
duduk berhadapan dengan gelisah itulah yang saat ini dirasakan Wahyu dan Mita, belum ada yang memulai pembicaraan diantara mereka berdua.
" ada yang mau kamu bicarakan ?" tanya Mita membuka suara
" aku mau ngajak kamu balik ke apartemen " jawab Wahyu
" aku belum bisa Yu " jawab Mita
" Mit aku kangen kamu, aku gak bisa tenang gak ada kamu, aku mengakui semua kesalahan aku, maafkan aku Mita, aku kacau tanpa kamu " ucap Wahyu
Mita diam memperhatikan suaminya, yang memang terlihat lebih kurus, dan sedikit berantakan, kantung mata yang terlihat sangat jelas dan wajah yang pucat.
" lalu aku harus gimana Yu ? kamu mau aku ngalah dengan hati aku yang masih jelas sakit Yu ?" tanya Mita
" bukankah kamu mencintaiku Mit ? bisakah kamu memaafkan aku Mit ?" tanya Wahyu
" Bukankah dulu kamu yang berjanji padaku Yu, mungkin hati ku bisa diam atau berbohong jika aku baik-baik saja Yu" jawab Mita
" katakan aku harus apa agar kamu mau memaafkan aku ? aku sudah sangat sulit dengan dengan kondisi ku sekarang, aku ingin kamu di samping ku " ujar Wahyu melepas emosi
" jangan membenatk ku Yu dan belajarlah dari kesalahanmu, tidak mudah melupakan begitu saja saat kamu dihianati Yu" ucap Mita
" kenapa ? jika memang kamu mencintai aku apa sulit memaafkan aku ? atau kamu berharap berpisah dari ku dan kembali pada Bimo " ucap Wahyu yang tak lagi bisa mengontrol perkataanya
__ADS_1
" WAHYU " sahut Mita
" APA !?" jawab Wahyu
" aku gak pernah berpikir ataupun terpikir untuk berpisah Wahyu, tapi kenapa kamu yang berpikir seperti itu ? apa kamu menganggapku sama seperti wanita-wanita yang sering kamu beri janji ?! " tanya Mita dengan suara yang melirih bahkan terdengar bergetar menahan kesakitan.
" Mita " lirih Wahyu dan bersimpuh di hadapan Mita menyesali ucapannya yang begitu saja terlontar.
" aku benar-benar hanya ingin kamu "
" maaf " ucap Wahyu
" kamu pulang dulu Yu, tenangkan pikiran kamu, aku bakal hubungin kamu secepatnya setelah aku merasa sedikit tenang " ucap Mita
" baiklah, jaga dirimu baik-baik, aku pamit " jawab Wahyu lalu melangkah keluar dari rumah Mita dan melajukan mobilnya dengan cepat.
.
.
Mita berjalan menuju taman yang biasa di datanginya bersama Faiz, lagi-lagi berharap hatinya akan tenang dan dapat memutuskan keputusan yang tepat.
tiba-tiba Mita berlari, mengarah pada seseorang yang sedang berdiri menatap kelangit dengan memejamkan kedua matanya, Mita menabrak tubuh kekar dan memeluknya erat, sedang si pemilik tubuh yang terkejut melihat kearah Mita yang sudah menengelamkan kepalanya di dada bidang miliknya.
__ADS_1
" Mita " ucapnya
" ada apa ?" tanyanya
" kak Bimo, tolong katakan padaku apa yang harus aku lakukan hiks..hiks....?" ucap Mita
" maksud kamu apa ?" tanya Bimo
" bohong jika kakak tidak tau, kenapa harus mengingatkan ku harus menghubungi mu jika aku membutuhkan sesuatu " jawab Mita, biarlah kali ini Mita merasa dirinya rendah dengan memeluk pria lain yang bukan suaminya, dia saat ini hanya butuh ketenangan.
Bimo ingin membalas pelukan Mita tetapi tangannya seperti tertahan oleh sesuatu, sangat ingin, bahkan ingin mendekap lebih erat dari yang dilakukan Mita.
" maaf " ucap Bimo yang ikut merasakan sakit hati Mita, haruskan Bimo berandai-andai kembali, bukankah dia sudah berjanji pada dirinya untuk tidak kembali egois, dan dia hanya bisa menepati janjinya pada Faiz untuk menjaga Mita, ya Bimo hanya harus membantu Mita sesuai janji pada anaknya agar jika mereka bertemu lagi nanti Bimo tidak mengecewakan Faiz.
************
aku seneng karna vote ya banyak jadi aku up lagi
kembali mengingatkan jika cerita ini berjalan dengan alur lambat,😁
terimakasih untuk kalian semua yang selalu setia untuk membaca, dan memberi dukungan dengan like, Komen dan Vote, Rate nya jangan lupa 😘😘😘.
Kalo besok votenya kenceng lagi aku bakal cepet up lagi kok.
__ADS_1
love U kakak-kakak yang cantik dan tampan ❤
jangan lupa baca cerita ku yang lainya, aku jugaenunggu kalian di sana 😘