Alcoholic Anoymous

Alcoholic Anoymous
BAB 58 KETEMU


__ADS_3

Kenzo yang melihat kekasihnya menangis dirinya merasa bersalah dan perlahan ia mendekati Viona lalu memeluknya.


"Maafkan aku hunny bunny, aku akan berusaha untuk mengontrol emosiku dan aku mohon padamu jangan bertemu Samuel lagi," kata Kenzo sambil memeluk Viona.


Viona menganggukkan kepalanya.


"Aku berangkat ke kantor dulu ya, ada meeting dadakan dengan salah satu investor penting," kata Kenzo sambil membelai lembut rambut Viona.


"Hati-hati dijalan," balas Viona sambil tersenyum lembut.


Setelah itu Kenzo langsung pergi berangkat ke kantornya sedangkan Viona melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Ditempat lain Darko dan Clara sudah kembali dari kampung neneknya Darko dan sekarang mereka berada di rumah ibunya Darko.


"Kamu tunggu disini dulu ya, aku mau bilang sama ibuku kalau aku mau menemanimu di apartment," kata Darko.


Clara menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia menyetujui perkataan Darko karena dirinya tidak ingin tinggal di apartment sendirian.


Ibunya Darko yang mendengarkan penjelasan anaknya mengenai apa yang terjadi selama mereka berada di kampung neneknya Darko menghampiri Clara.


"Bagaimana kabarnya nak?" tanya Lea.


"Aku baik tante, tante bagaimana kabarnya?" kata Clara.


"Baik juga nak, Clara kamu sama Darko mending tinggal disini aja nemenin ibu daripada kalian tinggal di apartment," kata Lea.


"Aku tidak enak tante," balas Clara.


"Tidak apa-apa sayang, kamar disini ada 3 kok," kata Lea.


"Clara kamu mau ya tinggal disini sekalian kamu bisa belajar memasak dengan ibuku daripada nanti kamu merasa bosan saat aku tinggalin sendirian di apartment untuk bekerja," kata Darko.


"Aku ikut kamu aja dan aku yakin semua perkataanmu merupakan yang terbaik untuk kita sekarang," balas Clara.


"Berarti sudah selesai ya, Darko tolong antarkan Clara ke kamarnya supaya dia bisa merapikan pakaiannya dan mulai sekarang Clara tinggal disini," kata Lea.


Clara mengikuti Darko yang sedang membawa kopernya lalu saat sudah sampai di kamar Darko membuka pintu kamar tersebut.

__ADS_1


"Darko kita sekamar kan?" tanya Clara.


"Iya sayang kita sekamar dan dari dulu juga kita selalu sekamar," jawab Darko.


"Dasar sok tau, aku masuk nih," balas Clara.


"Silahkan masuk tuan putri," kata Darko.


Clara masuk kedalam kamar tersebut lalu saat sudah berada didalam ia duduk ditepi ranjang sambil melihat-lihat kamar Darko yang rapi dan kamar tersebut memilik wangi khas parfum Darko.


"Aku membersihkan diriku dulu ya, kamu masukkin aja baju kamu ke lemari," kata Darko.


"Iya Darko," balas Clara.


Clara merapikan bajunya di lemari dan setelah itu ia melihat-lihat kamar Darko yang dari dulu tidak pernah berubah.


Tok tok tok


Tiba-tiba pintu kamar Darko diketok dari luar dan Clara langsung melangkahkan kakinya menuju pintu lalu ia membuka pintu tersebut.


"Clara kamu mau bantu ibu masak tidak?" tanya Lea.


"Maaf ya nak, kamu jadi repot soalnya ibu tidak menggunakan jasa pembantu habis setiap hari Darko jarang pulang jadinya ibu cuma menggunakan jasa tukang cuci pakaian aja," kata Lea.


"Iya bu tidak apa-apa, Clara bisa membantu ibu kok," balas Clara.


Ibunya Darko turun kebawah menuju dapur sedangkan Clara memanggil Darko yang masih berada di kamar mandi.


"Darko kamu masih lama?" tanya Clara.


Tidak lama Darko keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk membuat Clara yang melihat hal tersebut menjadi bersemu merah wajahnya.


"Ada apa tuan putri teriak-teriak gitu?" tanya Darko.


"Aku ingin membantu ibumu memasak," jawab Clara.


"Baiklah, aku pikir kamu kenapa sampai wajahmu memerah seperti kepiting rebus," balas Darko sambil mengelus pipi Clara.

__ADS_1


"Entahlah Darko, Darko kenapa kamu tidak memakai bajumu dikamar mandi?" kata Clara.


Darko mendekatkan tubuhnya ke Clara.


"Emang kenapa sayang bukannya kamu suka melihatku seperti ini," balas Darki sambil mengangkat alisnya.


"Iya aku menyukai setiap inchi yang ada di dirimu Darko," kata Clara.


Clara mengalungkan tangannya ke leher Darko lalu Darko mencium Clara dengan ganas dan Clara membalas perlakuan Darko kepadanya.


Darko menghempaskan tubuh Clara diranjang sambil bibir mereka tetap menempel tapi tiba-tiba ada suara yang memanggil mereka.


"Masih lama nak Darko?" tanya Lea.


Mereka menghentikan aktifitas mereka dan saling menatap.


"Nanti malam saja deh, ibumu sudah memanggil kita," kata Clara.


Darko menghelakan nafasnya dan melepaskan pelukan mereka.


"Baiklah, selamat memasak sayangku," kata Darko.


Clara melangkahkan kakinya keluar dari kamar menuju dapur lalu saat sudah sampai di dapur ia melihat ibunya Darko sedang memotong buncis menghampirinya.


"Permisi tante, aku bantuin yang mana?" tanya Clara.


"Kamu bantu tante potong buncis ini aja dan tante mau blender bubu dulu, tante mau masak buncis dengan daging cincang," jawab Lea.


"Wah enak tuh tante," balas Clara.


"Iya nak, itu kesukaan Darko," kata Lea.


"Aku harus mengingat kesukaan Darko selama disini nih," gumam Clara.


"Tante masak buncis sama kentang balado kamu suka nggak?" tanya Lea.


"Suka kok tante," jawab Clara.

__ADS_1


"Syukurlah kalau kamu suka, tante boleh minta tolong sama kamu?" tanya Lea.


"Minta tolong apa tante? Boleh banget tante kalau aku bisa pasti aku tolongin," kata Clara.


__ADS_2