
Wahyu, Bimo dan Alif, sudah kembali kerumah masing-masing, Bimo dengan wajah datarnya, Alif dengan rasa kesal yang masih ada di hatinya, sedang Wahyu pulang penuh rasa kecewa, hingga memasuki rumah dia tak berkata apapun langsung membersihkan diri, menidurkan tubuhnya di atas kasur meminta Mita untuk memeluknya, dan mulai memejamkan matanya.
" Wahyu aku mesti kekantor jam sebelas nanti ada rapat, kamu jugakan ?" tanya Mita
" aku kan udah izin sama kamu aku minta libur tiga hari ini " jawab Wahyu
" gak bisa, kamu mau aku pecat ?" tanya Mita
" gak mau, tapi Mit aku masih ---"
" kerjaan ya tetap kerjaan, sekarang mending ganti baju kita berangkat kerja, seharusnya kamu udah puas makan nasi kuning sampai ke Kalimantan dan sekarang kerja " sahut Mita yang jengah dengan tingkah manja suaminya, mendorong tubuh Wahyu hingga terjatuh ke lantai dan beranjak.
" kejam banget jadi istri " gerutu Wahyuyang tak di dengar oleh Mita dan memilih bersiap untuk bekerja.
__ADS_1
.
.
empat bulan berlalu usia kehamilan Mita sudah memasuki bulan ke lima, perutnya sudah membuncit melebihi buncit seharusnya pada wanita hamil dengan usia yang sama, sebab dokter memberitahukan jika ada dua nyawa yang berada dalam kandungan Mita.
" hai anak-anak papa yang ada di dalam perut mami, kalian harus sehat dan pintar ya, jangan memnyusahkan mami dan papa ya, dan katakan apa lagi yang ingin kalian makan sekarang ? papa akan siap untuk membuatnya " ucap Wahyu di hadapan perut buncit Mita
.
.
__ADS_1
air mata Mita menetes deras, setelah mendapat kabar buruk yang membuat hatinya berdenyut nyeri hingga terasa sesak dan sulit untuk bernafas, Mita hampir melupakan kehamilanya dengan tiba-tiba berlari mengambil cepat kunci mobilnya dan melajukan mobil dengan kecepatan di atas rata-rata.
mobil yang di kemudikan Mita telah berhasil berhenti di sebuah parkiran yang cukup luas, Mita mengatur napasnya perlahan karna mulai merasa nyeri di perutnya, Mita mengusap lembut perut buncitnya dengan terus mengatur nafasnya " kalian berdua tenang ya sayang, mami gak apa-apa " ucap Mita sambil terus mengusap perutnya.
" ya Tuhan, tenangkan aku, ingat Mita kamu hanya khawatir, hanya khawatir, jangan berlebihan, ingat kamu harus ingat dan sadar diri " ucap Mita untuk dirinya sendiri.
Mita mengusap air matanya, dan membuka perlahan pintu mobil, menurunkan satu kakinya dengan gemetar yang diikuti oleh satu lagi kakinya, mita merasa seperti kembali dimana kejadian beberapa tahun yang lalu terulang kembali, hatinya masih takut menghadapi situasi seperti ini.
Mita memejamkan matanya berusaha memberi ketenangan pada dirinya, berharap semuanya akan terus baik-baik saja, lalu keluar dari mobil dengan sempurna dan menutup pintu mobil dengan menghadap pada bangunan besar yang memenuhi penglihatanya.
******
hai.... untuk sementara semaksimal mungkin di usahakan update sekali sehari ya 😘
__ADS_1
jangan lupa terus mendukung cerita ini ya, Terimakasih ❤