
Bimo ingin membalas pelukan Mita tetapi tangannya seperti tertahan oleh sesuatu, sangat ingin, bahkan ingin mendekap lebih erat dari yang dilakukan Mita.
" maaf " ucap Bimo yang ikut merasakan sakit hati Mita, haruskan Bimo berandai-andai kembali, bukankah dia sudah berjanji pada dirinya untuk tidak kembali egois, dan dia hanya bisa menepati janjinya pada Faiz untuk menjaga Mita, ya Bimo hanya harus membantu Mita sesuai janji pada anaknya agar jika mereka bertemu lagi nanti Bimo tidak mengecewakan Faiz.
" tenanglah, kamu nangis disini dan ini taman kesukaan Faiz, jangan membuat Faiz ikut sedih " ucap Bimo sambil mengusap kepala Mita.
Mita sadar jika yang dilakukanya salah, Mita melepas pelukanya dan memutar tubuhnya membelakangi Bimo, berjalan maju kedepan beberapa langkah dan berhenti, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya kemudian duduk dengan melipat lututnya.
berharap setelah ini semua masalahnya akan hilang, bersamaan dengan dia membuka matanya, ternyata semua itu hanya harapanya saja, semua masih sama menyakitkan.
Bimo menghampiri Mita dan duduk di sebelahnya, tidak munafik ada rasa bahagia di hatinya dan juga sedih bercampur menjadi satu, pria yang dulu di belanya sekarang menghianatinya setelah mereka menikah, tetapi rasa sedih lebih besar karna wanita yang masih di cintainya begitu terluka dengan perbuatan suami yang dulu mengatakan akan menjaganya sepenuh hati, Bimo benar-benar menguatkan hatinya jika dia hanya akan menepati janjinya pada Faiz.
" ayo aku antar pulang " ajak Bimo
Mita mengusap air matanya dan menatap Bimo dengan senyum manis yang di paksakan, membuat Bimo heran, bagaimana bisa Mita tetap tersenyum semanis itu di saat dirinya sedang terluka, bahkan ujung matanya masih basah dan bibirnya bergetar.
" aku bisa pulang sendiri, aku bawa mobil " jawab Mita kemudian
" baiklah, aku pulang lebih dulu, jaga dirimu baik-baik " ucap Bimo sambil menatap Mita kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan Mita menuju mobilnya, di dalam mobil Bimo memperhatikan Mita, tidak benar-benar meninggalkan Mita hanya memgawasinya dari jauh.
" Tuhan apa aku berlebihan dalam menyikapi masalah ku ? aku terlalu larut dalam masalah dan tak memikirkan solusinya, apa Kau mau membantuku Tuhan ? aku sendiri disini aku membutuhkan teman, tetapi aku tak berani bertemu mereka, aku tidak mau kesedihanku mempengaruhi kebahagian mereka, kenapa Kau tidak datang dan menemani ku ? atau Kau membawaku saja bertemu ibu dan anak ku, bagaimana ? " ucap Mita
__ADS_1
" Tuhan selalu mendengarkan mu, apapun yang kamu katakan Dia pasti akan mendengarkan, segala keluh kesah mu, semua kesedihan mu, semua kebahagian mu, dalam setiap perjalanan hidup mu Tuhan tahu dan mencatat semuanya, jika kamu memberi satu saja senyum kecil pada orang lain maka Tuhan akan membalas mu dengan banyak senyum tulus, tetapi jika kamu melukai setitik debu orang lain maka kamupun akan mendapat balasan yang sama, maka jangan pernah berhenti berdoa dan memohon pada Tuhan karna ingat tujuan utama hidup kita adalah Tuhan, bersabarlah aku yakin Tuhan akan menghadiahi kamu dengan kebahagian yang berlimpah, buat hati menjadi ikhlas dan jangan berpikir untuk membalas keburukan, maka janji Tuhan itu pasti "
Mita mendongakkan kepalanya, ingin melihat siapa yang berbicara padanya, karna mata Mita masih di penuhi air mata maka penglihantanya masih tidak terlalu jelas, Mita mengusap air matanya dan sedetik kemudian dia tersenyum.
" Cala " ucapnya
" hai Nona apa kamu tidak merindukan ku ? " tanya Cala sedang Mita sudah berhambur masuk kedalam pelukan Cala
" aku merindukan mu, hiks...hiks.... " jawab Mita
" minggir kamu menjijikkan, menangis di pundakku dan ingusmu menempel di baju ku " gerutu Cala
" berhenti bertanya tentang ku, katakan sedang ada masalah apa, sampai-sampai kamu menangis dan berbicara sendiri di taman ini ?" tanya Cala
" tidak ada aku hanya merasa lelah dengan semua pekerjaan ku " jawab Mita
" apa kami sekarang sudah pandai berbohong ?" tanya Cala
" kamu sendiri pasti sedang sedih maka dari itu kamu datang ketaman ini ?" tanya Mita
" tidak aku hanya merasa sepi dirumah karna suami ku sedang keluar kota dengan urusan bisnisnya dan aku merindukan mu, maka dari itu aku sampai disini " jawab Cala
__ADS_1
" bagaiman jika kita bertemu di hari libur aku akan mengajak anak ku, aku akan menghubungi mu " tanya Cala
" baiklah, jangan lupa dengan janjimu ini " jawab Mita
" maaf aku tidak bisa lebih lama karna anaku pasti mencariku, aku pergi lebih dulu, dan kamu lekaslah pulang " ujar Cala
" baiklah, hati-hati " jawab Mita
satu jam beralalu setelah bertemu sahabatnya Mita akhirnya memutuskan untuk pulang kerumahnya, yang diam-diam masih di ikuti Bimo dari belakang untuk memastikan Mita sampai di rumah dengan Selamat.
*****************
selamat membaca dan terimakasih untuk dukungan kalian, jangan lupa Like, komen dan Vote ya 😘
beri satu kata untuk Mita ?
beri satu kata untuk Wahyu ?
beri satu kata untuk Bimo ?
❤❤❤❤
__ADS_1