
langkah Mita sampai pada sebuah ruangan yang menjadi tempat berbaring seorang pria yang di tubuhnya banyak di tempeli beberapa alat medis.
" tante " panggil Mita pada Maya yang baru saja selesai dari kamar mandi
" ya ampun sayang, kamu gak seharusnya malam-malam datang kesini " jawab Maya melihat Mita datang dengan wajah penuh khawatir
" Mita khawatir tante " jawab Mita
" maafkan mamah yang terpaksa memberi kabar kamu, mamah gak mau menyesal nantinya, tapi seharusnya kamu bisa kesini besok bersama Wahyu, mamah gak mau ada salah paham nanti " ucap Maya
" enggak apapa tante, Mita yakin Wahyu gak bakal marah kok, Mita mau memastikan keadaan kak Bimo " jawab Mita
" tapi kamu sedang hamil sayang " sahut Maya tanpa ada jawaban lagi dari Mita, ya jika di pikir kenapa Mita harus bersikap berlebihan, menangis bahkan berlari hingga membawa mobil dengan begitu cepat, tanpa memikirkan keselamatannya terutama anak-anaknya.
" ya sudah kamu duduk dulu di sofa biar mamah ambilkan minum " ujar Maya yang di angguki Mita, sesaat Mita duduk ponselnya berdering membuyarkan lamanya dengan segera Mita menjawab panggilan dari suaminya.
" iya Yu " jawab Mita ketika panggilan mereka tersambung.
" kamu dimana ? aku pulang keapartemen kamu gak ada ?" tanya Wahyu
" aku di rumah sakit, aku ......"
" kamu sakit, di rumah sakit mana ?" sahut Wahyu tanpa menunggu ucapan Mita selesai
" bukan aku, kak Bimo kecelakaan, di rumah sakit A " jawab Mita dan setelahnya panggilan terputus begitu saja.
Mita mengabaikan ponselnya lalu beranjak dan berjalan mendekat pada Bimo yang terbaring di ranjang, menatap pada pria yang tak berdaya dengan mata terpejam.
.
.
Setelah mendapat kabar dari Mita, Wahyu langsung menyusul Mita kerumah sakit, disana Wahyu melihat Mita duduk di samping ranjang Bimo dengan diam dan mata yang terus menatap Bimo, ada rasa nyeri di hati Wahyu tetapi dengan cepat dia menepisnya, mungkin Mita hanya khawatir, pikir Wahyu.
" sayang " panggil Wahyu
Mita mengalihkan pandanganya dari Bimo ke suaminya ya berjalan mendekat padanya, Mita berdiri dari duduknya dan meminta Wahyu untuk memeluknya dan berharap menjadi lebih tenang.
" maafin aku, gak nunggu kamu datang aku langsung kesini ? aku khawatir sama kak Bimo " ucap Mita
__ADS_1
" kali ini aku maafkan, lain kali harus tunggu aku, ngerti " jawab Wahyu yang di angguki Mita.
" kamu datang Yu ?" pertanyaan Maya membuat Mita dan Wahyu melepas pelukan mereka
" iya, tadi Mita yang kasih kabar mah " jawab Wahyu
" akhirnya " ujar Maya, yang membuat sepasang suami istri bingung
" kamu mau juga manggil aku mamah, tinggal Mita aja yang belum bisa manggil aku mamah " jawab Maya yang mengerti kebingungan Wahyu dan Mita.
" ya maafkan Wahyu, karna Wahyu takut jika nanti Wahyu akan egois " jawab Wahyu dengan senyum.
" udah nih mamah bawakan teh anget untuk kalian " ujar Maya yang mengajak anak-anaknya duduk di sofa
" kenapa Bimo bisa kecelakaan mah ?" tanya Wahyu
" kalo dari hasil sementara katanya Bimo ngantuk yang menjadi penyebab utama, tapi mamah bersyukur setidaknya dia selamat walau belum tau kapan dia akan bisa sadar, mamah memberi kabar pada Mita, berharap jika dengan kehadiran Mita di sini akan memberi semangat untuk Bimo, maaf jadi merepotkan kalian? " ucap Maya
" sudah kita teruskan saja besok ceritanya lebih baik kalian pulang dan istirahat, dan terutama kamu Mita, kamu harus jaga baik-baik cucu-cucu mamah " sambung Maya
" tapi... "
" baiklah " jawab Mita kemudian mereka berpamitan pada Maya.
.
.
seminggu sudah Mita setiap harinya datang menjenguk Bimo di rumah sakit yang masih belum sadarkan diri, Wahyu setiap hari yang selalu mengantar jemput istrinya, bukan tidak cemburu hanya saja Wahyu tidak ingin melihat raut kecewa dari wajah istrinya jadi dia memilih untuk mengalah.
" kak Bimo kapan bangunnya sih ?" tanya Mita
" kak aku ada cerita mau dengerin gak ?" , " ya udah aku cerita aja ya "
Mita menceritakan saat pengalaman pertamanya hamil, saat masa ngidam yang ingin sekali makan roti bakar buatan Bimo, saat pertama kali merasakan pergerakan anak yang di kandungnya dan banyak hal lainya.
jangan menyalahkan Mita jika dia egois untuk menemani Bimo di rumah sakit, niatnya hanya ingin membantu, agar Bimo bisa segera sadar dan kembali seperti dulu, bagaimanapun hubungan mereka dulu, saat ini yang Mita tau mereka berteman.
" kak kamu harus cepat sadar, agar kamu bisa mencari dan bertemu dengan wanita yang kamu cintai dan mencintai kamu, agar bisa mengurus mu dan Jihan, jadi kamu harus semangat kak " ucap Mita
__ADS_1
benar Bimo memang memejamkan matanya tetapi dia medengar setiap percakapan yang ada di sekitarnya, seperti saat Bimo mendengar cerita Mita, bagaimana Mita sempat berharap jika dirinya berusaha mencari Mita dengan benar, saat Mita merasakan mengidam, dan saat Mita mengatakan jika Bimo harus mencari wanita lain yang mencintainya, hanya Bimo, Tuhan dan hatinyalah yang mengetahui jawabannya.
Mita mengusap lembut air mata yang menetes dari ujung mata Bimo, entah apa yang ada di dalam mimpi Bimo hingga dia menangis dengan keadaanya sekarang.
" aku pulang dulu, besok aku datang lagi untuk menjenguk kakak " pamit Mita yang sudah di jemput oleh suaminya, dan berganti Maya yang menjaga Bimo.
.
.
di perjalanan menuju apartemen Wahyu diam tak bersuara sama seperti Mita, sampai mereka sudah berada di dalam kamar dan membersihkan diri masing-masing.
" Wahyu dari tadi ngediemin aku ?" tanya Mita tapi tak ada jawaban dari Wahyu, sejak dari kantor Wahyu sudah sangat menahan kesal dan cemburu pada istrinya walau Wahyu tau lawannya saat ini seorang yang sedang tak sadarkan diri, tetapi Mita terlalu banyak menghabikan waktu untuk mantan suami yang jelas-jelas Wahyu tau masih mengharapkan istrinya, menururnya Mita sudah sangat keterlaluan apalagi dia sedang mengandung.
Wahyu memilih langsung masuk kedalam kamar, membiarkan Mita membereskan meja makan sendiri setelah mereka makan malam bersama, tak berselang lama Mita menyusul Wahyu yang sibuk dengan laptop di pangkuanya.
" Wahyu kok diem terus ? " tanya Mita yang duduk di sebelah Wahyu
" aku minta maaf kalo salah" ucap Mita sambil menjulurkan tangannya tetapi Wahyu masih fokus pada pekerjaanya, dan mengabaikan uluran tangan Mita
" Wahyu, kok di diemin terus sih ? aku sudah minta maaf, hiks....hiksss.... " tanya Mita yang kesal karna tak mendapat respon dari suaminya. " kamu kenapa sih ?" tanya Mita dan Wahyu masih diam.
" aku salah, aku minta maaf, jangan di diemin Wahyu, aku lagi hamil anak kamu, aku gak mau di diemin " ucap Mita dan lagi-lagi tak ada jawaban, baiklah mungkin Mita benar-benar sudah melakukan kesalahan yang begitu besar sampai suaminya tega mendiamkanya seperti itu.
Mita kemudian memilih keluar dari kamar dan duduk di sofa yang menjadi tempat dirinya biasanya bersantai menonton tv, hingga Mita tertidur di sofa dengan mata yang masih basah oleh air matanya.
Wahyu baru saja berjalan keluar dari kamar dan langsung mendapati istrinya yang tertidur di sofa, baru saja Wahyu berniat akan memindahkan istrinya, Mita sudah membuka matanya lebih dulu.
" ayo tidur di kamar " ajak Wahyu
" kamu marah sama aku ?" tanya Mita
" iya " jawab Wahyu
" aku sudah minta maaf " ucap Mita
*******
jangan bosen ya hanya menghadirkan konflik kecil, menuju eps-eps ........
__ADS_1
terimakasih yang selalu memberi dukungan, maaf jika beberapa hari tidak update, karna masih ada problem di dunia nyata 😊 😊