Alcoholic Anoymous

Alcoholic Anoymous
BAB 41 BEKERJA


__ADS_3

Viona melirik kearah Kenzo yang hanya diam saja dan seperti menahan sesuatu.


"Tergoda ya pak pagi-pagi diginiin?" tanya Viona sambil terkikik geli.


"Kamu jangan genit-genit dan kalau sampai kamu genit sama pria lain aku akan menghukummu," kata Kenzo.


"Siap pak Kenzo yang paling ganteng kita udah sampai nih, aku kangen sama Camila dan Roni.


Kenzo yang mendengar nama pria lain disebut sama Viona menjadi sedikit kesal.


"Sedekat itu kamu sama mereka?" tanya Kenzo.


"Tidak juga, aku dari kemarin-kemarin mendiamkan mereka karena sibuk dengan urusan kita di rumah dan mereka pasti ngambek sama aku," jawab Viona.


Viona yang sudah mau keluar memegang gagang pintu tapi tangannya ditahan oleh Kenzo.


"Biar aku yang membukakan pintu untukmu," kata Kenzo.


"Tidak usah Kenzo, ini di kantor tidak enak diliat yang lain nanti apa kata mereka anak magang diperlakukan spesial oleh bosnya," kata Viona.


"Biar mereka tau kamu adalah calon tunanganku dan sebentar lagi juga akan menjadi ibu dari anak-anakku," balas Kenzo.


Viona yang mendengar perkataan Kenzo wajahnya menjadi merah merona dan menggigit bibir bawahnya.


Kenzo keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Viona. mereka berdua berjalan bersama menuju gedung kantor dan banyak karyawan yang melihat kedatangan mereka.


Karyawan yang melihat kedatangan bosnya bersama seorang anak magang saling berbisik.


"Gila seorang anak magang cepat amat dekat sama bos kita," bisik karyawan 1.


"Dengar-dengar dia seorang penggoda juga tidak beda lah sama mantannya pak bos yang bernama Clara," kata karyawan 2.


"kalian yakin dia seorang penggoda bukannya dia masih sangat muda dan belum lulus kuliah," kata karyawan 3.


Viona yang kesal dengan perkataan para karyawan langsung memeluk lengan Kenzo dan membuat Kenzo kaget karena tiba-tiba Viona memeluk lengannya.


"Ada apa denganmu katanya kamu tidak mau pamer?" tanya Kenzo sambil mencubit hidung Viona.


"Sekarang aku mau pamer abis pada bilang aku gadis penggoda sekalian aja aku godain kamu," kata Viona sambil mengerlingkan matanya.


Kenzo hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan terus berjalan dengan Viona yang bergelayut manja di lengannya.


Kenzo yang sudah sampai di depan ruang meeting memberhentikan langkahnya dan membuat Viona menabrak tubuh tegap Kenzo.


"Aduh, kenapa berhenti?" tanya Viona.


"Kamu mau ikut aku meeting juga?" tanya Kenzo.


"Tidak, aku sampai lupa kalau aku harus ke divisiku, maaf babang ganteng selamat bekerja love you," kata Viona sambil terkikik geli.


"Love you too honey bunny kamu jangan centil sama pria lain ya," kata Kenzo.


Viona melambaikan tangannya kepada Kenzo dan pergi kebagian divisinya sendiri.


Viona yang sudah sampai di ruangan ia bekerja melihat Camila dan Roni lagi sibuk dengan pekerjaannya.


Viona langsung berlari dan meloncat kearah temannya.


"hai guys, i miss you so much," teriak Viona.


"Ada anak ilang baru muncul nih, kita chat tidak pernah di balas ketemu pun tidak," kata Roni.


"Roni jangan marah gitu dong nanti kamu cepat tua," kata Viona.


"Kita udah tua semenjak marah-marah dari kemarin," ucap Camila.

__ADS_1


Viona terkikik geli melihat temannya sangat kesal kepadanya karena tidak diberi kabar olehnya.


"Baiklah aku akan bercerita apa saja yang sudah kulalui selama menghilang dari kantor," kata Viona.


"Viona yang manis kamu datang-datang bukannya kerja malah gibah," ejek Camila kepada Viona.


"Sekali-kali gibah nggak apa-apa dong, ini kenyataan kok bukan gibah," kata Viona.


Akhirnya Viona menceritakan semua yang dilalui dirinya dari mengenai dirinya dan Kenzo sampai dia koma di rumah sakit.


"Parah banget kita sebagai sahabat, teman kita masuk rumah sakit tidak ada yang tau sama sekali," kata Roni.


"Iya masa kita nggak sda yang tau teman kita masuk rumah sakit, sahabat macam apa kita," kata Camila.


Viona yang mendengarkan perkataan sahabatnya terkikik geli dan membuat Camila menoyor kepala Viona yang terkadang sengklek.


"Untung kamu tidak meninggal bisa gila bos kita, udah ditinggal kekasihnya ditinggal juga sama calon kekasih masa depannya," kata Roni.


"Kalian kapan bertunangan dan kami diundang kan?" tanya Camila.


"Pasti dong kalian diundang, nanti aku mau beli baju seragan buat kalian dan pertunanganku sekitar dua bulan lagi," kata Viona sambil tersenyum.


"Cepat benar mau tunangan, udah nggak sabar wikwik ya," ejek Roni kepada Viona.


"Roni pikiran kamu tidak pernah beres ya," balas Viona.


"Tapi pengen kan?" tanya Roni.


"Pengen sih dan ingin liat punya pak Kenzo kayak apa," jawab Viona sambil tertawa.


Kenzo yang sedang melaksanakan meeting mulai bosan dan ia mengambil handphonenya lalu memindai cctv karena ia ingin melihat kekasihnya sedang apa.


Kenzo yang melihat Viona tertawa terbahak-bahak dengan temannya menjadi merasa kesal apalagi ia melihat Viona yang terlihat sangat akrab dengan seorang pria.


Apa yang sedang dibicarakan bocah itu sampai tertawa terbahak-bahak, batin Kenzo.


Kenzo yang sedang melamun tersentak kaget saat koleganya memanggilnya berkali-kali.


"Tuan Kenzo apakah anda menyukai hasil presentasi saya?" tanya kolega Kenzo.


Akhirnya Kenzo berdiri dari duduknya dan menjelaskan apa yang kurang dan apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaannya walaupun Kenzo tidak memperhatikan presentasi tersebut tapi ia sudah mempelajarinya duluan.


Viona yang sudah selesai bercerita kepada teman-temannya melanjutkan pekerjaan magangnya yang tertunda.


Viona mendapatkan banyak sekali pekerjaan hari ini karena dikasih oleh para senior yang sangat resek dan tidak menyukai dirinya.


"Mentang-mentang mereka tau aku dengan Kenzo aku dibully gini sama mereka," kata Viona.


Kenzo yang sudah selesai meeting menatap jamnya yang sudah menunjukkan jam makan siang ingin mengajak Viona untuk makan siang bersama.


Kenzo mengambil telepon kantor yang berada disampingnya dan menelepon kesambungan telepon Viona.


Viona yang mendengar dering teleponnya langsung mengangkat telepon tersebut.


"Viona speaking, how may i assits you?" tanya Viona.


"Miss i want get lunch with you," jawab Kenzo.


Viona yang sudah mengetahui bahwa yang Kenzo meneleponnya terkikik geli.


"Lebay kamu, mau ngajak makan aja telepon ke telepon kantor," kata Viona.


"Yaudah ayo kita pergi makan sekarang nanti kalau telat makan sakit," balas Kenzo.


"Perkerjaanku masih banyak Kenzo tadi para senior memberikan kerjaan yang banyak kepadaku," kata Viona.

__ADS_1


Kenzo yang mendengar kekasihnya diberikan pekerjaan yang banyak mengeram kesal dan mengepalkan tangannya.


"Tinggalkan semua pekerjaanmu dan nanti aku akan mengurusnya, ayo kita makan dulu dan aku tunggu kamu di lobby sekarang," kata Kenzo sambil menahan emosinya.


Viona merapikan barang-barang dimejanya dan mengambil tas tentengnya untuk menemui kekasihnya yang menunggu di lobby.


Viona melangkahkan kakinya menuju lobby dan saat sudah sampai di lobby ia melihat Kenzo sudah menunggunya langsung menghampirinya.


Kenzo yang melihat Viona sudah dihadapannya langsung menggengam tangan Viona dan mengajaknya ke mobilnya.


Kenzo membukakan pintu mobil untuk Viona dan Viona langsung masuk kedalam lalu Kenzo menutup pintu Viona dan masuk kedalam mobil.


Kenzo mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Ken restaurant Steak House.


"Kita mau makan dimana kok sepertinya jauh dari kantor?" tanya Viona.


"Kamu nanti juga akan tau dan disana makanannya sangat enak," kata Kenzo.


Sesampainya di Ken restaurant Steak house Viona sangat terpesona dengan keindahan interior yang ada di restaurant tersebut.



Restaurant favorit Kenzo.


Kenzo dan Viona yang sudah di dalam restaurant langsung dipersilahkan untuk duduk karena Kenzo adalah member di restaurant ini tapi dia tidak pernah mengajak Clara karena Clara tidak menyukai steak.


Kenzo dan Viona duduk dan membuka buku menu yang sudah diberikan oleh pelayan.


"Honey bunny kamu suka steak kan?" tanya Kenzo.


"Suka kok" jawab Viona.


Setelah selesai melihat menu akhirnya mereka memesan steak dan minuman wine, pelayang mencatat pesanan mereka dan mengulanginya kembali.


Sambil menunggu Kenzo dan Viona saling bersenda gurau.


Sudah lama aku tidak merasa sebahagia ini makan bersama dengan seseorang di restaurant favoritku, batin Kenzo.


Tidak lama makanan pesanan mereka datang dan pelayan mulai menaruh satu persatu makanan tersebut ke meja.




Steak yang dipesan oleh Kenzo dan Viona


"Sepertinya enak semua nih, cacing-cacing diperutku meronta nih," kata Viona.


Di tempat yang sama dari kejauhan ada seseorang yang melihat mereka. Seorang pria dengan tubuh yang tegap dan rahang yang kokoh sedang memegang gelas wine ditangannya.


"Lihat saja aku akan merebut gadis manis itu darimu dan aku akan membuat gadis itu memilihku Kenzo" kata Samuel sambil megeluarkan smirk miringnya dan menyesap wine.


Bersambung......


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Mohon beri kritik dan saran. Update setiap senin sampai jumat, hari sabtu dan minggu diusahakan author update😁. Terima kasih yang sudah membaca cerita yang kubuat 😊 jangan lupa like dan votenya.


__ADS_2