
Di sebuah club yang sangat ramai ada seorang pria yang sangat tampan lagi dilayani oleh perempuan-perempuan nakal.
Samuel yang sedang asyik-asyiknya bermain dengan perempuan-perempuan nakal tiba-tiba diganggu dengan suara telepon masuk dari anak buahnya.
Ia kemudian mengambil handphonenya yang berada didalam jasnya dan menerima telepon tersebut.
"Ada apa?" tanya Samuel dengan menahan rasa kesalnya.
"Tuan, Kenzo sudah berpisah dengan wanita yang bernama Clara dan sudah sering mabok-mabokan tapi ada seorang perempuan yang selalu bersamanya tuan," kata anak buah Samuel.
"Cari tau tentang perempuan itu dan sepertinya perempuan itu sangat menarik, aku akan menjadikannya permaisuriku," kata Samuel menyeringai licik.
Samuel mengeluarkan tawanya yang sangat mengerikan karena ia sangat senang hari ini Samuel memberikan tip yang sangat banyak kepada perempuan nakal disebelah kanan dan kirinya.
Malam hari mulai berganti menjadi pagi hari yang memberikan udara yang sangat sejuk karena semalam hujan.
Kenzo dan Viona masih berada di apartment milik Viona, Viona yang merasa ada sesuatu yang menindih badannya melirik kebelakang dan mendapati bahwa Kenzo sedang memeluk dirinya dengan erat.
"Kenzo semoga kamu selalu seperti ini dan aku sangat berharap kamu bisa membukakan hatimu untukku," gumam Viona.
Viona terus-terusan memandangi wajah Kenzo sampai perlahan Kenzo membuka matanya lalu menarik tangannya dari tubuh Viona.
"Maaf Vi, aku reflek memelukmu," kata Kenzo.
"Tidak apa-apa Kenzo, kita mau langsung pulang atau sarapan disini? aku takut keluarga kita mencari kita" tanya Viona.
"Sebentar aku coba telepon mamaku," kata Kenzo.
Kenzo mengambil handphonenya yang berads di kantung celananya lalu menekan nomor telepon mamanya dan pada sambungan pertama telepon tersebut langsung diangkat oleh mama Kenzo.
"Kenzo kamu kemana aja bersama Viona? kamu pengen cepat-cepat dikawinin ya," tanya Jenny.
"Ma aku tidak apa-apakan calon menantu mama kok, Viona masih utuh dan untuk segel aku tidak tau," goda Kenzo kepada mamanya.
"Mama yakin dia masih segel kok dan Kenzo apa kamu sudah menerima Viona menjadi kekasihmu?" tanya Jenny.
Kenzo yang mendengar suara parau mama bertanya mengenai nasib asmaranya membuat diri Kenzo menjadi bingung untuk memutuskan.
"Iya ma aku sudah bilang pada Viona aku akan mencoba membuka hatiku untuknya," jawab Kenzo.
"Akhirnya kamu menerima Viona, oke mama akan mempersiapkan senuanya segera mungkin," kata Jenny dengan antusias.
Viona yang masih berada di samping Kenzo menjadi tersipu malu saat mendengar Kenzo bergurau dengan mamanya.
Sambungan teleponpun terputus dan Kenzo memandang wajah Viona yang memerah.
__ADS_1
"Jangan malu gitu dong, biasanya kamu juga suka gitu sama mamamu yang lucu juga seperti mamaku," goda Kenzo kepada Viona sambil tertawa.
"Jangan menggodaku Kenzo, lebih baik kamu membersihkan dirimu dulu abis itu kita langsung pulang," kata Viona.
"Baik tuan putri," balas Kenzo.
Kenzo beranjak berdiri menuju kamar lalu mengambil pakaiannya dan masuk kedalam kamar mandi.
Tidak apa-apa kamu hanya menganggapku sahabatmu yang terpenting kamu tidak menyakiti dirimu lagi, batin Viona.
Di tempat lain Clara lagi menyusul Darko ke kampung halaman neneknya Darko.
Clara yang sudah sampai di bandara Australia terus berusaha menghubungi Darko selama di perjalanan menuju hotel penginapannya.
Sesampainya di hotel Clara langsung mendatangi receptionist lalu check in dan setelah check in Clara melangkahkan kakinya menuju kamar hotel tempat dirinya menginap.
Clara yang sudah berada di kamar hotel merasa sangat frustasi karena Darko hingga saat ini belum mengangkat teleponnya.
"Darko jangan tinggalkan aku katanya kamu akan tetap menungguku dan sekaran aku tidak punya siapapun!" teriak Clara.
"Ditambah mamaku sangat marah sekali padaku gara-gara pertunanganku dengan Kenzo gagal," lanjut Clara sambil menangis tersedu-sedu.
Clara yang teleponnya tidak diangkat-angkat oleh Darko memutuskan untuk mengirimkan sebuah pesan.
"Aku sangat mencintaimu dan kalau kamu tidak menjawab pesanku jangan berharap kamu bisa melihatku di dunia ini," kata Clara.
Darko yang membaca pesan dari Clara wajahnya langsung memucat dan panik karena ia tau Clara emosinya selalu tidak stabil.
Nenek Darko yang memperhatikan cucunya tidak makan dengan benar menegurnya.
"Darko kamu kenapa? apa ada masalah dengan ibumu?" tanya Nia.
"Aku baik-baik saja tapi mantan pacarku mencariku sekarang," jawab Darko.
"Untuk apa lagi perempuan itu mencarimu bukannya dia sudah tidak memilihmu dan Darko jangan menjadi bodoh hanya karena perempuan itu," kata Nia dengan emosi.
"Iya nek, aku hanya khawatir dengannya karena ia memiliki emosi yang tidak stabil," balas Darko.
"Apa yang dikatakan dia padamu?" tanya Nia.
"Dia berkata akan mengakhiri hari ini jika aku tidak menemuinya nek dan Clara sekarang sedang berada di negara ini," jawab Darko.
"Darko kenapa kamu bisa sampai punya mantan pacar yang seperti itu bikin pusing saja, nenek jado tidak tega kepadanya," kata Nia.
"Pergilah Darko temui gadis itu dan jelaskan padanya bahwa kamu telah dijodohkan dengan Anastasya," lanjut Nia.
__ADS_1
Darko yang mendengarkan perkataan neneknya menganggukan kepalanya dan setelah selesai makan ia berjalan ke kamarnya untuk mengsmbil handphonenya lalu menghubungi Clara.
Clara yang sedang menangis di kamar hotelnya mendengar handphonenya berbunyi dan saat ia melihat Darko yang menghubunginya ia langsung mengangkat telepon tersebut.
"Hallo sayang apa kabar?" tanya Clara.
Darko yang mendengar suara Clara merasa seperti habis menangis.
"Aku baik-baik saja dan kita sudah tidak mempunyai hubungan apapun setelah kamu lebih memilih Kenzo, apa ada lagi yang perlu kita omongkan?" tanya Darko.
"Aku ingin bertemu denganmu sekarang," kata Clara sambil menangis.
"Baiklah kita bertemu di cafe dekat bandara, kamu menginap di hotel sana kan?" tanya Darko.
"Aku tunggu kamu di Blue Cafe, bye darko aku sangat mencintaimu," kata Clara.
Darko yang mendengar peryataan cinta Clara langsung menutup teleponnya lalu darko berpamitan kepada neneknya dan mengendarai mobilnya menuju tempat ia janjian dengan Clara.
Darko yang sudah sampai di Blue Cafe langsung memakirkan mobilnya dan berjalan masuk ke cafe tersebut, Darko melihat sekeliling dan menemukan Clara sedang duduk dipojokkan.
Darko melangkahkan kakinya kearah Clara yang lagi termenung sambil memandang keluar jendela.
Darko melihat Clara yang wajahnya sangat kusut seperti orang kurang tidur dan penampilannya tidak seseksi dulu.
"Clara," panggil Darko.
Clara yang mendengar suara Darko menengok kearah suara yang menyapanya.
Clara yang melihat Darko sekarang ada dihadapnya matanya berbinar menatap Darko lalu bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Darko dengan erat.
Bersambung......
.
.
.
.
.
.
Mohon beri kritik dan saran. Update setiap senin sampai jumat, hari sabtu dan minggu diusahakan author update😁. Terima kasih yang sudah membaca cerita yang kubuat 😊 jangan lupa like dan votenya.
__ADS_1