
Clara yang mendengarkan jawaban dari ibunya Darko memutuskan untuk pulang ke apartmentnya.
"Baik tante, aku pamit pulang dulu dan tolong bilang ke Darko aku memilih dirinya terima kasih," kata Clara.
Clara keluar dari rumah Darko dan langsung masuk kedalam mobilnya, Clara mengendarai mobilnya sambil sesekali memukul setir mobilnya.
"Brengs*k kenapa semua ini terjadi kepadaku, Darko jangan tinggalkan aku katanya kamu tetap mau menungguku tapi apa kamu malah menerima perjodohan dari nenekmu!" teriak Clara.
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi dari ku," lanjut Clara sambil menangis.
Selama perjalanan menuju apartmentnya Clara terus menangis, beberapa menit kemudian Clara akhirnya sampai di apartmentnya ia memakirkan mobilnya lalu dia menaiki lift menuju apartment dan saat sampai di depan apartmentnya Clara terkejut melihat siapa yang berada didepan pintu apartmentnya.
Steven yang berada di depan apartment Clara merupakan teman dan sekaligus orang kepercayaan keluarga Kenzo.
Untuk apa lagi orangnya Kenzo datang kesini, aku sedang muak dan frustasi ditambah dengan hal tidak penting, batin Clara.
Clara tetap berjalan menuju pintu apartmentnya dan menyueki Steven lalu memencet kode apartmentnya, Stegen yang merasa dicueki oleh Clara menatap tajam ke arah Clara.
Clara yang sudah selesai memasukkan kode apartmentnya langsugn membuka pintunya dan saat ia ingin melangkahkan kakinya masuk kedalam tangannya dicekal kuat oleh Steven.
"mau apa lagi kamu! Aku sudah tidak jadi bertunangan dengan Kenzo dan jangan ganggu aku!" teriak Clara.
Steven mendadak mendorong Clara masuk kedalam apartment Clara dan Steven menendang pintu tersebut sangat keras saat mereka berdua sudah berada didalam apartment.
Steven yang sudah menutup pintu dengan keras menunjukkan seringainya yang kejam.
Clara didorong oleh Steven terjatuh dilantai kaget karena pintu tertutup dengan kencang.
Clara berusaha bangkit berdiri setelah berdiri Clara berjalan mendekati Steven.
"kamu mau apa! Keluar dari apartemen ku sekarang!" teriak Clara.
Steven melangkahkan kakinya semakin maju menuju Clara dan memojokkan Clara di ujung pintu kamar Clara. Clara yang sudah menabrak pintu kamarnya merasa terkejut.
"Kamu menghancurkan keluargaku dan sahabatku Kenzo lalu sekarang kamu ingin bersenang-senang diatas penderitaan mereka!" teriak Steven.
"Sungguh hebat kamu wanita ular," kata Steven sambil bertepuk tangan.
oh iya aku ingin bertanya bagaimana aku akan menghukum orang yang sudah menghancurkan hidup sahahatku?" tanya Steven.
__ADS_1
"itu bukan urusanku lagi, lagian Kenzo juga sedang sibuk dengan gadis koma di rumah sakit," jawab Clara.
Steven yang mendengar jawaban Clara tersenyum licik kearah Clara.
"oh iya gadis koma yang kamu bilang, aku katakan gadis itu sudah sadar dan tentunya akan menggantikanmu di hati kenzo," kata Steven sambil tertawa.
Steven lalu mundur dan mendudukan dirinya di sofa ruang tamu Clara.
"Masih mau berdiri saja disana, cepat Kemari dan duduk disini!" teriak Steven sambil tersenyum licik.
apa mau pria ini dia mau menghukumku atas perbuatanku pada keluarganya lalu kenapa dia duduk saja, batin Clara.
Steven yang melihat Clara hanya diam saja mengulangi lagi perkataannya.
"Kamu sepertinya banyak pikiran oh iya untuk hukumanmu jangan kamu pikirkan nanti juga kamu akan merasakannya dan hukuman tersebut pasti akan benar-benar merusak mentalmu juga," kata Steven.
"Jangan macam-macam, kamu keluar dari apartemenku dan jangan muncul lagi aku juga sudah tidak mau berurusan dengan kalian aku sudah mempunyai urusan yang lebih penting," balas Clara.
"Urusan apa yang lebih penting dari urusanmu denganku dan kamu perlu ingat bahwa aku akan segera mengetahuinya," kata Steven sambil bangkit dari sofa.
Steven yang sudah berdiri melewati Clara dan mendorong bahu Clara membuat Clara menjadi hampir terjatuh langsung keluar dari apartment Clara.
"apa-apaan pria itu dia mau merusak mentalku dasar gila kita liat siapa yang akan rusak mentalnya pastinya sahabatmu itu kenzo yg begitu tergila gila padaku yang akan rusak mentalnya," gumam Clara.
Ditempat lain Viona yang masih berada di rumah sakit sudah diperbolehkan pulang karena dari semua hasil medisnya keadaan Viona sudah sangat membaik dan sudah boleh pulang kerumah.
Mama Kenzo yang masih mengkhawatirkan musuh-musuh Kenzo yang pastinya akan kembali meminta Viona dan mamanya Viona untuk sementara waktu tinggal di rumahnya agar dapat melindungi mereka berdua.
Setelah mama Kenzo membujuk terus mereka berdua agar sementara waktu tinggal dirumahnya akhirnya Viona dan mama Viona menyetujuinya.
Setelah mendengar keputusan Viona dan mamanya Viona, mamanya Kenzo dan papanya Kenzo memutuskan untuk pulang kerumahnya.
Setelah melihat kepergian orangtua Kenzo, Viona langsung meminta mamanya duduk disamping ranjangnya.
"Ma aku tidak enak dengan keluarga Kenzo tapi mau gimana lagi mamanya Kenzo memaksa dan apa Kenzo tidak masalah jika kita tinggal bersama?" tanya Viona.
"Pasti Kenzo tidak masalah jika kita tinggal dirumahnya, udah jangan merasa tidak enakan lagian ini kan demi melindungimu takut-takut kita kenapa-kenapa soalnya pelaku penembakan tersebut sampai saat ini belum ketemu dan dalang dari penembakan tersebut," jawab Vina.
Viona menganggukan kepalanya.
__ADS_1
siang hari yang begitu terik karena matahari perlahan tergantikan oleh malam hari yang menampilkan pemandangan bulan yang begitu indah.
Kenzo yang masih merasakan sakit dihatinya dan pikirannya yang masih memikirkan mengenai Clara yang sudah berbuat jahat kepadanya memutuskan untuk pergi ke club.
Kenzo mengendarai mobilnya menuju ke club Sentoria dan saat sudah sampai club ia langsung memesan ruangan VIP dan memesan beberapa minuman beralkohol karena tidak mungkin dia minum alkohol dirumah, bisa-bisa mama dan papanya akan merasa sedih melihat dirinya yang masih terpuruk.
Kenzo yang terus meminum minuman beralkohol diruangan VIP tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan tersebut.
Kenzo yang sudah mabok tapi masih setengah sadar berjalan menuju pintu dan membuka pintu tersebut dan saat membuka pintu ia melihat sahabatnya Steven yang berdiri dihadapannya.
Steven melihat keadaan kenzo yang sering mabuk mabukan dan jarang berangkat ke kantor merasa sedih melihat sahabatnya yang sudah benar-benar seperti orang kehilangan semangat hidup.
"Untuk apa kamu kemari kesini, aku masih belum mau pulang dan jangan ganggu aku," kata Kenzo sambil terus menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.
"Aku mau kamu mengurusi semua urusan perusahaan agar papaku tidak merasa khawatir," lanjut Kenzo.
Steven yang kesel dengan perbuatan sahabatnya meninju keras perut Kenzo.
"kamu mau sampai kapan begini, oh iya Viona besok sudah boleh pulang dan kamu harus menjemputnya dia akan pulang ke rumahmu sementara aku mohon kamu jangan seperti ini Kenzo," ucap Steven.
"Kalau kamu begini terus musuhmu itu akan tertawa terbahak bahak," kata Steven.
"Kenzo CEO Perusahaan ternama menjadi tidak waras karena wanita yang dicintainya ternyata tukang selingkuh dan tidak tau malu, mau ditaruh dimana wajah orangtuamu," lanjut Steven sambil menahan emosinya.
Bersambung......
.
.
.
.
.
.
Mohon beri kritik dan saran. Update setiap senin sampai jumat, hari sabtu dan minggu diusahakan author update😁. Terima kasih yang sudah membaca cerita yang kubuat 😊 jangan lupa like dan votenya.
__ADS_1