
malam di rumah keluarga Rahardian, Mita menemani kamarnya dulu saat masih tinggal dirumah itu, melihat tatanan kamar yang tidak berubah kembali mengingatkan kenangan saat masih bersama Faiz, bermain dan tertawa bersama di kamar ini, bertengkar dengan Bimo dan menangis dikamar ini, semua sudah masa lalu tak boleh terlalu diingat sekarang dirinya harus fokus pada masa depan dan suaminya.
Mita tersenyum saat Wahyu keluar dari kamar mandi dan berjalan kearahnya, " kenapa senyum-senyum ?" tanya Wahyu
" enggak aku seneng aja liat kamu " jawab Mita
" kamu capek ?" tanya Wahyu yang di angguki Mita
" ya udah ayo istirahat, besok kamu harus temani Jihan, dan besok aku ada kerjaan dan aku mau izin besok keluar kota beberapa hari karna ada pekerjaan ?" tanya Wahyu
" kamu beneran karna pekerjaankan Wahyu ?" tanya Mita
" iya, aku bakal sering-sering hubungin kamu kok " jawab Wahyu yang mengerti dengan kehawatiran istrinya.
" ya udah istirahat " ucap Mita sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur yang di ikuti Wahyu dan membawa Mita kedalam pelukannya.
" Mit " panggil Wahyu sambi mendongakkan kepala Mita, sedang Mita hanya menjawab dengan kedipan mata, Wahyu mencium Mita dengan memeluknya erat seakan takut jika Mita akan terlepas darinya, Mita memukul dada Wahyu karna Mita mulai kehabisan napas.
" kenapa ?" tanya Wahyu
" aku gak bisa napas " jawab Mita membuat Wahyu tersenyum mengulang untuk mencium Mita lagi, sampai akhirnya Mita meminta untuk berhenti dan berisitrahat, karna malam sudah semakin larut, dan akhirnya mereka tidur tanpa ada kegiatan lain selain ciuman yang cukup lama.
__ADS_1
.
.
pagi-pagi sekali suara ribut sudah terdengar dari arah dapur tepatnya di meja makan, dengan adanya Mita entah mengapa membuat Jihan begitu semangat untuk ikut sarapan di meja makan walau kondisinya belum benar-benar pulih, dengan manjanya Jihan meminta Mita untuk menyuapinya.
" apa hari ini mami akan menemani Jihan ?" tanyanya
" iya, karna papa mu ada pekerjaan keluar kota makan mami akan menemani mu sayang " jawab Mita
" yyyeeeeeyyy, apa boleh kita bermain ?" tanya Jihan
" tentu, tetapi setelah Jihan sehat dan tidak sakit lagi " jawab Mita
" aku mau berangkat sekarang Mit " ucap Wahyu yang sudah berpamitan pada Ryan dan Maya lebih dulu
" ya udah aku antar kedepan " ujar Mita
" mami temani papa kedepan dulu. Jihan lanjutkan makanya " ucap Mita sambil mencium gemas pipi Jihan
" papa kerja dulu, kamu harus lekas sembuh, dan nanti kita bermain bersama " ucap Wahyu
__ADS_1
" kamu hati-hati ya Yu, jangan lupa kabarin aku " ucap Mita
" iya sayang, aku pasti bakal kangen banget sama kamu, kamu juga jaga diri baik-baik selama aku gak ada " ujar Wahyu
" aku disini kan nemenin Jihan sesuai kemauan kamu " jawab Mita dan anggukan kepala sebagai jawaban Wahyu.
" ya udah aku berangkat dulu " ucap Wahyu lalu mencium kening Mita
.
.
Wahyu menepati ucapannya bertemu dengan Alif di gudang kosong yang berada di ujung jalan perumahan, Alif datang di temani asitenya Yoga, tanpa banyak bicara Alif yang sudah tidak sabar melihat Wahyu langsung menghadiahi pukulan-pukulan hingga membuatnya puas, tunggu jika di katakan puas dia masih belum puas mengingat bagaimana sakit hati adiknya, Alif kembali memutar tubuhnya dan melabuhkan sekali lagi pukulan tepat di wajah Wahyu, hingga Wahyu tidak sadarkan diri, Wahyu memang tak melawan mengingat jika ini pantas didapatkanya atas segala perbuatanya.
Yoga yang melihat adegan kekerasan dihadapanya hanya bisa meringis menahan rasa ngilu dan sakit yang dibayangkanya, setelah Wahyu tak sadarkan diri, Yoga membantu membawa Wahyu kerumah sakit, sedang Alif sudah pergi entah kemana.
Yoga yang tidak tega meninggalkan Wahyu sendiri di rumah sakit akhirnya memilih menemani Wahyu, bagaimanapun dia juga sangat mengenal Wahyu, melihat kondisi Wahyu yang babak belur, warna biru keunguan dan memar hampir di setiap wajahnya belum lagi di tubuhnya membuat Yoga lagi-lagi menggelengkan kepalanya.
ngeri itulah yang dipikirkan Yoga, berbeda sekali marahnya seorang kakak laki-laki dengan kakak perempuan, apalagi Yoga tau bagaimana Alif begitu menyayangi adiknya, bahkan Yoga teringat sosok Meri yang membuat masalah dulu di kantor dan saat di acar pesta yang mengakibatkan pertengkaran Bimo dan Mita, Alif benar-benar memutus dan menghancurkan bisnis keluarga Meri bahkan karir Meripun ikut hancur, Yoga semakin ngeri dan berharap dirinya tidak melakukan kesalahan pada bosnya itu.
*********
__ADS_1
maafkan jika cerita tidak menarik, karna saya kembali kurang semangat, mungkin akan agak lambat untuk update selanjutnya tetapi tetap mengusahakan.
jangan lupa dukung cerita ini dengan like, komen dan Vote ya 😘 ❤