
setelah makan malam Mita mencoba menghubungi Wahyu kembali dan kali ini tersambung, membuat Mita merasa sedikit tenang dan lega bersamaan
" Wahyu " panggil Mita ketika panggilan sudah terjawab
" maaf tetapi aku Reza bukan Wahyu, dia baru saja tertidur karna pengaruh obat " jawab Reza
" obat ? maksud mu Wahyu sakit ?" tanya Mita
" iya, dia sedang dirawat di rumah sakit A " jawab Reza
" baiklah aku akan segera kesana " ucap Mita dan memutuskan sepihak panggilanya.
Mita bergegas untuk pergi kerumah sakit dengan melajukan mobilnya, hampir satu jam perjalanan akhirnya Mita sampai di rumah sakit, dan menanyakan ruangan rawat Wahyu, setelah mengetahui di mana ruangan Wahyu Mita berjalan cepat dan masuk tanpa mengetuk pintu.
" Wahyu " ucap Mita saat melihat Wahyu ya g baru saja berusaha untuk bisa duduk di bantu oleh Yoga dan Reza
" kamu kok disini ?" tanya Wahyu dengan ringisan menahan sakit pada bibirnya
" tadi aku telfon kamu, dan Reza bilang kamu sakit " jawab Mita sedang Wahyu langsung menatap raja dokter sekaligus temanya yang tersenyum lebar menampilkan deretan giginya
" aku kira istri kamu udah tau, jadi ya aku angkat aja " jawab Reza santai
" kamu kok kaya habis di pukulin ? kamu gak kecelakaankan ? atau kamu gak lagi di gebukin sama pacar atau suami orangkan Wahyu Mahesa ?" tanya Mita dengan delikan tajam
" apasih sayang aku gak apa-apa, aku cuma jatuh " jawab Wahyu yang kesal dengan pertanyaan Mita, sedang Reza dan Yoga menahan tawa.
" oh jatuh " sahut Mita " mau jujur atau aku cari tau sendiri " ancam Mita
" nanti aku cerita, bibir ku masih sakit banget dan perih kalo banyak ngomong " jawab Wahyu
__ADS_1
" bang Yoga ngapain disini ?" tanya Mita yang mulai curiga tak biasanya melihat Yoga yang akrab dengan Wahyu
" di suruh abang kamu nemenin Wahyu " jawab Yoga
" kalo kamu Reza ?" tanya Mita
" kan aku dokternya " jawab Reza
Mita menatap tajam pada Wahyu, Yoga dan Reza, merasa aura ruangan sudah mulai berubah, Wahyu meminta pada Reza agar membantunya kembali berbaring, sedang Yoga yang merasa sudah tidak nyaman dengan tatapan tajam Mita mulai mencari alasan untuk bisa pergi dari ruangan itu.
" Wahyu, jangan lupa obatnya diminum ya, dan obat olesnya harus rutin agar lebamnya cepat sembuh " ucap Reza
" mangkanya jangan nyakitin adiknya macam, untung masih hidup " ucap Reza lirih, sedang Wahyu melirik tajam pada Reza,
" Mita aku keluar duluan ya, masih ada pasien " pamit Reza tanpa menunggu jawaba sudah berlari lebih dulu, dan tinggalah Yoga dan Wahyu.
" Mit aku pamit pulang ya karna sudah ada kamu yang menemani Wahyu " ucap Yoga
" aku gak tau apa-apa Mit, aku di suruh Alif buat nemenin Wahyu aja " jawab Yoga
Mita membuka tasnya dan mengeluarkan ponselnya, " telfon ayah aja " ucap Mita yang tahu jika Yoga tak akan berani berbohong jika sudah berurusan dengan Hendra.
" jangan, aku ceritain " cegah Yiga yang tak ingin kena marah bosnya, jika Alif mungkin dirinya masih bisa mengelak tetapi jika dengan Hendra sudah pasti dia akan semakin merasa tak enak hati
" Wahyu babak belur di pukulin Alif, lalu aku memgantarnya ke rumah sakit " ucap Yoga
" ya udah bang Yoga terimakasih udah mau jagain Wahyu, abang pulang aja istirahat " ucap Mita dengan helaan napas
" oke, Wahyu lekas sembuh ya, selamat menikmati waktu berdua, aku balik " ucap Yoga dengan senyum lebar dan mengedipkan sebelah mata pada Wahyu yang menatapnya tajam sejak tadi.
__ADS_1
setelah Yoga pergi dari ruang rawat Wahyu, Mita menatap datar suaminya yang tersenyum padanya, " jadi bohong sama istri ?" tanya Mita
" enggak kok " jawab Wahyu
" ini oleh-oleh dari luar kota ?" tanya Mita dan Wahyu hanya menampilkan deretan gigi putihnya.
" seharusnya bang Alif, patahin salah satu tangan kamu atau kaki sekalian " ucap Mita membuat Wahyu menatap istrinya ngeri
" kamu sayang sama aku kan Mit ?" tanya Wahyu
" iya " jawab Mita
" kok tega sama aku ?" tanya Wahyu
" aku sih gak tega Yu, tapi yang di lakuin abang Alif bener juga, biar kamu paham kalo yang kamu sakitin bukan cuma aku tapi banyak hati yang lain " jawab Mita
" maafin aku " ucap Wahyu
" udah, kamu istirahat, aku temani " ucap Mita yang tidak ingin melanjutkan obrolan
" sini kamu naik, kita tidur sama-sama " ajak Wahyu
" aku di sofa aja, aku gak mau sampai senggol kamu, malah bikin tambah parah, udah buruan tidur " ujar Mita yang di angguki patih oleh Wahyu.
Mita meringis melihat wajah Wahyu tidak membayangkan bagaimana abangnya bisa begitu memberikan memberikan pukulan pada Wahyu, setelah memastikan Wahyu tertidur dengan nyenyak, Mita memposisikan dirinya di sofa yang ada dan mulai terlelap, hatinya sudah cukup tenang dengan bertemu Wahyu, walau melihat keadaan Wahyu yang babak belur.
**********
semoga Wahyu lekas sembuh ya, author gak bayangin gimana wajah Wahyu yang bonyok ππΌππΌ
__ADS_1
ada yang mau jenguk Wahyu ?
dukung Teruslah cerita ini, kalo berkenan mampir di w'novel& watt'pad disana ada cerita karya author juga, lebih detail bisa tanya di grup ya π