
tangan Wahyu terulur mengusap rambut kepala Mita dengan sangat pelan, Wahyu duduk tepat di hadapan Mita, berharap Mita mau melihat kepadanya.
" Maaf " sebuah kata yang terucap dari bibir yang bergetar menahan rasa sesak di hati.
Wahyu membuka matanya yang sempat dia pejamkan, menatap Mita yang kini menatapnya dengan wajah pucat dan mata yang sedikit membengkak.
" maafkan aku Wahyu, yang begitu banyak memiliki kekurangan sebagai istri kamu, maaf aku mengecewakan mu, sejak awal aku memang tidak pantas menjadi istri kamu, Maaf " ucap Mita dengan bibir yang bergetar
" aku mohon, jika memang sudah tak menginkanku katakan saja, jangan meninggalkan luka yang sangat sakit, seperti sekarang, aku akan mengerti dengan keputusan kamu Wahyu " sambung Mita
" ampuni aku Mit, aku mohon jangan berbicara seperti itu " jawab Wahyu
" lalu aku harus bagaimana Yu ? hatiku sakit Yu, aku tidak tau sampai kapan bisa menahanya " jawab Mita dengan air mata yang terus berebut keluar dari sudut matanya.
" aku mencintai mu Mit, aku hanya mencintai mu, ampuni aku, ampuni aku " ucap Wahyu merengkuh tubuh mungil Mita kedalam pelukanya.
" aku mohon maafkan aku, aku salah menuruti kesenangan sesaat, aku bodoh, kamu boleh menghukum ku dengan cara apapun, aku mohon " ucap Wahyu
" kamu tidak mencintai ku Yu, jika kamu mencintai ku bukankah seharusnya sejak awal kamu akan memulai semuanya kamu mengingat ku, tetapi beberapa kali bahkan aku melihat semuanya sendiri " ujar Mita yang mulai tak bisa menahan emosinya.
" aku hanya mencintai mu " jawab cepat Wahyu
" katakan sejauh mana hubungan kalian Yu ?" tanya Mita
" Wahyu " teriak Mita
" kami tidak melakukan seperti apa yang kamu pikirkan Mit, kami hanya pergi makan, dan bertemu untuk sekedar jalan bersama " jawab Wahyu
" apa yang aku pikirkan Yu ?" tanya Mita
" aku takut kamu berpikir yang tidak-tidak tentang aku dan dia Mit " jawab Wahyu
" tentu saja pikiranku bercabang, karna aku cukup tau tentang dirimu Wahyu " sahut Mita
" maafkan aku " ucap Wahyu
" aku ingin membenci kamu Yu, dan kenapa di hidupku penuh dengan rasa benci ? aku benar-benar tidak mengerti kenapa hidup ini sangat sulit untuk ku " ucap Mita
__ADS_1
" apa sebenarnya yang kamu mau Yu?, kenapa kamu gak bilang sama aku, biar aku coba melakukan apa yang kamu mau ? kenapa harus ke wanita lain Yu ?" tanya Mita
" maafkan aku, aku hanya ingin kamu mencintai ku Mit,aku hanya ingin kamu cintai " jawab Wahyu di temani air mata yang mulai menetes
" kamu ingin aku mencintai kamu tapi kamu tidak mencintai ku !? " sahut Mita
" sangat, aku sangat mencintai kamu " jawab Wahyu
" dimana ?" tanya Mita
" maksud kamu ?" tanya Wahyu
" dimana cinta kamu ? bisa kamu perlihatkan ke aku ? kenapa aku gak bisa melihat ? kenapa aku gak bisa merasakan ? kenapa aku gak bisa menyentuhnya ? kenapa aku gak bisa mendengarnya ? " cerca Mita dengan pertanyaan dan menghapus air matanya
" yang aku tau aku hanya bisa mendengar beberapa kata dari kamu, sebuah kata gampang yang terucap dari bibir kamu, rasanya sudah seperti terlambat " ucap Mita
" tolong jangan seperti ini Mita " ucap Wahyu
" aku sudah sangat kenal kamu, aku juga sudah terlalu sering menerima hal manis dari kamu yang aku rasain, dan ini rasa pahit yang kamu kasih buat aku dan rasanya sangat sulit untuk menerima semuanya " ucap Mita
" jadi karna itu alasan kamu bohongin aku Yu ?" tanya Mita yang juga ikut berdiri menghadap Wahyu yang menatapnya.
Mita menggelengkan kepalanya teringat saat Bimo melontarkan hal yang sama padanya dulu saat mereka bertengkar, semakin yakin dengan pikirannya jika yang saat ini terjadi padanya adalah buah dari perbuatanya menjadi orang ketiga, Karma yang akhirnya menghampirinya.
" kamu tau Yu, awal menikah aku memang belum bisa memastikan hati aku, setelah satu bulan pernikahan saat aku melihat kamu dan perempuan itu pertama kali hatiku sangat sesak dan sakit, kamu menjelaskan semuanya aku mencoba percaya dan aku melupakan kejadian itu " ucap Mita menjeda dengan mengambil napas panjang menenangkan dirinya.
" karena aku ingin mencintai kamu dengan sepenuh hati ku, aku ingin masa depan ku, kamu dan anak kita nanti hanya disisi dengan kebahagian, dan aku benar-benar mencintai kamu, ketika aku sadar jika aku sudah sangat bergantung pada kamu, aku tidak ingin kamu jauh dari ku, aku hanya ingin kamu melihatku, aku ingin kamu menjadikan ku wanita satu-satunya yang kamu cintai, tapi...... " Mita menghentikan ucapannya dan menggelengkan kepalanya
" sepertinya aku yang terlalu berharap dengan ketulusan yang kamu janjikan " sambung Mita
" aku mengakui jika aku mencintai kamu " ucap Mita lagi
" Mita " ucap Wahyu yang langsung membawa Mita kedalam pelukan
" apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkan aku ?" tanya Wahyu
Mita melepaskan dirinya dari pelukan Wahyu dan menatap wajah Wahyu lekat-lekat " saat ini aku tidak menyalahkan mu karna berbohong pada ku, hanya saja biarkan aku sementara waktu untuk sendiri, biar aku mengintropeksi diri dan melihat apa saja yang kurang pada diriku sebagai sorang istri, jika mungkin terdapat banyak kesalahan dariku aku mohon maafkan aku nanti " ucap Mita dengan senyum tipis yang dipaksakan
__ADS_1
" kamu mau kemana ? kamu gak salah apa-apa, aku yang salah kamu jangan pergi, kita selesaikan masalah ini bersama, aku mohon jangan begini, jangan tinggalkan aku, jangan membuatku taku Mita " jawab Wahyu
" aku hanya ingin tinggal di rumah ku Yu, kamu masih bisa datang dan hubungi aku seperti biasa, aku hanya minta sedikit waktu untuk intropeksi diri, dan kalo kamu mau lakukan juga itu untuk diri kamu, setelahnya kita akan membahas bagaimana penyelesaian masalah ini " ujar Mita
" Mit tidak bisakah tetap disini ?" tanya Wahyu
" aku tidak mau jika nanti aku tidak bisa mengendalikan diri Yu, hanya sebentar " jawab Mita lalu melangkah menuju kamar mereka.
" Mit " ucap Wahyu dengan lirih, habis sudah kata-katany, permintaan maaf yang belum mendapat jawaban, bahkan tidak bisa tetap memaksa istrinya untuk bersama tinggal denganya, bodoh satu kata yang selalu berputar di kepalanya, penyesalan teramat sakit dihatinya juga di rasakan Wahyu.
kenapa Wahyu tidak bisa menyadari jika Mita mencintainya ? apa semua itu karna dirinya yang terlalu asik bermain api ? mengingat kembali dimana saat Mita akan membuka tutup botol saja meminta bantuannya, sudah dengan sengaja Mita bermanja padanya tetapi Wahyu tidak paham, bahkan banyak hal-hal kecil yang dikeluhkan Mita padanya bukankah itu sebagi bukti jika Mita sudah sangat bergabung padanya.
Wahyu masih melamun diposisi sekarang yang terduduk dengan tatapan kosong kedepan, Mita sudah keluar dari kamarnya dan berjalan mendekat pada Wahyu.
" aku pulang dulu, kamu jaga kesehatan baik-baik, jangan sampai telat makan " pamit Mita
" aku antar kamu Mit " ucap Wahyu
" aku sendiri aja, aku bawa mobil ku " jawab Mita, Wahyu mengangguk tak lagi berani memaksa Mita, dengan berat hati dia membiarkan Mita pergi, dan hanya bisa mengikuti Mita diam-diam dari belakang untuk memastikan jika Mita sampai dirumahnya dengan selamat.
****************
hai para pembaca yang selalu cantik dan tampan, apa kabar di hari senin kalian ?
rencana mau update pagi, apadaya ku jika dosen sudah menyuruh untuk bertemu menyelesaikan revisi 😅😂
( jangan di ingat ini curhat author ) 😂
selamat menikmati cerita hari ini, semoga hari kalian semua menyenangkan 😘
jangan lupa dukung dengan Like, Komen dan Vote
kalo Votenya banyak aku bakal Up lagi deh 🤓🤓
I LOVE YOU readers 😊
mampir juga ke karya ku yang lain ya, bisa klik profil aku ❤
__ADS_1