Alcoholic Anoymous

Alcoholic Anoymous
BAB 13 CURHAT


__ADS_3

Kenzo pun kembali ke kamarnya lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelahnya ia memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah setelah jalan-jalan bersama Clara.


***************


Pagi hari mulai menyapa, matahari yang mulai naik menyinari seluruh bumi dan meganggu siapa saja yang masih terlelap dalam tidurnya, termasuk Kenzo yang masih merasa lelah karena kemarin mengajak jalan-jalan kekasihnya.


Namun hal tersebut membuat hatinya merasa senang karena baginya menemani kekasihnya jalan-jalan dan membuat kekasihnya bahagia adalah suatu yang tidak sia-sia ia lakukan.


Mata Kenzo mulai mengerjap dan pelahan membuka lalu tangannya mengalangi mukanya dari sinar matahari yang menelusup dari sela-sela jendela kamarnya.


Kenzo yang mulai bangun membersihkan dirinya ke kamar mandi lalu bersiap-siap memakai baju kerjanya, setelahnya ia menuju ke ruang makan.


Di ruang makan sudah ada kedua adiknya dan orangtuanya.


"Pagi ma, pa, Pixie, dan Piu," sapa Kenzo.


"Pagi Kenzo," sapa semuanya berbarengan.


merekapun memulai makan paginya dan disela-selanya sambil berbincang mengenai pertunangan Kenzo dan Clara.


"Kenzo bagaimana persiapan tunangan kamu?" tanya John.


"Sudah hampir kelar pa, pakaian dan cincin yang dipakai udah dibeli pa," jawab Kenzo.


"Kalau gedung dan undangan sudah siap?" tanya Jenny.


"Untuk gedung dan undangan belum dipesan kemungkinan akan di Hotel Arya dan undangan akan aku segera pesan ma," jawab Kenzo.


"Oke segera kamu pesan ya hotel dan cetak undangannya," ucap Jenny.


Merekapun akhirnya melanjutkan makannya lagi dan setelah selesai makan mereka semua mengerjakan kegiatan mereka masing-masing termasuk Kenzo yang langsung ke perusahaanya.


*******************


Kenzo yang sudah sampai di Kantornya langsung menuju kantornya. Sambil mengerjakan tugasnya dia masih kepikiran soal pria yang sering bersama Clara, sehingga ia memutuskan untuk menghubungi sahabatnya Steven.


Kenzo mengambil handphonenya dan segera menghubungi Steven,baru sekali berbunyi Steven langsung mengangkatnya.


"Hei bro ada apa? tumben nelepon aku," tanya Steven.


"Bisakah kita bertemu bro?" tanya Kenzo.


"Bisa kok mau ketemu dimana?" tanya Steven.


"Di Aryani Restaurant aja sekalian makan siang bersama bro" jawab Steven.


"Oke bro," balas Kenzo.


Kenzo pun menutup teleponnya dan melanjutkan pekerjaannya, setelah menyelesaikan pekerjaannya jam sudah menunjukan jam makan siang dan ia langsung pergi ke Aryani Restaurant.


Sesampainya di restaurant yang sangat indah itu Kenzo langsung mengedarkan padangannya mencari sosok teman baiknya.Setelah menemukannya Kenzo langsung menghampirinya dan duduk.


"Hey bro, Apa kabar?" tanya Kenzo.


"Baik kok, kalau kamu apa kabar kok kelihatannya lusuh amat bro?" tanya Steven.


"iya nih kabarku baik cuma aku mau curhat bro sama kamu," kata Kenzo.

__ADS_1


"Tumben mau curhat biasa nggak pernah mau curhat, yaudah ayo curhat aku dengerin bro," balas Steven.


"Ini tentang Clara aku curiga dia selingkuh dan menurut Detektif Anton lelaki tersebut adalah Darko karyawan team desain yang bekerja diperusahaan ku juga," Kenzo.


"Detektif Anton kepercayaan keluargamu?" tanya Steven.


"Iya detektif kepercayaan keluargaku soalnya aku mulai curiga tentang lelaki itu," jawab Kenzo.


"Aku juga mulai curiga terhadap kekasihmu, maaf-maaf nih sebenarnya aku menyewa detektif sewaan untuk menyelidiki kekasihmu, dan menurut pengamatan detektifku lelaki tersebut sering pergi bersama Clara dan terkadang mereka berdua juga keliatan masuk ke apartment Clara," balas Steven.


"Tapi kamu tau kan aku sangat mencintainya, mungkin dia hanya butuh pelampiasan saja, kamu tau kan jadwalku sangat sibut dan terkadang tidak mempunyai waktu untuk menemaninya," kata Kenzo.


"Baiklah terserah kamu aja yang penting aku sudah mengatakan kebenarannya," kata Steven.


Setelah mereka berbincang-bincang, tidak lama kemudian makanan yang mereka pesan datang dan mereka makan dalam keheningan hanya suara garpu dan sendok yang saling sahut-sahutan.


"Bro ini udah sore aku balik ke kantor duluan ya ada berkas yang perlu kubawa ke rumah," kata Kenzo.


"Oke bro hati-hati ya," jawab Steven.


********************


Hari sudah sore matahari mulai menyembunyikan dirinya dan berganti dengan langit yang menampilkan keindahan sore hari.


Dilain tempat Viona masih sibuk mengerjakan beberapa dokumen yang menumpuk karena dia membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mempelajari hal-hal baru.


"Viona masih lama kerjaanmu?" tanya Camila.


"Masih nih kayaknya banyak dokumen yang harus aku pelajari dari awal," jawab Viona.


"Ini udah jam pulang kantor dan para karyawan sudah pada pulang kamu tidak mau pulang?" tanya Camila.


"Udah lanjut besok aja, lagian kamu tumben lambat ngerjainnya biasanya cepat apa jangan-jangan?" tanya Camila.


"jangan-jangan apa?" tanya Viona.


"Jangan-jangan kamu masih mikirin pak Kenzo dan kekasihnya ya?" tanya Camila.


"Udah jangan bahas pak Kenzo lagian dia udah punya kekasih," jawab Viona.


"Kamu cemburu ya?" tanya Camila.


"nggak kok, udah mendingan kamu pulang duluan aku masih banyak harus aku kerjain" jawab Viona.


"Oke deh, aku pulang duluan ya kamu hati-hati nanti pulangnya," pamit Camila pada Viona.


Camila pun meninggalkan Viona yang masih mengerjakan beberapa dokumen.


Tumben amat otakku tidak bisa diajak kerjasama biasanya aku paling cepat ngerjain sesuatu, batin Viona.


Viona yang masih mengejarkan dokumen-dokumen mendadak melihat lift yang menampilkan pak Kenzo yang sedang berjalan kearahnya.


"Apakah ini mimpi? mana mungkin pak Kenzo datang ke kantor ini kan udah waktu pulang," kata Viona.


Setelah mendengar pekataan Viona, Kenzo merasa lucu mendengarnya sambil menahan tawanya dan menepuk bahu Viona yang masih melamun setelah mengatakan hal aneh.


"Ini bukan mimpi Viona," Kenzo.

__ADS_1


"maaf pak ada perlu apa pak Kenzo keruangan saya?" tanya Viona.


"Saya tadi tidak sengaja melihat ruanganmu masih menyala padahal ini sudah jam pulang kantor," jawab Kenzo.


"Saya masih mengerjakan beberapa dokumen pak," balas Viona.


"Perlu saya bantu?" tanya Kenzo.


"Tidak perlu pak saya masih bisa mengerjakannya sendiri," jawab Viona.


"ini sudah malam sebaiknya kamu pulang, Kamu boleh kok membawa dokumen-dokumen tersebut pulang," ucap Kenzo.


"Baik pak saya akan melanjutkan dirumah," balas Viona.


Viona merapikan dokumen-dokumen yang diperlukan, setelah selesai merapikan ia beranjak untuk segera pulang.


"Pak saya pulang duluan ya," kata Viona.


"Saya antar ya, besok kamu saya jemput lagi di rumahmu seperti waktu itu," kata Kenzo.


"Tidak perlu pak saya membawa mobil sendiri," balas Viona.


"Mobilnya kamu tinggal aja dikantor aman kok," balas Kenzo.


"Tidak perlu pak saya bisa pulang sendiri," jawab Viona.


Kenzo yang merasa Viona menghindar darinya memberanikan diri untuk bertanya.


"Viona kamu sepertinya sedang menghindar dari saya ya?" tanya Kenzo.


"Tidak pak, siapa bilang saya menghindar," jawab Viona.


"Buktinya sekarang kamu seperti mendiamkan saya biasanya diajak bicara ngomongnya terang-terangan," ucap Kenzo.


"Perasaan pak Kenzo aja kali pak," balas Viona.


"yasudahlah mungkin hanya perasaan saya aja," ucap Kenzo.


"Saya pulang duluan ya pak," pamit Viona pada Kenzo.


"Baiklah," jawab Kenzo.


Kenzo masih berpikir sepertinya Viona mulai menghindar dariku, apa aku berbuat salah ya atau cuma perasaan ku saja, batin Kenzo.


Bersambung......


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Mohon beri kritik dan saran. Update setiap senin sampai jumat, hari sabtu dan minggu diusahakan author update😁. Terima kasih yang sudah membaca cerita yang kubuat 😊 jangan lupa like dan votenya..


__ADS_2