
Wahyu manarik tangan Mita, membuat Mita menghentikan langkahnya, menatap lekat-lekat pada wajah Mita kemudian menghembuskan napas secara perlahan dan membimbing Mita untuk duduk di sofa.
Wahyu berjongkok tepat dihadapan Mita yang duduk di sofa, sambil menggenggam tangan Mita " Maafkan aku, aku tadi kelewatan sama kamu, maaf kalo cemburuku keterlaluan " ucap Wahyu sambil menatap pada manik coklat milik Mita
" maaf aku gak maksud ngediamkan kamu, tadi aku kesel kamu lebih banyak melamun saat memilih kebaya, dan di tambah pria sialan itu yang telfon kamu, aku mikirin kalo kamu sampai melamun gitu karna masih merasa terpaksa nikah sama aku, tetapi aku berharap kamu gak mikir gitu, karna aku tau kamu sayang sama aku kan ?" tanya Wahyu dengan penjelasanya
" aku gak marah kok sama kamu Yu, akunya aja yang berlebihan, hati aku masih takut Yu dapat perlakuan kaya tadi, dan aku takut buat kamu kecewa nanti kalo kita sudah menikah, aku aku takut gak bisa memenuhi kewajiban aku sebagai istri nantinya, aku gak mau kamu sampai gak perduliin aku nantinya, aku harus gimana Yu ?" ucap Mita dengan suara lirih dan menundukkan kepalanya.
benarkan apa yang ada didalam pikiran Wahyu, Mita pasti masih teringat traumanya, mau bagaimana lagi ? Wahyu sebenarnya tidak menyangka kenapa dia bisa tiba-tiba melakukan itu pada Mita, Cinta memang terkadang menyulitkan, yang harus Wahyu lakukan adalah menghindari pemaksaan dan perilaku kasar juga ekstra sabar, agar dia bisa selalu bersama wanita yang di cintainya.
" maafin aku, kamu jangan mikir terlalu jauh, aku yakin kamu tetap akan menjadi istri terbaik untuk aku, asalkan kamu selalu setia sama aku, jangan berpikir cari calon suami yang baru ya ?" ujar Wahyu yang diangguki Mita
tidak susah sebenarnya menenangkan hati wanitanya ini, hanya dengan berkata jujur dan lembut dia akan mudah memaafkan, inilah yang sulit didapat Wahyu dari wanita lain.
" nanti malam kamu juga datang kerumah ayah ?" tanya Wahyu
" mungkin enggak karna aku masih ada pekerjaan yang harus selesai besok " jawab Mita
" serius bukan alasan kamu buat diem-diem ketemu pria sialan itukan ?" tanya Wahyu
" mana berani aku ? kamu aja makin kesini makin nyeremin " jawab Mita
" Mit " panggil Wahyu
" iya " jawab Mita
" Mita " panggil Wahyu
" heemm " jawab Mita dengan deheman
" Mit " panggil Wahyu lagi
__ADS_1
" iya Wahyu " jawab Mita yang mulai kesal
" mulai sekarang jangan panggil aku Yu, Wahyu " ujar Wahyu
" lah terus aku mesti panggil kamu apa ?" tanya Mita
" panggil mas, atau sayang " jawab Wahyu
Mita tertawa mendengar jawaban Wahyu, " gak lucu Yu, masa aku manggil kamu Mas sih Yu " jawab Mita
" bagaimanapun aku ini masih lebih tua dari kamu walau cuma satu tahun, dan sebentar lagi kamu jadi istri aku, iyain aja kenapa nyenengin hati suami " ujar Wahyu
" aku gak bisa manggil kamu mas " jawab Mita yang masih terkekeh
" noh barusan kamu panggil aku mas, tinggal di biasain aja " ucap Wahyu
" gak mau Yu, geli aku, dari dulukan sudah biasa aku panggil kamu Yu, Wahyu dan pak " jawab Mita
" gini aja aku panggil kamu Aa gimana ? kaya panggilan yang lebih muda ke yang tua di kalimantan ?, dulu waktu aku tinggal di kalimantan aku kalo manggil saudara aku yang lebih tua gak perempuan dan laki-laki selalu Aa, gimana ? " tanya Mita sambil tersenyum
" boleh juga tuh, setidaknya kita di sini bernostalgia kebiasaan kamu di kalimantan " jawab Wahyu
" HAH , enggak, enggak, aku tetap panggil kamu Wahyu aja " jawab Mita cepat
" udahya aku gak mau debat, pokoknya kamu harus nurut sama aku, panggil aku AA atau mas " ujar Wahyu
" gak cocok kamu tu di panggil AA Wahyu, calon adik ipar yang gak seberapa tampan" sahut Alif yang baru masuk kedalam rumah Mita bersama istrinya
" abang " ucap Mita dan Wahyu bersamaan
" ck' ganggu aja, orang lagi pacaran " ujar Wahyu saat melihat Alif langsung memonopoli Mita di sebelah kanan dan kirinya Anita istri Alif
__ADS_1
" pulang sana Yu, aku mau bawa Mita kerumah ayah, buat makan malam bareng sama Arga " ujar Alif
" enak aja, calon istri Wahyu nih, malah disuruh makan malam sama pria lain, kamu tu bang liat aja kalo Mita udah jadi istri ku, nangis kamu mau ketemu dia " ujar Wahyu
" udah-udah aku pusing denger kalian kalo ketemu berantem terus " ujar Anita
" mba Mita, udah makan siang belum ?" tanya Anita
" belum, kalian bawa makanan gak ?" tanya Mita
" gak bawa, tapi abang udah pesenin kok " jawab Alif
" ya udah kita makan siang bareng disini aja " ajak Mita
" betah kamu Ta jadi istrinya orang tua ?" tanya Wahyu pada Ita
" mau gimana lagi kak, kebetulan dia yang ngelamar, kan kasian juga udah tua kalo gak dikasih kesempatan nikah " jawab Ita
Wahyu tertawa puas mendengar jawaban Anita, " iya juga ya Ta, kamu bener, kasian kalo dia jadi bujang tua " jawab Wahyu
" sadar diri woy " sahut Alif
" kamu juga, asal aja kalo jawab, mau aku kasih tunjuk gimana kalo yang tua ini bisa bikin kamu gak bisa jalan " ujar Alif sambil melirik istrinya yang menggeleng cepat sebagai jawaban.
" bang makanan yang abang pesen udah datang, bayarin gih " ujar Mita memutus perdebatan suami istri dihadapanya dan Wahyu sebagai penikmat drama live.
setelah semua makanan siap mereka berempat menyelesaikan makan siang bersama dan dengan Wahyu yang berpamitan lebih dulu karna harus ke restonya untuk mengurus beberapa pekerjaan, tinggallah Mita, Alif dan istrinya Anita, saling bercanda dan berbagi cerita.
**************
selalu aku ucapkan terimakasih untuk kalian para pembaca, dan yang memberikan dukungan dengan like, komen dan vote, juga rate ya 😘
__ADS_1
sambil nunggu update temen -temen bisa baca cerita ku yang berjudul Lembaran cerita cinta ya, aku menunggu kalian datang disana juga 😘