
Di ruang makan sudah berkumpul seluruh anggota keluarga serta Steven yang sudah sampai di rumah Kenzo.
"Steven maaf merepotkanmu karena Kenzo belum bisa masuk ke kantor dan gimana kabar perusahaan Kenzo?" tanya John.
"Jangan sungkan om saya siap membantu apapun yang om butuhkan karena saya sudah menganggap keluarga ini sebagai keluargaku dan saya yakin Kenzo butuh waktu untuk menenangkan hati dan pikirannya saat ini," kata Steven.
"Untuk perusahaan, harga saham sedang turun karena Kenzo dan Clara tidak jadi bertunangan dan semoga aja segera membaik serta tidak ada masalah lagi," lanjut Steven.
"Steven tante ingin kamu bantu kita jodohin Kenzo sama Viona karena tante ingin banget punya calon menantu seperti Viona," kata Jenny.
"Iya tante, nanti akan aku coba bicarakan dengan Kenzo," balas Steven.
Kenzo yang sudah turun melangkahkan kakinya menuju ruang makan dan ia melihat bahwa semua anggota keluarga serta Viona dan mamanya sudah berada di sana juga.
"Wah ramai amat, apa akan ada acara besar?" tanya Kenzo.
"Memang akan ada acara besar disini," kata Vina.
"Acara besar apa tante?" tanya Kenzo sambil mengernyitkan dahinya.
"Kamu duduk dulu nak karena ada yang ingin kami bicarakan sebelum makan," kata Vina.
Kenzo menarik kursi yang ada disebelah Viona karena hanya kursi itu yang kosong.
Mau ada acara apa disini bikin deg-degan aja, batin Viona.
"Kenzo kamu jangan marah ya dan dengarkan dulu apa yang ingin kami sampaikan," kata Jenny.
"Iya ma aku tidak akan marah dan tolong ceritakan saja apa yang ingin kalian sampaikan padaku," balas Kenzo.
Papa Kenzo dan mama Kenzo saling melirik dan akhirnya papa Kenzo yang akan membicarakan apa yang ingin mereka sampaikan.
"Kenzo kami memutuskan untuk mengadakan acara pertunangan untukmu," kata John.
"Apa maksud papa? aku baru saja gagal bertunangan pa jangan gila pa," kata Kenzo.
Nafas Kenzo memburu menandakan bahwa dia sangat emosi dengan perkataan papanya dan Viona yang berada disampingnya bergidik ngeri melihat Kenzo sangat marah.
Viona hanya diam menundukkan kepalanya melihat Kenzo yang sedang marah dan seketika suasana di ruang makan menjadi tegang.
"Kenzo mama yakin kamu tidak akan marah, emang kamu tau siapa yang akan menjadi tunanganku?" tanya Jenny sambil tersenyum.
Kenzo yang mendengar perkataan mamanya menjadi semakin kesal dan bangkit dari tempat duduknya namun Steven memegang tangan Kenzo erat sehingga Kenzo duduk kembali ketempatnya.
__ADS_1
"Sabar bro, mamamu belum menyelesaikan perkataannya dan dia hanya tidak ingin kamu larut dalam kesedihan," kata Steven.
"Kamu tidak usah mencampuri urusan pribadiku dan keluargaku," kata Kenzo.
Papa Kenzo yang melihat pedebatan antara Steven langsung bangkit dari duduknya.
"Steven juga bagian dari keluarga ini Kenzo!" teriak John.
"Kenapa kamu jadi berubah seperti ini hanya karena patah hati dengan wanita yang tukang selingkuh dan dia tidak pantas untuk kamu ingat," lanjut John.
Kenzo yang melihat papanya berteriak kepadanya langsung pergi meninggalkan ruang makan, mama Kenzo yang melihat anaknya meninggalkan ruang makan mengejar putranya dan memegang tangan putranya dengan kuat.
"Nak mama mohon kamu dengerin mama dulu, mama ingin kamu bahagia makanya mama ingin menjodohkan kamu dengan Viona dia anak yang baik," kata Jenny.
Kenzo yang mendengar mamanya menyebut nama Viona menjadi terkejut dan langsung menatap kearah Viona dengan tajam, Viona yang melihat tatapan Kenzo langsung menundukkan kepalanya.
"Mama apa semua orang disini ingin menjodohkanku dengan Viona?" tanya Kenzo.
"Iya nak kami memutuskan untuk menjodohkanmu dengan Viona dan tolong mengerti dengan keputusan kami, ayo makan kita makan dulu dan mama harap kamu bisa menyetujui perjodohan ini suatu saat nanti," jawab Jenny dengan tatapan yang sendu.
Kenzo yang melihat tatapan mata mamanya yang sendu menjadi tidak tega akhirnya mengalah dan duduk kembali ke kursinya.
"Ayo semuanya kita nikmati hindangan yang sudah tersedia di meja makan," kata John.
Kenzo yang melihat Viona menjadi bingung apa keputusan yang harus dia ambil.
Apa aku terima saja perjodohanku dengan Viona tapi aku belum bisa mencintai gadis di sebelahku dan apa Viona mencintaiku, batin Kenzo.
Setelah selesai makan bersama yang begitu menegangkan Viona bangkit dan membantu untuk membersihkan meja makan.
Semua orang sudah kembali ke kamar masing-masing kecuali Kenzo yang memilih untuk duduk di tepi kolam renang.
Steven yang melihat Kenzo termenung menghampiri Kenzo dan menepuk bahunya.
"Maaf Kenzo tadi aku membuatmu marah dengan ucapanku," kata Steven.
Kenzo yang tersadar dari lamunan karena Steven menatap Steven dan merasa bersalah karena Steven meminta maaf padanya padahal yang salah adalah Kenzo yang tersulut emosinya menjadi salah bicara kepada Steven.
"Tidak bro, aku yang harusnya minta maaf aku tadi lagi emosi saja karena tiba-tiba semua orang menjodohkanku dengan Viona," kata Kenzo.
"Viona gadis yang baik, tolong pikirkan tentang perjodohan ini dan aku lihat dia sepertinya mencintaimu," balas Steven.
"Iya walaupun dia mencintaiku tapi kan aku tidak mencintainya," kata Kenzo.
__ADS_1
"Dicoba dulu bro dan jangan pernah menyakiti hatinya," kata Steven.
Kenzo yang sudah selesai mengobrol dengan Steven langsung keluar dari rumahnya dan mengendarai mobilnya menuju club Sentoria.
Viona yang melihat dari jendela kamar bahwa Kenzo pergi keluar rumah menghelakan nafasnya karena pasti Kenzo pergi karena sangat marah kepadanya.
"Pasti Kenzo sangat marah padaku tapi aku tidak bisa menolak permintaan mamaku," gumam Viona sambil menangis.
Aku mencintaimu Kenzo tolong buka hatimu untukku, batin Viona.
Viona yang lelah menangis memukul-mukul dadanya yang sesak dan berjalan ke ranjang lalu tertidur.
Kenzo yang mengendarai mobilnya menuju club akhirnya sampai di depan club lalu ia menunjukkan kartu VIP dan ia langaung berjalan menuju ruangan VIP yang berada di dalam club.
Kenzo yang sudah berada di dalam ruangan VIP langsung memesan sebotol wine kepada barista, barista tersebut memasuki ruangan VIP Kenzo dan terpesona dengan ketampanan Kenzo.
"Wow ganteng amat bos satu ini aku akan coba menggodanya," gumam barista.
"Tuan ini wine pesanannya silahkan dinikmati," kata barista sambil memberikan wine tersebut ke Kenzo.
Kenzo yang sudah mengambil wine pesanannya mengusir barista tersebut dengan mengkodekan menggunakan jarinya.
Barista itu tidak menghiraukan kode dari Kenzo dan nekat mendekati Kenzo.
"Tuan saya bisa melayani tuan jika tuan kesepian," goda barista tersebut.
Kenzo yang hatinya sedang kacau menjadi kesal saat barista didepannya menggoda dirinya. Kenzo yang kesal berdiri dan menyeret barista tersebut keluar dari ruangannya.
Bersambung......
.
.
.
.
.
.
Mohon beri kritik dan saran. Update setiap senin sampai jumat, hari sabtu dan minggu diusahakan author update😁. Terima kasih yang sudah membaca cerita yang kubuat 😊 jangan lupa like dan votenya.
__ADS_1