
sesuai dengan apa yang di katakan oleh sekretarisnya Mita kini bisa memiliki sedikit waktu longgar menikmati waktunya untuk melakukan beberapa hal yang sudah sangat lama tidak dilakukanya.
saat ini Mita tengah menikmati nyamanya berbagai perawatan untuk seluruh tubuhnya di salah satu salon rekomendasi dari Dewi.
setelah selesai Mita memutuskan untuk mengunjungi kesayanganya dan tidak lupa sebelumnya dia membeli bunga untuk dibawanya, setelah sampai di tempat Mita meletakkan bunga yang dibawanya dengan senyum tipis yang terukir di wajahnya.
" apa kabar jagoan mami ?" tanya Mita
" sebenarnya mami setiap hari kangen sama kamu, tapi maafkan mami karna mami lebih memilih menyibukkan diri dengan pekerjaan yang di titipkan opa kamu, kamu tau gak Faiz, papa kamu kemarin memaksa mami buat menerima lamaranya, dia lucukan ngelamar mami bukanya romantis tapi maksa hehe " ucap Mita disertai tetesan air mata
" maaf mami belum bisa mengontrol untuk tidak menangis, mami sangat ingin melakukan ini, bercerita dengan kamu yang sudah mulai besar, tentunya melakukan banyak hal, mami ikhlas, mami hanya kangen kamu "
" udah sore, mami harus pulang, ingat kamu baik-baik di surga bersama nenek ya, tunggu mami datang ya " ucap Mita lalu beranjak dari makam Faiz.
.
.
makan malam berdua dengan Alif sudah merupakan hal biasa baginya, namun hari ini terasa sedikit berbeda karna Alif yang terlihat gelisah dan gusar sejak tadi Alif mengajaknya untuk makan malam bersama.
" abang kenapa sih ?" tanya Mita
" abang gugup " jawab Alif
" gugup kenapa ?" tanya Mita
" abang mau bilang tapi kamu jangan marah ya ? abang gak bakal nerusin kalo kamu gak setuju " ucap Alif
" jangan bikin Mita penasaran deh bang " sahut Mita
" kalo abang mau serius buat nikahin anak gadis orang gimana ?" tanya Alif dengan gugup
Mita diam menatap lekat-lekat pada Alif seakan sedang mencari kejujuran dan keseriusan dari abangnya sebelum menjawab pertanyaan abangnya.
__ADS_1
" abang mau nikahin Anita ?" tanya Mita langsung membuat Alif tersedak saat sedang minum.
" kamu kok tau " sahut Alif spontan
" ya gak apapa kalo abang emang serius tapi jangan disakitin, apalagi abang sampek maksa dan egois " ucap Mita
" enak aja kamu jangan nyamain abang sama mantan suami brengsek kamu " sahut Alif dengan nada kesal
" siapa yang nyamain abang sih, Mita tu ngomong gitu karna Mita pernah ngerasain gak enaknya di posisi itu " jawab Mita
" iya maaf ya " ucap Alif
" jadi kamu setuju kalo abang mau nikahin Anita ?" tanya Alif
" iya, tapi abang tetep sayangkan sama Mita ?" tanya Mita
" tentu karna kamu tetap no satu di hati abang " jawab Alif
.
.
" selamat pagi calon istri " sapa Wahyu setelah Mita membuka pintu rumahnya karna mendengar bunyi bel yang berulangkali.
" udah sarapan belum ?" tanya Mita tanpa menjawab sapaan Wahyu
" belum, aku mau sarapan sama kamu " jawab Wahyu
" ya udah ayo masuk " ajak Mita yang diikuti Wahyu
" yaah kok ada abang sih di sini ?" tanya Wahyu saat melihat Alif sudah melahap sarapan
" kenapa, gak suka ? pergi sana !" ujar Alif
__ADS_1
" ya ampun bang sama adik ipar sadis amat " sahut Wahyu
" sorry gak pernah setuju tuh kamu sama Mita " ujar Alif
" udah ya kita lagi sarapan, kalo mau berantem jangan di rumah Mita " sahut Mita menghentikan perdebatan abang dan Wahyu
" yuk berangkat kerja bareng aku sayang " ajak Wahyu
" sialan udah main panggil sayang aja " gerutu Alif
" abang Mita berangkat duluan ya " pamit Mita sambil mencium pipi abangnya, Alif tersenyum melihat Wahyu yang meliriknya tajam.
" tunggu abang masih kangen sama kamu " ucap Alif kemudian mencium kening Mita, kedua pipi Mita dan saat akan mengecup bibir Mita dengan sigap Wahyu menarik Mita kedalam pelukanya.
" enak aja, biar abang kakaknya Mita tetap gak boleh nyentuh yang itu, ingat bang, abang pria dewasa menuju tua, dan adik abang sudah punya calon suami " gerutu Wahyu
" dari dia bayi juga udah sering aku cium " sahut Alif dengan senyum jahilnya yang sengaja membuat Wahyu kesal.
" beda bang ini udah pada dewasa, udah kamu berangkat sama aku aja " ujar Wahyu sambil menarik Mita keluar rumah membuat Alif terkekeh geli melihat tingkah cemburu sahabat adiknya.
" semoga kamu benar-benar bisa membahagiakan adikku Yu " gumam Alif yang kemudian bersiap untuk pergi kekantornya
.
.
seseorang yang sejak pagi sudah mengawasi keadaan rumah Mita, menghembuskan napas beratnya saat melihat Wahyu dan Mita keluar rumah bersama dengan Wahyu yang mengandeng Mita posesif hingga membukakan pintu mobil untuk Mita, dan mereka pergi bersama untuk bekerja.
" semoga kamu selalu bahagia Mita " gumamnya lirih.
********************
Jangan lupa untuk memberikan like, komen dan vote ya, biar aku bisa tetap semangat untuk nulisnya karna dukungan kalian semua, dan pastikan lambang hati kalian seperti ini ❤.
__ADS_1