapa sayang ? lagi mau ya ?" tanya Wahyu
" HAH..... kok aku malah gak ngerti maksud kamu ?" Mita balik bertanya
.
.
hari berlalu begitu cepat, semuanya masih terasa sama, Mita yang akhir-akhir ini merasa kesehatannya kurang baik meminta cuti dari pekerjaanya, seandainya saja dia justru ingin berhenti bekerja agar lebih banyak memiliki waktu bersama suaminya, mengembalikan semuanya pada Ryan seperti tidak mungkin karna orang tua itu sudah menolak lebih dulu.
jam tiga sore Mita memutuskan pulang lebih dulu dari kantornya dan singgah ketempat anak pertamanya.
" maafkan mami yang semakin jarang menjengukmu, kamu tau opa kamu yang bikin mami selalu sibuk, mami kangen banget peluk kamu Faiz, hiks...hikss.... " ucap Mita
" sampaikan salam mami pada nenek kamu di surga Faiz "
__ADS_1
" mami pamit pulang dulu ya " sambung Mita dengan tangan yang mengusap air matanya.
Mita mengemudikan mobilnya menuju arah pulang, di tengah perjalanan ponselnya berdering, tertera nama Bimo sebagai pemanggil, setelah sempat menepikan mobilnya Mita menjawab panggilan Bimo.
" iya kak " jawab Mita
" kamu di mana ?" tanya Bimo
" di jalan mau pulang kerja " jawab Mita
" baiklah hati-hati, dan hubungi aku jika kamu membutuhkan sesuatu " ucap Bimo
" emmm, baiklah " jawab Mita bingung dengan ucapan Bimo dan sudah memutus panggilannya.
" kenapa tiba-tiba telfon, cuma ngomong gitu, kok aneh sih " gumam Mita yang melanjutkan perjalanannya.
.
.
" hari ini aku banyak kerjaan sayang, malam aja gimana ? " jawab Wahyu
" nanti aku kabarin kamu aja kalo gitu " jawab Mita
" aku ikut kamu kerja ya ?" tanya Mita
" kamu libur kerja mau istirahatkan ? udah di rumah aja, nanti aku usahain pulang cepet gimana ?" tawar Wahyu
" ya udah " jawab Mita
" aku berangkat dulu ya " pamit Wahyu yang langsung melenggang pergi, melupakan rutinitasnya yang biasanya meninggalkan kecupan sayang di keningnya atau bahkan di seluruh wajah Mita dan salim yang tak pernah tertinggal, membuat Mita merasa heran, sedang Wahyu pergi dengan wajah yang begitu cerah.
kesal karna sikap Wahyu, Mita memilih menghubungi kakak iparnya, dan mengajaknya bertemu dan sekedar jalan-jalan untuk menghilangkan rasa kesal dihatinya.
disinilah akhirnya Mita dan Anita berada di sebuah mall besar yang berada di tengah-tengah kota mereka tinggal, Mita dengan semangat mengajak Ita untuk memilih berbagai macam perlengkapan bayi, persiapan untuk calon keponakannya.
" mba udah kebanyakan, sayang nanti kalo gak kepake " tegur Ita yang melihat Mita seakan kalap dalam berbelanja kebutuhan untuk keponakanya yang bahkan belum lahir.
__ADS_1
" gak apa-apa, buat keponakan tante harus yang terbaik " jawab Mita santai dan melanjutkan acara memilih baju mungil yang lucu-lucu.
setelah lelah berkeliling dan berbelanja Ita yang sedang hamil tua dan sangat mudah lapar mengajak Mita untuk makan siang di salah satu cafe yang ada di dalam mall.
setelah mereka memesan makanan dan sambil menunggu makanan mereka di hidangkan, Mita dan Ita duduk di meja paling ujung agar sedikit terhindar dari keramaian.
setelah makanan terhidang mereka berdua menikmati makan siang dengan lahap.
" mba ita tunggu sebentar disini ya, aku mau ketoilet " ucap Ita
" aku temenin ya " ujar Mita yang merasa khawatir
" jangan mba disini aja, inget jangan kemana-mana ya " pesan Ita
" iya, iya , bawel banget bumil " jawab Mita dan Ita mulai melangkahkan kakinya
Mita asik memainkan ponselnya sambil menunggu Ita kembali, tanpa perduli dengan keributan yang terjadi didepannya yang tak berselang lama setelah Ita beranjak, karna bagi Mita itu bukanlah urusannya.
*********************
aku balik lagikan nepatin bakal up 2x
gimana besok mau di up apa enggak ?
kalo mau di up Vote nya yang kenceng donk ya
dukung juga dengan like, komen dan rate ya ❤❤
kenalan sama author yu di IG: arinispangestu
baca juga karya aku yang lainya
~ Kembali bernostalgia
~ lembaran cerita cinta
terimakasih 😘😘❤
__ADS_1