
Wahyu benar-benar menepati janjinya untuk selalu berusaha membahagiakan istrinya, tidak ingin lagi menyakiti perasaan wanita yang sangat dicintainya, apalagi jika Wahyu teringat ancaman Bimo " dulu kamu sangat yakin bisa membahagiakan Mita, tetapi nyatanya kamu menyakiti dia dengan penghianatan, beruntung jika Mita mau memaafkan kamu dan jika sekali lagi Kamu Mengulangi kesalahan yang sama aku akan melakukan cara apapun agar bisa merebut Mita kembali ", perkataan Bimo benar-benar terngiang di pikiran Wahyu membuatnya bergidik ngeri jika harus kehilangan seorang wanita yang sangat cantik, lembut, baik dan juga sabar dalam merawat dia dan anak-anaknya, jika di ingat ngeri juga ancaman duda yang memutuskan untuk tidak menikah lagi itu, beruntungnya Wahyu dapat mengendalikan rasa cemburu di hatinya setiap kali mereka harus bertemu dengan Bimo,apalagi saat ini Wahyu harus ekstra sabar dengan ibu hamil kesayangan nya yangs emang mengandung adik si kembar, berulang kali kata syukur selalu terucap dari bibirnya kepada Tuhan atas kebahagian yang di berikan pada keluarganya.
Mita mengusap perutnya yang sudah terlihat membuncit dengan usia kandungan masuk di bulan kelima dan si kembar berusia dua tahun, sedang aktif-aktifnya, semua itu tak membuat Mita mengeluh karena baginya bisa terus bersama anak-anaknya dalah sebuah anugrah dari Tuhan.
Bimo duda satu anak itu selalu menolak jika mamahnya menawarkan perjodohan, apalagi di bantu dengan si anak gadisnya yang membela papinya agar tidak menikah lagi, mau tidak mau Maya mengalah jika memang sudah begitu, tak lagi ingin memaksa kehendak yang tak berakibat baik, Jihan masih sering ikut tinggal di rumah Wahyu dan Mita apalagi jika akhir minggu. tidak pernah terlewatkan, katanya jika di rumah bosan hanya melihat wajah tampan papinya, mending bermain dengan adik kembarnya, dan menjadi kegiatan rutin Bimo atau Wahyu untuk menjemput Jihan.
__ADS_1
Via dan Arga mereka juga memiliki hidup yang baik, mereka mengadopsi seorang anak laki-laki dari panti asuhan di mana Via dulu tinggal, tak sekalipun Via berani menemui anaknya, bukan bermaksud melupakan anak kandungnya, keadaan lah yang membuatnya tak berani memperhatikan diri, sedang Arga selalu memberikan dukungan pada istrinya itu, karena mungkin suatu hari nanti mereka bisa bertemu dengan takdir.
Alif dan Anita masih di sibukkan dengan perdebatan si istri yang masih takut untuk kembali melahirkan, rasa trauma akan sakitnya kontraksi masih membayangi nya, sehingga memilih untuk menunda kehamilan, sedangkan Alif bersikeras ingin segera menambah anak lagi, tak ingin kalah dari saudara ipar katanya, dan alibi Alif adalah kasian jika Gilang harus menjadi anak tunggal, jawaban Anita hanya tunggu aku gak takut sama kontraksi.
Semoga dari cerita Mita di season 1 & 2 ada setidaknya manfaat yang bisa kita ambil ya temen-temen.
__ADS_1
lakukan apapun yang baik dengan berharap kebaikan juga akan datang padamu, hindari untuk memaksakan kehendak seperti Bimo yang akhirnya menjadi petakanya sendiri, selalu sabar dalam setiap ujian karena hidup tak pernah berpisah dari cobaan, bahagia bisa di miliki siapa saja dengan hal sekecil apapun asalkan terdapat ketulusan, jangan mudah menyerah karena Tuhan pasti memberikan jalan, penghianatan juga jangan sesekali terlintas di dalam pikiran kita.
Aku ingin mengucapkan banyak -banyak terimakasih untuk semua pembaca cerita ku, semua orang-orang sudah mendukung dengan like, komen dan vote, semoga setiap kebaikan kalian di balas Tuhan dengan yang lebih lagi, jangan lupa selalu jaga kesehatan siapa tau kita bisa bertemu kembali 😘 😘
Maafkan untuk segala kesalahan yang ada di dalam cerita, yang membuat kalian kesal dan teraduk-aduk oleh emosi saat membaca, taburan typo yang membuat tidak nyaman, aku hanya penulis amatiran yang masih perlu banyak belajar 🤗🤗🤗
__ADS_1