Alasanku Cinta

Alasanku Cinta
eps 54


__ADS_3

masih sama dengan hari kemarin, Mita terbangun karna merasa mual dan pusing, Mita berjalan kekamar mandi dan mulai memuntahkan isi perutnya, kali ini Wahyu dengan telaten menemani dan membantu Mita di kamar mandi.


" udah nanti kita ke dokter aja, aku gak mau kamu kenapa-kenapa " ucap Wahyu setelah membantu Mita membersihkan bibirnya dengan tisu


" aku kecapean aja Wahyu, kamu tau kan siang satu hari penuh aku kerja, malamnya juga gak kamu bebasin tidur " sahut Mita


" ya gimana dong, habis kamu enak " jawab Wahyu sambil menampilkan deretan gigi putihnya


" ya tapikan aku juga perlu istrahat " jawab Mita yang mulai kesal


" jadi kamu gak suka aku begitu ?" tanya Wahyu dengan wajah serius


Mita diam menatap suaminya, pikirannya kembali teringat perselingkuhan Wahyu, takut jika ini merupakan salah satu alasan Wahyu dulu berselingkuh, " enggak kok " jawab Mita


tak ada jawaban dari Wahyu yang masih menatap Mita, membuat Mita tak nyaman terus ditatap lekat oleh suaminya " kamu marah ?" tanya Mita


" enggak " jawab Wahyu singkat


" Wahyu, jangan marah, aku gak serius kok ngomong tadi " bujuk Mita


" udah kamu istirahat, aku gak marah, aku cuma mikir buat jangan bikin kamu kecapean, besok pagi kita ke dokter " jawab Wahyu


" Wahyu kok gitu, aku gak apa-apa kok kecapean karna kamu, tapi jangan marah ya ?" ucap Mita berharap suaminya benar-benar tak marah padanya.


" Udah aku bilang aku gak marah, kamu tidur lagi aku mau mandi, tanggung juga bentar lagi subuh dan pagi " jawab Wahyu


" ya udah terserah kamu, aku udah jelasin kamu juga gak per hhhmmmppp hhmmmpp " ucapan Mita terhenti karna Wahyu yang tiba-tiba mencium bibirnya, sedang Mita memukul dada bidang Wahyu meminta berhenti karna perutnya kembali mual saat mereka berciuman


" apa ?" tanya Wahyu setelah menyudahi ciumanya, namun bukan jawaban dari Mita yang di dapat justru melihat Mita yang langsung berlari kemar mandi dan kembali muntah-muntah, melihat reaksi istirnya Wahyu memeriksa mulutnya sendiri, apa karna bau sehingga Mita sampai Muntah ? di rasa tidak ada yang salah Wahyu menuju kamar mandi ingin melihat istrinya.

__ADS_1


baru saja Wahyu akan memutar gagang pintu, lebih dulu pintu terbuka, di lihatnya Mita yang kembali dengan Wajah pucat menatapnya.


" Wah...yu.. aku...."


Bbrruuuukk...


tubuh Mita tumbang tepat di hadapan suaminya, beruntung Wahyu gesit menangkap tubuh mungil Mita dan lekas menggendongnya kekasur, meraih ponselnya dan menghubungi sahabat sekaligus dokter yang lain adalah Reza.


hampir tiga puluh menit lamanya Wahyu menunggu Reza datang dengan gelisah bahkan sudah menghubungi ulang dokter yang mungkin saat ini sedang memgumpat kesal pada Wahyu yang menggangu tidurnya.


setelah mendengar suara bel berbunyi Wahyu dengan cepat membuka pintu dan menyeret dokter Raza yang masih mengerutu kesal pada sahabatnya itu.


" cepat periksa istriku " ujar Wahyu


Reza mendekat dan akan menyentuhkan stetoskopnya pada Mita yang masih terpejam tetapi di kejutkan oleh Wahyu yang tiba-tiba berteriak " berhenti " teriak Wahyu


" apa lagi ?" tanya Reza yang sudah kesal


" kalo begitu periksa dan obati saja sendiri istrimu " sahut Reza


" aku bukan dokter " ujar Wahyu


" bawa saja istrimu kerumah sakit dan cari dokter wanita yang boleh menyentuh istrimu, kenapa harus menghubungi ku ?" geram Reza akan ke posesifan sahabatnya


" satu menit, tidak lebih, cepat periksa dia dan jangan coba macam-macam " tegas Wahyu dengan mata yang terus mengawasi gerak tangan dokter Reza


" ya Tuhan, kamu lebih menyebalkan dari pada Bimo " ucap Reza sambil menyelesaikan pekerjaanya


" katakan istri ku kenapa ?" tanya Wahyu menghiraukan keluhan Reza

__ADS_1


" istrimu tidak apa-apa, kalo kamu mau lebih jelas saranku ajak dia untuk konsultasi ke doktee kandungan saja " jawab Reza


" maksud mu istriku mengidap penyakit ? kenapa harus ke dokter kandungan ? " tanya Wahyu


" semakin lama kamu semakin bodoh" ujar Reza


" aku tidak bodoh, aku khawatir sama istriku Reza " sahut Wahyu


" dengarkan aku " ucap Reza dan menatap lekat pada Wahyu


yang mendekat padanya " kemungkinan istri mu sedang hamil muda, dan perkiraan ku usia kandunganya sekitar lima minggu, dan untuk lebih jelas kamu bisa mengajaknya berkosultasi pada dokter kandungan tuan Wahyu Mahesa " jelas Reza


Wahyu terdiam mencerna penjelasan Reza, benarkah istrinya sedang hamil ? anaknya ? benih yang setiap hari di tebarnya ? apakah ini arti dari sikapnya yang sering di katai Mita sensitif ? setiap jam empat subuh Mita selalu mengalami mual ?


ya Tuhan jika ini benar, Wahyu sangat bersyukur akhirnya dia memiliki kesempatan untuk menjadi orang tua, hah betapa bahagianya hati Wahyu saat ini, Wahyu menatap istrinya yang masih terpejam memberikan ciuman pada setiap inci wajah Mita, setetes air mata haru menjadi saksi betapa bahagianya dia saat ini, hingga melupakan keberadaan Reza di sebelahnya, membuat Reza kesal dan berniat menjahili sahabatnya yang sedang berbahagia itu.


" jika benar istrimu hamil, itu artinya kamu harus berpuasa menahan napsu mu selama satu tahun " bisik Reza di telinga Wahyu, membuat si pemilik telinga menatap Reza tajam, dan menghentikan aktifitasnya yang menciumi wajah istrinya.


sedang Reza masih menahan tawanya dengan melipat bibirnya melihat ekspresi dari Wahyu, " pergilah " usir Wahyu


" tidak tau terimakasih, sudah di bantu malah mengusir ku " ucap Reza sinis


" baiklah aku permisi tuan, selamat menikmati acara puasa mu, hahahaha " imbuh Reza kemudian melangkah lebar sebelum lemparan bantal mengenai dirinya.


" siapa yang puasa ?" tanya Mita mengejutkan Wahyu hingga terlonjak saat mendengar dan melihat istrinya sudah duduk di sebelahnya.


" sayang "


********

__ADS_1


selalu aku ucapkan terimakasih untuk yang sudah membaca dan memberi dukungan, dan jangan lupa untuk terus mendukung LOVE U ❤


__ADS_2