
sesuai dengan janjinya pada Jihan, Bimo mengajak Jihan untuk mengunjungi makam Faiz bersama oma dan opanya.
" halo abang, Jihan datang " ucap Jihan semangat
" ayo kita baca doa untuk abang Faiz dulu " ajak Bimo
mereka berempat melakukan doa bersama untuk Faiz, tidak dapat di tahanya lagi setiap kali berkunjung kemaleman Faiz, Maya selalu meneteskan air matanya, bukan tidak ikhlas akan kepergian cucunya namun karna rasa rindu yang sangat besar dan tidak mendapat tempat untuk menyalurkanya, tak berbeda dengan Ryan yang juga menahan kesedihanya.
" maafkan papi Faiz, karna sangat jarang mengunjungi mu " ucap Bimo, sedangkan Jihan sibuk dengan tangan kecilnya yang menabur bunga di atas makam Faiz.
" Mami " ucap Jihan menatap Mita yang baru saja datang bersama Wahyu
" Jihan ?" tanya Mita
" iya,ini Jihan mami " jawab Jihan sambil merentangkan kedua tangannya meminta di peluk oleh Mita.
Mita melangkah mendekat dan memberikan pelukan pada Jihan, yang sesaat kemudian Mita mengendurkan pelukan dan menatap Jihan yang menangis, Mita mengusap air mata Jihan yang masih terisak dan kembali masuk kedalam pelukannya.
" Jihan kenapa ?" tanya Mita
" Jihan kangen mami " jawab Jihan
" udah ya Jihan jangan nangis lagi, malukan diliat abang Faiz " bujuk Mita dan seketika Jihan langsung mengusap air matanya dan tersenyum
" abang suka Jihan tersenyum ?" tanyanya
__ADS_1
" iya dong, abang Faiz gak suka adiknya menangis, jadi jangan menangis lagi ya sayang " jawab Mita
" iya mami, Jihan gak nangis lagi " jawab Jihan dan Mita tersenyum lalu mengajaknya kembali mendekat ke makam Faiz
" Om dan tante apa kabar ? " tanya Mita
" kami baik sayang, kamu sendiri bagaimana ?" tanya Maya
" Mita baik tante " jawab Mita
" papah gak nyangka kita ketemu disini " ucap Ryan
" iya om, kalian udah lama ?" tanya Mita sambil berjongkok di sebelah makam Faiz dan meletakan bunga yabg sempat di belinya sebelum kemakam Faiz
" kami sudah lumayan lama " jawab Ryan
Mita melihat kearah Wahyu, seakan meminta persetujuan tentang permintaan Maya, Wahyu tersenyum tipis kepada Mita " boleh tante, Wahyu jugakan sudah lama gak ngumpul sama kalian " jawab Wahyu
" kamu itu emang anak yang keterlaluan, gak bakal nengok orang tuanya kalo gak pas sakit, gimana gak kesel punya anak dua laki semua tapi gak ada yang sayang sama mamahnya " jawab Maya sambil mencebik
sedangkan Bimo sejak tadi hanya memperhatikan Mita dan Wahyu bergantian, sesak rasanya dan ya penyeselan memang selalu di belakang, karna yang di depan hanya pendaftaran.
setelah selesai dengan doa dan ceritanya pada Faiz Mita dan Wahyu kembali kemobil mereka yang sudah di tunggu oleh keluarga Rahardia untuk pergi makan bersama, Jihan memilih untuk ikut dengan Mita dan Wahyu, alasan anak kecil itu karna sangat merindukan maminya, sosok seorang ibu yang selalu di ceritakan Via dan Bimo sangat sabar dan penyayang sehingga membuat Jihan lebih betah jika dekat dengan Mita, bersyukur karna Wahyu tidak mempermasalhkan hal itu.
sesampainya di salah satu rumah makan, hang menyediakan berbagai macam jenis hidangan laut, membuat Mita menjadi bersemangat, Wahyu merekomemdasikan resto ini karna dia tau jika calon istrinya ini sangat menyukai.
__ADS_1
mereka semua sudah berkumpul dalam satu meja dan telah memesan makanan yang mereka inginkan masing-masing, sambil menunggu makanan di hidangakan mereka berbincang-bincang dengan sesekali bercanda dan tertawa bersama tanpa mereka sadari ada sepasang manusia yang masih merasa canggung.
" apa kalian akan mengadakan pesta pernikahan ?" tanya Maya
" enggak tante, kami melakukan acara sederhana saja " jawab Mita
" wah, seharusnya kalian mengadakan pesta, mamah sudah berungkali bilang sama Wahyu tapi dia nolak terus kan pah ?" ujar Maya meminta dukungan pada suaminya, sedangkan Mita dan Wahyu hanya tersenyum menanggapi.
" kalo boleh Mita tanya, kenapa kak Via tidak ikut bersama ?" tanya Mita, namun Maya dan Ryan hanya diam tak menjawab.
" dia sedang kurang enak badan " jawab Bimo
" hah... eh..., semoga kak Via lekas sembuh dan kita bisa berkumpul bersama " ucap Mita
uhhuuuukkk....uhhhuuukkk....
Bimo seakan tersedak salivanya sendiri, dan menatap Mita kilas, " mungkinkah jika kamu tau kebenaranya kamu akan bisa kembali lagi Mit ?" tanya Bimo di dalam hatinya.
" minum Bim " ucap Wahyu sambil menyodorkan segelas air putih.
*******************
hai terimakasih telah mampir dan membaca, terimakasih untuk kalian yang juga memberikan dukungan dengan like, komen dan vote ya ❤❤❤
gimana sih menurut kalian ceritanya masih nyambung gak ?
__ADS_1
kasih tau pendapat kalian di komentar ya, aku tunggu 😄