Alasanku Cinta

Alasanku Cinta
eps 13


__ADS_3

Ada rasa hampa di dalam hati Mita saat memilih kebaya yang akan digunakan untuk pernikahanya nanti, Mita tetap berusaha menutupi semua perasaan gelisahnya dengan terus tersenyum pada Wahyu yang terlihat sangat antusias memberikan pilihan warna kebaya.


kenapa walau sudah begitu lama bersama tetap sangat sulit untuk menghadirkan cinta didalam hatinya ? padahal pria yang saat ini akan menikahinya sudah sangat baik dan membuat Mita merasa nyaman ? Mita sudah berulang kali meyakinkan hati dan pikirannya agar mencintai Wahyu, tetapi semua itu tidak mudah, kenapa ? ada apa dengan Mita ? bukankah Wahyu pria yang selalu ada untuknya ?


apakah Mita masih mencintai Bimo ? pria yang banyak memberikan kekecewaan tetapi masih begitu tegak dihatinya ? pria yang entah apakah sekarang masih sesekali mengingatnya ? bodohkah masih menyimpan rasa itu ? tidak, semua itu tidak boleh terus diingat Mita karna sekarang Wahyu yang harus diutamakanya dari hati karna sebentar lagi Wahyu akan menjadi suaminya.


Wahyu mengipaskan tangannya di hadapan wajah Mita, " Mit, Mita kamu kenapa ? " tanya Wahyu


" sayang, kamu kok bengong sih ?" panggil Wahyu dengan tangan yang langsung mengusap pipi Mita


" kenapa ?" tanya Mita saat kesadarannya sudah kembali


" kamu yang kenapa, kok ngelamun ?" tanya Wahyu


" hah, aku gak apa-pa kok Yu " jawab Mita


" ya udah ayo kita pulang aja, kayanya kamu kecapean banget " ajak Wahyu yang sebenarnya sedikit kecewa pada Mita


" kebaya udah di pilih ?" tanya Mita yang membuat Wahyu semakin jengkel


" besok aja sekarang pulang aja " jawab Wahyu


" kamu kenapa sih Yu ?" tanya Mita yang mulai merasa tidak nyaman dengan sikap Wahyu


" gak apa-apa " jawab Wahyu sambil berjalan keluar butik tanpa menunggu Mita


Mita menghela napasnya dan menatap si pemilik butik dengan perasaan tidak nyaman " tante Devi maaf ya, nanti Mita kesini lagi deh, dan sebelum kesini Mita hubungin tante aja " ucap Mita


" gak apa-pa sayang, andai aja Cala di Indonesia dia pasti seneng banget akhirnya sahabatnya ini menikah " jawab Devi dengan senyum getir ternyata mengingat bagaimana hidup anaknya.

__ADS_1


" heemmm, Mita juga kangen banget sama Cala, semoga Cala juga selalu bahagia dan kami bisa lebih sering bertemu seperti dulu " ucap Mita sambil tersenyum


" ya udah sana susulin dulu calon suami kamu, nanti hubungin tante aja " ujar Devi yang tak ingin larut dalam pembahasan mengenai anaknya.


" siap tante, Terimakasih ya tante " ucap Mita yang di angguki Devi.


.


.


Mita masuk kedalam mobil dan duduk di sebelah Wahyu yang sudah menunggunya, tanpa berbicara Wahyu langsung menjalankan mobilnya dan membuat Mita merasa heran.


" kamu kenapa sih Yu? kok ngediemin aku ?" tanya Mita


"......."


" ya udah kalo kamu mau diem-dieman, sekalian aja jangan ngomong, aku cari kak Arga aja buat jadi suami " ucap Mita yang mulai kesal dengan sikap Wahyu


Wahyu masih diam mengabaikan Mita, entah kenapa dia merasa sangat kesal saat Mita lebih memilih melamun dari pada memperhatikanya yang sibuk sendiri memberi rekomendasi warna kebaya untuk Mita, Wahyu menebak-nebak apa yang dipikirin oleh Mita, dan sekarang wanita di sebelahnya malah dengan sengaja menyebut nama pria yang menjadi sainganya dan menambah tingkat kekesalanya menjadi maksimal.


Wahyu melirik Mita yang sibuk dengan hpnya dengan sesekali tersenyum, senyum yang selalu membuat Wahyu terpesona, yang selalu menjadi penyemangat, senyum yang akhirnya meluluhkan hatinya dari hanya rasa sayang menjadi tulus mencintai.


" halo, ada apa kak Arga ?" tanya Mita yang sedang menjawab panggilan telfon


baru saja merasa sedikit lega karna melihat senyum manis wanitanya, Wahyu malah dibuat kesal lagi mendengar Mita menyebut nama rivalnya.


" ya Tuhan Wahyuuu " teriak Mita akibat terkejut karna Wahyu memberhentikan mobilnya secara mendadak.


Wahyu yang kesal merebut hp Mita dan melemparnya ke bagian belakang mobil, Wahyu kemudian memerangkap Mita diantara himpitan tubuhnya dan sandaran jok mobil yang membuat Mita tidak dapat bergerak, tatapan tajam yang di berikan Wahyu membuat Mita bergidik dan berusaha mengalihkan tatapanya kesana kemari.

__ADS_1


" kenapa diam sekarang ?" tanya Wahyu dengan terus menatap tajam Mita


" aku.... aku... ka kamu bisa minggir dulu gak Yu ?" tanya Mita


" kamu sengaja mau bikin aku kesel dengan telfon pria itu, dan sejak kapan kamu jadi gagap ?" tanya Wahyu


" aku juga gak tau kak Arga yang tiba-tiba telfon ngasih tau aku kalo nanti malam mau main kerumah ayah " jawab Mita


Wahyu tidak menjawab lagi tetapi langsung menyerbu bibir seksi berwarna pink milik Mita tanpa permisi, *****at dengan salah satu tangan menahan tengkuk Mita agar dapat mempermudah ciumannya semakin dalam, Mita yang mendapat serangan tiba-tiba mebulatkan matanya tertegun sesaat kemudian dia mencoba mendorong Wahyu tetapi himpitan Wahyu sangat sulit membuatnya bergerak.


setelah puas dengan ciumanya Wahyu menatap Mita yang masih berusaha mengumpulkan oksigen dengan sesekali memejamkan matanya tanpa mau menatap Wahyu.


" ini hukuman buat kamu, jadi jangan sampai kamu menyebut nama pria lain, selain aku, bang Alif, ayah Hendra dan om Ryan " bisik Wahyu kemudian kembali duduk keposisinya dan mulai menjalankan mobilnya lagi.


Mita memalingkan tatapanya, melihat jalanan yang dilaluinya tanpa suara, setetes cairan bening meluncur melewati wajah cantiknya. entah Mita yang terlalu berlebihan atau bagaimana ? Mita merasa seperti di paksa dan di perlakuakn semaunya dengan perbuatan Wahyu tadi, rasa trauma dan takut pada perbuatan kasar belum benar-benar hilang dalam ingatannya, mungkin Mita terlihat egois tetapi sungguh sangat sulit baginya untuk berdamai dengan masa lalu, Mita berusaha tentu saja dia berusaha untuk melupakan bahkan jika bisa dia ingin semua kejadian buruk dimasalalu hilang dari ingatannya, tetapi harus bagaimana lagi, Tuhan masih menyisakan kenangan buruk kejadian-kejadian itu di ingatannya.


" sudah sampai Mit, ayo turun " ajak Wahyu sambil mengusap lembut kepala Mita, secara reflek Mita menepis tanga Wahyu dengan kasar.


Mita mengusap air matanya dan membuka pintu mobil, tanpa menunggu Wahyu yang masih terdiam setelah Mita menepis tangannya, Wahyu kemudian menyusul Mita dengan cepat masuk kedalam rumah Mita.


*****************


hai... hai.... temen-temen pembaca, Terimakasih sudah mau mampir dan membaca cerita ini, dan sangat-sangat Terimakasih untuk readers yang mau memberikan like, komen dan vote, jangan lupa bintang yang ada di depan ya hehe 😊😊


dua hari tidak membuka aplikasi ini ternyata bikin aku kangen banget, sama kalian temen-temen readers, sama novel yang aku baca juga πŸ˜† beruntung kesibukan sudah mulai berkurang di dunia nyata author πŸ˜† ( aku curhat colongan yaπŸ˜…πŸ˜†)


tetapi mungkin sampai minggu depan aku akan jarang update, untuk benar-benar menyelesaikan kesibukan di dunia nyata, semoga saja teman-teman masih mau mampir dan membaca cerita yang aku tulis 😘.


salam sayang dan peluk dari aku untuk kalian semua πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ€— jangan lupa selalu jaga kesehatan kalian ya readersπŸ€—

__ADS_1


__ADS_2