Alasanku Cinta

Alasanku Cinta
bonus 3


__ADS_3

" Wahyu kamu dimana ? " tanya Mita saat panggilan telfonya sudah tersambung


" ya di kantor sayang, kenapa ?" jawab Wahyu


" perutku sakit, kayanya mau lahiran, apa aku kerumah sakit sekarang atau nunggu kamu ?" tanya Mita sambil sesekali meringis menahan sakit di perutnya yang mulai merasakan kontraksi.


" tung......." panggilan tiba-tiba terputus saat Mita menjatuhkan ponselnya begitu saja, untuk mengusap lembut perutnya.


" sabar ya sayang kita tunggu papa datang, kalian udah gak sabarnya mau ketemu mami dan papa ?" tanya Mita pada perut buncitnya.


air mata Mita mulai menetes menahan rasa sakit, sudah lima belas menit berlalu tetapi Wahyu tak juga sampai di rumah mereka.


" mami ada om Alif " teriak Jihan dari luar pintu kamar Mita


" Ji----han " ucap Mita tertahan


" kamu kenapa ?" tanya Alif yang sudah berada di dalam kamar adiknya, karna sejak tadi perasaannya yang tidak nyaman dan terus teringat oleh adiknya membuat Alif lebih memilih mengunjungi adik kesayanganya.


" perut Mita mules bang " jawab Mita dengan wajah yang memucat.


" ayo kerumah sakit " ucap Alif sambil berusaha menggendong adiknya, walau terasa lebih berat dari biasanya tetapi Alif tetap tidak mengizinkan Mita berjalan sendiri, tidak mau membuat adiknya merasa kesakitan lebih lama, Alif berteriak meminta Jihan membukakan pintu rumah dan mobil, lalu melaju menuju rumah sakit.


.


.


di rumah sakit Alif sudah di temani dengan istri dan ayahnya, sedang Mita berada di ruang bersalin, beberapakali Alif menyarankan untuk melakukan oprasi mengingat bayi yang di kandung adiknya kembar, sedang Mita bersikeras bisa melahirkan normal, hingga dirinya harus menahan sakitnya kontraksi yang di alaminya.


berulang kali Ita berusaha menghubungi Wahyu, tersambung tetapi tak ada jawaban maupun respon, hingga membuatnya merasa kesal, dan memberikan berbagai macam umpatan pada iparnya itu, sedang ayah Hendra duduk diam di kursi tunggu penuh rasa khawatir, berbeda dengan Alif yang terlihat sangat gelisah dan gugup, teringat saat Mita melahirkan Faiz dulu, adiknya sempat mengalami koma, dia takut dan semoga hal itu tak terjadi lagi.


Maya dan Ryan datang bersama dimana keluarga Mita berkumpul untuk mengetahui keadaan Mita, hingga dua jam berlalu masih belum ada kabar Wahyu akan datang ke rumah sakit, bahkan saat tadi ponselnya masih bisa di hubungi tetapi saat ini justru tidak dapat di hubungi sama sekali, membuat Alif menahan geram di hatinya.


Hingga Wahyu datang dengan langkah gontai, menatap satu persatu anggota keluarganya.


Buugh....

__ADS_1


satu pukulan melayang tepat di wajah Wahyu, " lebih penting urusan kamu apa Mita yang akan melahirkan anak kamu HAH " bentak Alif, Wahyu yang semula menatap sengit pada Alif seperti tersadar jika tujuannya kerumah sakit karena istrinya akan melahirkan buah cinta mereka.


" dimana Mita bang ?" tanya Wahyu


" di dalam sana " jawab Alif sambil menunjuk ruang bersalin, dan tanpa bertanya apapa lagi Wahyu langsung menerobos masuk kedalam ruangan, untuk melihat istrinya.


.


.


" sayang " ucap Wahyu sambil mengusap puncak kepala istrinya.


" kamu kemana aja ?" tanya Mita yang terisak, memang sejak tadi dia menunggu kedatangan suaminya dan tidak mau di temani orang lain selain Wahyu.


" maafin aku, aku telat, maaf " jawab Wahyu yang terus mengusap puncak kepala istrinya dengan lembut dan khawatir.


" bagaimana dokter ?" tanya Wahyu pada dokter yang siaga di dalam ruangan Mita


" aaakkhhhhh " teriak Mita " sakit Wahyu, hikss....hikss...." ucap Mita dengan tangan yang semakin kuat mencengkram lengan Wahyu dan menarik kemeja yang Wahyu pakai.


" baiklah, sebentar lagi bayi akan lahir " ucap Dokter


Mita menahan rasa sakit dengan menggigit kuat bibirnya sendiri, menahan suara agar tidak berteriak, Wahyu meneteskan air matanya melihat perjuangan istrinya bertaruh nyawa demi anak mereka, saat Mita mulai mengejan bersamaan dengan Wahyu yang semakin terisak dan menangis yang bersahutan dengan Mita, segala macam doa mereka panjatkan kepada Tuhan agar di beri kelancaran saat melahirkan.


anak pertama mereka telah lahir, seorang bayi laki-laki, dan berselang lima belas menit kemudian bayi kedua mereka yang berjenis kelamin perempuan juga lahir, perawat yang membantu Mita melahirkan membawa twins untuk di bersihkan, sedang Wahyu masih menangis memeluk istrinya yang kelelahan, " maaf, maaf, maaf " ucap Wahyu berulang kali karena ini pertama kalinya untuk Wahyu menemani ibu melahirkan, dan terlihat sangat menyakitkan dengan segala perjuangan.


Wahyu melonggarkan pelukannya, menatap wajah lelah istrinya, di lihatnya Mita yang tersenyum tipis namun sangat tulus, Wahyu mengusap kepala Mita untuk menghilangkan keringat yang memenuhi kening istrinya, di kecupnya kening Mita " terimakasih, aku sangat mencintai kamu " ucap Wahyu setelah mendaratkan ciuman di seluruh wajah istrinya.


" DOKTER " teriak Wahyu tiba-tiba mengejutkan dokter yang sedang melakukan perawatan pada Mita setelah melahirkan


" ada apa pak ?" tanya dokter


" kenapa istriku terpejam ?" tanya dengan wajah memerah menahan emosi


" ini hal wajar pak, karena ibu kelelahan " jawab dokter

__ADS_1


" baiklah, maafkan saya terlalu khawatir " ucap Wahyu kemudian dan teruse memandangi wajah istrinya.


" tidak apapa pak " jawab dokter dengan senyum ramahnya.


.


.


( kejadian bersamaan dengan Mita yang berjuang melahirkan)


sementara di ruangan lain, seorang pria tengah berjuang bertaruh nyawa bersamaan dengan Mita saat berusaha melahirkan anak-anaknya, dokter berulangkali melakukan tindakan agar dapat membantu keselamatan pasiennya yang sudah mulai berada di titik akhir kehidupannya, sempat kehilangan detak jantung tetapi Tuhan masih memberikan kesempatan untuk kembali berdetag bersamaan dengan lahirnya seorang bayi laki-laki di ruang bersalin yang di tempati Mita, dan lima belas menit kemudian pria yang sudah lama koma selama beberapa bulan itu membuka matanya bersamanya dengan bayi perempuan yang di lahirkan Mita.


dokter melakukan pemerikasaan secara menyeluruh dan seperti sebuah keajaiban, semuanya hasil dari pemeriksaan normal yang menandakan pasienya benar-benar pulih.


" selamat pak, anda benar-benar mendapat sebuah keajaiban " ucap dokter dengan senyumnya.


Bimo ya dia Bimo yang baru saja kembali dari tidur panjanganya, dia mengedarkan pandangan nya keseluruh ruangan, tak ada keluarga atau siapapun yang menemaninya, hanya dokter dan beberapa perawat, bahkan seorang perawat harus menyusul Maya dan Ryan ke ruangan Mita dan mengabarkan jika anak mereka telah sadar.


Maya dan Ryan dengan cepat kembali ke ruangan anak mereka dan melihat Bimo yang sudah duduk di atas ranjang rumah sakit, mereka berdua segera memeluk Bimo dan berulang kali mengucapkan kata syukur kepada Tuhan, masih memberikan kesempatan sekali lagi kepada anak mereka satu-satunya.


" mah, pah " ucap Bimo sambil menatap kedua orang tuanya yang menangis haru


" ada apa, apa ada yang sakit atau ada yang kamu inginkan ?" tanya Maya


" dimana Mita ?" tanya Bimo


Maya dan Ryan saling menatap bingung, " kenapa kamu mencari Mita ?" tanya Maya, ya mereka berdua belum sempat bertanya pada dokter bagaimana hasil dari pemeriksaan Bimo, walau dinyatakan sudah sembuh hanya menunggu pemulihanya.


" Bukankah seharusnya dia ada disini " jawab Bimo


****************


aku datang, hayoooo jujur kalian kangen sama aku kan ????


iyain aja biar authornya seneng 😂 😂 😂

__ADS_1


apa kabar ? kalian masih semangat kah ? mau berapa tambahan bonus lagi ?


jangan lupa selalu berikan dukunganya, dan terimakasih banyak untuk yang sudah memberikan dukungan LoVe U 😘


__ADS_2