
Seminggu sudah berlalu setelah mereka pulang dari Jepang, Wahyu yang sejak pagi sudah bersiap untuk menemui Alif dan ayah Hendra merasa gugup dengan perasaan yang tak menentu, sedang Mita pagi-pagi sekali dia sudah harus berada di kantornya, tanpa mengetahui rencana Wahyu.
Alif menatap datar kedatangan Wahyu tanpa berbicara, berbeda dengan Hendra yang sama sekali tidak tau dengan permasalahan yang di hadapi Mita.
" ayah, abang Wahyu kemari mau minta maaf sama kalian " ucap Wahyu
" apa kamu sudah meminta maaf pada Mita ?" tanya Hendra
" Wahyu meminta maaf pada Mita yah, dia mau menerima Wahyu kembali " jawab Wahyu
" ayah tidak tau permasalah kalian, tetapi jika Mita sudah menerima maaf dari kamu, maka ayah yakin itulah yang menjadi pilihan Mita, hanya jika kamu kembali menyakitinya, lebih baik kamu berpikir ulang, karna ayah tidak akan diam " ucap Hendra
" apa ayah mau memaafkan Wahyu ?" tanya Wahyu
" iya sama seperti Mita " jawab Hendra
" terimakasih banyak yah " ucap Wahyu
" ingat janjimu " ujar Hendra kemudian meninggalkan Wahyu dan Alif
" bang " panggil Wahyu yang mendapat tatapan tajam sejak tadi dari Alif
" aku maafin kamu asal kamu terima aku buat nginep dirumah sakit paling tidak seminggu " ujar Alif
" gak apa-apa asal abang mau maafin aku, dan gak ngejauhin aku sama Mita " jawab Wahyu
" bagus, besok datang ke gudang tua yang ada di ujung jalan, jam seperti ini " ujar Alif meninggalkan Wahyu
Wahyu menghela nafasnya, walau dia tau rasa kecewa dari keluarga tidak akan mudah untuk di hilangkan, setidaknya Wahyu sudah mendapat maaf dari keluarga istrinya.
.
.
" sayang " teriak Wahyu yang melihat Mita berjalan keluar gedung tinggi yang menjadi tempatnya bekerja, Mita tersenyum melihat Wahyu yang melambaikan tangannya dan berjalan cepat mendekati Wahyu.
" baru sampaikan ?" tanya Mita
" udah lumayan sih lima belasan menit " jawab Wahyu
" ya udah ayo " ajak Mita dan mereka masuk kedalam mobil, Wahyu benar-benar merasa bersyukur karna dia tetap menjadi pemilik senyum yang selalu merekah di wajah istrinya.
__ADS_1
" iya, halo " jawab Mita yang menerima panggilan telfon
" ......."
" baiklah, Mita coba tanya Wahyu dulu ya tante " jawab Mita dan mengakhiri panggilan telfon
" kenapa ?" tanya Wahyu
" tante Maya telfon, katanya Jihan sakit dan pengen ketemu aku, boleh ?" tanya Mita
" boleh, aku anterinya " jawab Wahyu
" iya, kita kerumah tante Maya " jawab Mita
sesampainya di kediaman Rahardian, Mita dan Wahyu di sambut oleh Maya, yang langsung mengajak Mita kekamar Jihan, dilihatnya gadis kecil yang tertidur dengan wajah pucat, dengan mulut yang sesekali mengigaukan memanggil-manggil mamahnya.
" tante, memang kak Via kemana ?" tanya Mita
Maya menatap Mita yang menunggu jawaban darinya dengan raut wajah yang bertambah sedih, " Bimo dan Via sudah lama bercerai " jawab Maya lirih
" apa?! " tanya Mita tak percaya
" mami " ucap suara gadis kecil yang baru saja membuka matanya
" sayang " jawab Mita dan langsung memeluk Jihan
" Jihan kangen di peluk, Jihan mau di peluk mamah, tapi mamah tidak datang, apa boleh Jihan peluk mami terus ?" tanya Jihan
" boleh, Jihan boleh peluk mami terus, sekarang berhenti menangis, anak pintar " jawab Mita sambil menghapus air mata Jihan
" mami " panggil Jihan
" iya sayang, ada apa ?" tanya Mita
" peluk " pinta Jihan, Mita tersenyum dan memeluk erat Jihan.
" selamat sore " sapa Wahyu yang baru saja masuk kedalam kamar Jihan
" om juga datang ?" tanya Jihan
" tentu, karna om juga merindukan keponakan om yang cantik ini " ujar Wahyu, dan Jihan berganti memeluk Wahyu.
__ADS_1
" Mit, apa boleh jika malam ini kalian menginap disini, dan besokkan hari Minggu, maaf bukan maksud mamah merepotkan kalian, tetapi mamah minta tolong demi Jihan " pinta Maya
" boleh dong, lagi pula Wahyu udah lama gak nginep disini " jawab Wahyu, membuat Maya menggeleng mendengar jawaban anaknya itu.
" mamah mintanya Mita bukan Wahyu " jawab Maya
" Mita nginep berarti aku juga nginep dong " sahut Wahyu yang tak mau kalah
" Mita ngikut Wahyu aja tan " jawab Mita
" ya udah, kamu bisa istirahat di kamar kamu dulu, dan disana juga masih ada barang-barang kamu, semuanya masih sama seperti dulu " ujar Maya
" terimakasih tante " jawab Mita sambil melirik Wahyu
" iya mamah ke bawah dulu menyiapkan makan malam " ujar Maya yang di angguki Mita
" kamu nginep disini aja dulu, sampai senin kamu kerja " ujar Wahyu yang teringat ucapan Alif jika besok pagi dirinya akan menerima hukuman dari Alif dan menginap di rumah sakit, Wahyu tidak mau istrinya merasa khawatir, lebih baik membuatnya sibuk menemani Jihan.
" enggak besok paling siang aku udah pulang" jawab Mita
" udah nurut sama suami pahalanya gede, disini dulu sampai Jihan bener-bener sehat " ucap Wahyu
" kamu kenapa sih, kok aneh ?" tanya Mita yang merasa curiga
" ya gak apa-apa, aku kasian aja sama ponakan aku, sampai sakit gini gara-gara kangen mamahnya, dan dia anggap kamu maminya " jawab Wahyu
" ya udahlah terserah kamu " sahut Mita
" mami sama om lagi ngobrolin apa ?" tanya Jihan yang sejak tadi diam
" papa panggil papa seperti abang Faiz " perintah Wahyu
" abang Faiz memanggil papa ?" tanya Jihan yang diangguki Wahyu dan Mita
" baiklah papa " ujar Jihan.
sepanjang sore Mita dan Wahyu menemani Jihan di dalam kamar, hingga waktu makan malam, Mita dengan telaten menyuapi Jihan membantu meminum obat dan menemaninya tidur, dan sejak kedatanganya dia sama sekali tak melihat Bimo, tetapi tak juga berani mencari tau, cukup di dalam hatinyalah dia merasa penasaran.
*******
Terimakasih sudah memberi dukungan, jangan lupa, like, komen dan Vote ya 😘😘😘
__ADS_1