Alcoholic Anoymous

Alcoholic Anoymous
BAB 9 PULANG


__ADS_3

Setelah itu Ketua tim memberikan tugas-tugas yang harus dikerjakan Viona dan sekaligus menunjukkan meja tempat Viona akan gunakan.


Viona yang sudah dikasih tugas, memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.


Selamat pagi teman-teman perkenalkan saya Viona sedang menjalankan magang untuk menyelesaikan pendidikan S1 saya di Universitas Labanov, mohon bantuannya, sekian dari perkenalan diri saya."Viona".


Setelah memperkenalkan dirinya Viona kembali kemejanya yang berada di pojokan dekat jendela yang menampilkan pemandangan bangunan-bangunan tinggi dengan langit yang sangat indah menampilkan pemandangan yang menyejukan mata.


Pagi berganti menjadi sore, Viona sangat terpukau dengan pemandangan matahari tenggelam yang begitu indah.



Mendadak ada seseorang yang menepuk bahunya membuyarkan lamunannya dari pemandangan yang tersaji begitu indah.


Viona berbalik dan melihat siapa yang menepuknya, ternyata teman satu timnya yang bernama Camila.


"Ini udah waktunya pulang kerja pulang bareng yuk," kata Camila.


"Maaf maaf nih aku bawa mobil hari ini dan kebetulan ada urusan mendesak habis pulang kantor," jawab Viona.


"Baiklah kalau begitu aku duluan ya," balas Camila.


Setelah Camila berlalu, Viona membereskan mejanya dan mengambil tasnya. Sebelum turun kelobby dia menaiki lift menuju lantai 12 tempat dimana ruangan CEO berada.


Saat pintu lift terbuka ia langsung berjalan menuju ruangan CEO namun saat ingin mengetok pintu ia dicegat oleh Clara yang merupakan sekretaris Kenzo.


"Permisi nona ada keperluan apa ya? soalnya yang boleh masuk kedalam adalah orang yang sudah memiliki janji," tanya Clara.


"Saya sudah ada janji dengan bos ganteng," kata Viona.


"Baik, tunggu sebentar saya harus mengkonfirmasi apakah pak Kenzo ada janji dan nama anda siapa?" tanya Clara.


"Nama saya Viona," jawab Viona.


Clara pun mengambil telepon dan langsung menyambungkan ke telpon kantor kenzo untuk menanyakan apa dia ada janji dengan perempuan bernama Viona, sambungan telepon terhubung lalu Kenzo langsung menjawab pertanyaan dari Clara.


Setelah yakin bahwa Kenzo memiliki janji dengan Viona, Clara mempersilahkan Viona untuk masuk kedalam ruangan Kenzo.


Viona pun langsung masuk keruangan Kenzo, Viona yang sudah diruangan tersebut langsung disuruh duduk dulu oleh Kenzo disofa yang berada di ruangan tersebut.


Viona pun duduk karena Kenzo masih terlihat sibuk dengan berkas-berkas yang ada dimejanya.


"Tunggu sebentar ya saya masih perlu menandatangani beberapa berkas," kata Kenzo.


"Baik pak," jawab Viona.


Viona yang hanya duduk namun diam-diam dia terus melirik wajah Kenzo.


Gila ganteng banget pak bos, tadi aja pas turun dari mobil keren banget nah sekarang didepan mata, tambah ganteng amat, batin Viona.


Kenzo masih terlihat sibuk dengan berkas-berkasnya yang harus ditandatangani olehnya.Viona yang masih duduk didepannya karena bingung harus ngapapain, mau main handphone takut ditegur.


Setelah beberapa lama Kenzo sudah selesai dengan berkas-berkasnya berdiri dan menghampiri Viona.


"Ayo jalan, Saya sudah selesai dengan urusan saya," ajak Kenzo.


"Baik pak," balas Viona.


Mereka pun keluar ruangan kenzo dan menuju lift namun sebelum sampai di lift Kenzo dicegah oleh Clara.


"Sayang kamu mau kemana?" tanya Clara.

__ADS_1


"Aku ada urusan sebentar dengan Viona," jawab Kenzo.


Clara yang merasa sikap Kenzo pun merasa curiga dengan perubahan sikap Kenzo yang biasanya mesra menjadi dingin.


Kenzo dan Viona masuk kedalam lift meninggalkan Clara yang menaruh rasa curiga dengan perubahan sikap Kenzo.


Apa dia mengetahui dengan rencanaku ya, batin Clara.


**********


Di tempat lain Kenzo dan Viona sudah berada di parkiran mobil, saat Viona hendak menuju mobilnya Kenzo mencegahnya.


"Kamu naik mobilku saja biarkan mobilmu ditinggal disini saja agar cepat sampai di bengkel langganan kamu," kata Kenzo.


"Baik pak" jawab Viona.


Tak jauh dari sana terdapat sepasang mata yang mengawasi mereka, mata itu adalah mata milik Clara yang merasa iri dengan Viona yang pergi bersama Kenzo.


Merekapun naik kemobil dan memasang sabuk pengaman masing-masing lalu Kenzo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Suasana didalam mobil hanya ada keheningan. Viona melihat keluar jendela banyak pemandangan yang indah dengan bangunan tinggi yang menjulang serta lampu-lampu yang menghiasi suasana sore yang sudah berubah menjadi malam hari.


"Hmmm," gumam Kenzo membuyarkan lamunan Viona.


"Ada apa pak?" tanya Viona.


"Kamu belum memberitahu saya dimana letak bengkel langganan kamu," kata Kenzo.


"Astaga bisa-bisanya aku lupa memberitahunya dimana letak bengkel langgananku karena dia sangat ganteng membuatku mendadak menjadi gugup duduk disebelahnya," gumam Viona.


"Apa yang kamu katakan?" tanya Kenzo.


"Tidak ada pak, bengkelnya berada di kawasan Sentoria pak. Bengkelnya bernama ar repair," jawab Viona.


Kenzo pun mengemudikan mobilnya menuju kawasan Sentoria lalu tak berapa lama kemudian mereka sampai di depan bengkel yang dituju.


"Pak saya mau benerin mobil saya bekas tabrakan bisa pak?" tanya Viona.


"Siap neng akan segera saya kerjakan," jawab karyawan bengkel.


Sambil menunggu Kenzo dan Viona memilih duduk disalah satu kursi yang tersedia disana.


Viona yang mulai merasa bosan memilih memainkan handphonenya, sedangkan Kenzo yang melihat Viona memainkan handphonenya ingin mengajak Viona mengobrol namun ia bingung harus membicarakan tentang apa.


Kenzo akhirnya memberanikan dirinya untuk bertanya daripada mereka hanya diam-diaman saja.


"hmmm," gumam Kenzo.


"iya pak, ada apa?" tanya Viona sambil memasukkan handphonenya ke tasnya.


"Gimana kerjaan kamu di kantor lancar?" tanya Kenzo.


"Lancar pak," jawab Viona.


"Kalau boleh saya tau kamu dari universitas mana dan sudah semester berapa?" tanya Kenzo.


"Saya berasal dari universitas Labanov dan sekarang sudah semester 4 pak," jawab Viona.


"Oke, kalau setelah lulus kamu mempunyai cita-cita bekerja dimana?" tanya Kenzo.


"Setelah lulus saya ingin sekali dapat bekerja diperusahaan bapak," jawab Viona.


Viona menjawab secara blak-blakan karena Viona merupakan seseorang yang selalu berkata jujur.

__ADS_1


Saat Kenzo ingin bertanya lagi karyawan bengkel menghampiri mereka untuk mengatakan bahwa mobilnya sudah selesai diperbaiki, namun saat karyawan tersebut ingin memberi rincian harganya Kenzo mencegahnya dan menarik karyawan tersebut.


Viona yang melihatnya kebingungan dengan apa yang terjadi sehingga membiarkan Kenzo berbicara dengan karyawan tersebut.


"Pak mana kwitansinya," bisik Kenzo kepada karyawan bengkel.


"Ini pak," kata karyawan tersebut sambil menyerahkan kwitansi.


"Minta yang kosong pak saya ingin mengerjain teman saya," kata Kenzo.


Karyawan tersebut memberikan kwitansi yang kosong dan segera Kenzo mengisinya dan Kenzo menghampiri Viona untuk memberikan kwitansi yang dia isi sendiri.


"Ini total harganya katanya kamu yang mau bayar," kata Kenzo.


Viona pun melihat kwitansi tersebut dan betapa syoknya saat melihat harganya yang tertulis 15 juta hanya untuk memperbaiki penyok mobil, Viona melototkan matanya seolah-olah matanya hampir keluar dari tempatnya. Lalu Viona menghampiri karyawan bengkel tersebut karena tidak percaya dengan harga yang tertera di kwitansi tersebut.


"Pak ini yakin harganya segini?" tanya Viona.


"Iya neng memang harganya segitu untuk memperbiki penyok dimobil tersebut karena mobil tersebut adalah mobil limited edition neng," jawab karyawan bengkel.


Viona pun mengeluarkan kartu debitnya untuk membayar perbaiki mobil tersebut dengan berat hati karena bagaimanapun walaupun dia anak orang kaya tapi dia dibilang cukup pelit soal uang.


Namun saat ingin menggeseknya Kenzo mencegahnya.


"nih Kwitansi aslinya tadi aku hanya ingin isengin kamu tapi liat raut wajahmu aku merasa kasihan," kata Kenzo.


Viona pun melihat Kwitansi yang diberikan oleh Kenzo yang nominalnya terbilang cukup murah dan raut wajah Viona langsung tersenyum kembali.


"Aduh pak kok bisa-bisanya bapak bekerja sama untuk isengin saya," tanya Viona ke karyawan bengkel.


"Maaf neng saya hanya ikutin perintah bapak saja," balas karyawan bengkel.


Viona pun akhirnya menyelesaikan pembayarannya dan mereka pun masuk kedalam mobil. Kenzo menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Hanya keheningan yang terjadi didalam mobil tersebut, untuk memecahkan keheningan tersebut Kenzo memutar musik yang berasal dari radio mobilnya.


"Viona rumah kamu dimana? saya antar kamu pulang," tanya Kenzo.


"Antar saya aja ke kantor pak saya naik mobil saya sendiri untuk pulang," jawab Viona.


"Saya antar kamu saja kerumah langsung besok saya jemput kamu dirumah, mobil kamu aman kok dikantor," balas Kenzo.


Viona yang tidak enak untuk membantah perintah bosnya akhirnya menyetujui untuk diantar pulang kerumahnya.


"Baik pak, rumah saya di perumahan Qiel," jawab Viona.


Kenzopun melajukan mobilnya kembali menuju perumahan Qiel namun sebelum sampai diperumahan Qiel ia melewati Club Sentoria dan tanpa sengaja ia melihat mobil milik Clara terparkir di area parkiran Club Sentoria.


Apa yang akan terjadi selanjutnya saksikan di bab berikutnya ๐Ÿ˜Š


.


.


.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


Mohon beri kritik dan saran. Update setiap senin sampai jumat, hari sabtu dan minggu diusahakan author update๐Ÿ˜. Terima kasih yang sudah membaca cerita yang kubuat ๐Ÿ˜Š jangan lupa like dan votenya.


__ADS_2