
Kenzo mendekatkan dirinya ke Viona lalu ia menempelkan telunjuknya pada bibir Viona.
"Shhst hunny bunny jangan teriak terus, nanti semua orang disini bisa jantungan mendengar mu," ucap Kenzo sambil tersenyum geli.
Viona mencebikkan bibirnya dan tidak melanjutkan omongannya tadi lalu ia berjalan meninggalkan Kenzo. Dirinya ingin melihat sekitar penthouse Kenzo.
Kenzo mengikuti kemana Viona pergi dan Viona merasa ada yang mengikuti nya langsung menoleh ke belakang.
"Kamu ngapain sih ikutin aku? aku tidak akan kabur kok, apa aku tidak boleh melihat sekitar penthouse mu?" tanya Viona sambil melipat tangannya di dadanya.
"Yasudah kamu boleh keliling-keliling, Aku mau ke kamar kita dulu untuk membereskan barang kita," jawab Kenzo.
Viona mengacuhkan ucapan Kenzo dan dirinya sangat senang karena akhirnya Kenzo tidak mengganggunya. Saat ini Viona sangat ingin menenangkan pikirannya dan butuh waktu untuk sendirian.
Viona melihat di depan teras belakang penthouse Kenzo ada mini garden menjadi sangat terpesona.
"Wow amazing aku mau lihat aah," ucap Viona antusias.
Mini garden tersebut memiliki berbagai macam tanaman serta dekorasi yang sangat indah. Di sana ada kursi tempat untuk bersantai sambil menikmati pemandangan tanaman dan dekorasi yang sangat indah.
Visual mini garden di penthouse Kenzo
Viona mendudukkan dirinya di kursi sambil memandang bunga-bunga yang memiliki warna yang sangat indah dan menyegarkan mata dan otaknya.
"Ternyata Kenzo punya selera yang bagus juga, aku pikir dia hanya bisa memaksa orang aja," gumam Viona.
Tring Tring Tring
Tidak lama ponsel Viona berbunyi. Viona melihat ponselnya dan ternyata mamanya yang menelepon langsung mengangkat telepon tersebut.
"Iya Ma ada apa? aku sudah sampai di penthouse Kenzo," ucap Viona dengan malas- malasan.
"Anak kesayangan mama tolong jangan ngambek seperti itu dong, kamu kan sudah mau jadi nyonya Kenzo, oh iya mama dan mamanya Kenzo sudah menyiapkan gaun yang bagus untuk mu dan jas untuk Kenzo di hari pernikahan kalian, kalian akan berganti dua baju loh, hari ini kamu dan Kenzo pergi ke butik ya, mama sudah telepon Kenzo," kata Vina.
"Baiklah, terserah mama," balas Viona.
Setelah itu sambungan telepon diputuskan oleh Viona dan Viona langsung menyandarkan tubuhnya di tempat duduk.
__ADS_1
"Kenapa mama ku buru-buru amat sih, pasti dia takut aku mengandung duluan dan aku baru umur 20 tahun masa harus menikah saat ini," gumam Viona.
Baru juga Viona menyandarkan kepalanya pada tempat duduk Kenzo menghampiri Viona dan memanggil Viona yang sedang duduk.
"Hunny bunny," panggil Kenzo.
Viona mengangkat kepalanya melihat Kenzo memakai pakaian casual dan rapi membuat Viona menganga.
Kenzo memakai baju lengan panjang berwarna biru, celana panjang hitam dan kacamata hitam bertengger di matanya membuat Kenzo bertambah ganteng di mata Viona.
Pakaian Kenzo saat mau pergi ke butik bersama Viona.
"mau kemana abang Kenzo yang ganteng amat?" tanya Viona centil seperti pertama kali dia bertemu dengan Kenzo.
Viona melihat Kenzo tidak menjawab pertanyaannya menjadi kikuk.
"Ihh nih orang ditanyain diam aja, giliran aku lagi baik sama dia, dia malah cuekin aku awas aja nanti," gumam Viona.
"Hunny bunny kamu bersihkan diri mu dulu sana, setelah itu berpakaian yang rapi, kita akan pergi ke butik, mama kita berdua sudah menyiapkan gaun untuk kamu disana," kata Kenzo.
"Iya," ucap Viona ketus menghentakkan kakinya lalu pergi menuju kamar Pent House untuk bersih-bersih dan berpakaian.
Ruang tamu Kenzo memiliki dinding berwarna putih, tv gede dan kursi berwarna biru membuat ruang tamu tersebut nyaman untuk bersantai.
Ruang tamu di penthouse Kenzo.
Tidak lama Viona melangkahkan kakinya mendekati Kenzo. Kenzo melihat Viona di depannya tercengang, bola matanya seperti ingin keluar dari tempatnya melihat penampila, calon istrinya dihadapannya.
Penampilan Viona dihadapan Kenzo.
"Aku cantik kan babang Kenzo nggak kalah sama kamu yang ganteng, cocok lah kita keliatan satu umur," ucap Viona sambil tertawa terbahak-bahak.
Kenzo mengeraskan rahangnya ketika melihat paha Viona terlihat.
__ADS_1
"Viona ganti bawahan mu sekarang!" ucap Kenzo tegas dengan wajah yang mengeras.
"Aku tidak mau Kenzo," tolak Viona.
"Mau ganti sendiri atau aku gantikan sekalian baju mu juga, aku tidak suka bahu mu terpampang seperti itu, kalau kamu menunduk aku bisa melihat dalaman mu," ucap Kenzo mulai emosi.
Viona langsung berlari menuju kamarnya untuk menganti bajunya dan juga roknya. Sesampainya di kamar Viona yang kesal menggerutu di dalam kamar.
"Apa apaan sih Kenzo, aku sudah cantik begini malah disuruh ganti dan kita juga cuma ke butik aja," ucap Viona sambil mengganti pakaian dan berdandan lagi.
Kenzo yang berada di ruang tamu menghempaskan tubuhnya ke sofa lalu ia mengusap wajahnya kasar karena Viona selalu memancing emosinya. Beberapa menit kemudian Viona keluar kamar menuju ruang tamu.
"Ayo berangkat," ajak Viona.
"Tunggu hunny bunny, aku ingin melihat penampilan mu dulu," ucap Kenzo.
Viona memutar tubuhnya dihadapan Kenzo. Kenzo melihat penampilan Viona dari atas sampai bawah.
Penampilan Viona setelah mengganti pakaiannya.
"Sudah tidak terlalu terbuka kan?" tanya Viona.
Kenzo menghelakan nafasnya lalu ia menatap Viona.
"Lebih baik daripada yang tadi," jawab Kenzo.
Kenzo bangkit dari duduknya lalu ia merangkul pinggang Viona dengan erat. Mereka berdua berjalan beriringan keluar dari penthouse.
Bi Loren membukakan pintu keluar untuk mereka.
"Bi aku sama Viona akan pergi ke butik, bibi tidak perlu menyiapkan makan malam untuk kami," ucap Kenzo.
"Baik tuan, hati-hati di jalan," balas bi Loren.
Bersambung
.
__ADS_1
.
Jangan lupa tinggalkan Like, komen atau votenya ya biar author semangat upnya 😊 terima kasih.