
Sesosok perempuan cantik keluar dari kamar mandi menggunakan baju kaos berwarna putih dan celana pendek.
Viona yang sudah selesai membersihkan dirinya melihat sekitar kamarnya tidak menemukan Kenzo berada di kamar dan bedcover yang menjadi saksi percintaan panas mereka sudah berganti dengan bedcover baru.
Viona yang mengingat percintaan panas mereka semalam wajahnya berubah menjadi merah merona.
"Kenapa aku jadi teringat hal semalam, bodoh banget aku jadi perempuan dan Kenzo parah banget nggak malu apa bawa bedcover yang ada cairan aku dan dia," gumam Viona sambil menggaruk kepalanya tidak gatal.
Viona melangkahkan kakinya keluar kamar turun kebawah untuk bertemu dengan mamanya.
Viona yang sudah sampai dibawah melihat Kenzo dan semua anggota keluarga sedang berkumpul di ruang keluarga.
Mama Viona yang melihat anaknya turun memanggil anaknya.
"Viona sini kumpul bareng," kata Vina kepada anaknya.
Viona menghampiri mamanya lalu langsung memeluk mamanya dan mama Viona yang dipeluk anaknya menjadi heran.
"Kamu kangen sama mama ya?" tanya Vina.
"Emang Viona tidak boleh kangen sama mama?" tanya Viona.
"Boleh dong," jawab Vina.
Mama Kenzo yang melihat kearah Viona tidak sengaja melihat banyak bercak merah disekitar leher Viona.
"Nak leher kamu kenapa?" tanya Jenny.
Viona yang kaget langsung melihat lehernya yang terdapat banyak berkas merah lalu dirinya melirik tajam kearah Kenzo dan Kenzo hanya menyengir melihat Viona meliriknya.
Mama Viona yang melihat calon menantunya dan anaknya saling menatap menahan tawanya.
__ADS_1
"Kenzo main ganas juga ya," kata Vina sambil tersenyum.
"Wow anak mama hebat ternyata mainnya udah jauh, buruan deh dinikahin dan Kenzo bagaimana persiapan acara pertunangan kalian minggu depan?" tanya Jenny.
"Semuanya sudah siap dan tenang aja udah aku atur, tinggal kalian datang," jawab Kenzo.
"Anak mama paling bisa deh pokoknya dan jangan sampai calon mantu mama direbut pria lain," kata Jenny.
"Tidak akan terjadi ma dan sebelum itu terjadi perut Viona sudah besar," balas Kenzo sambil mengedipkan sebelah matanya ke Viona.
Viona yang mendengar perkataan Kenzo menunduk.
"Kalau aku hamil duluan gimana nih, kenzo buang didalam pula dan aku kan masih magang tapi aku tidak boleh nanya ke Kenzo nanti dia marah lagi," gumam Viona.
Kenzo yang melihat Viona hanya diam saja sambil menunduk bangkit dari duduknya dan mengajak Viona duduk disebelahnya.
Viona mengikuti perintah Kenzo untuk duduk disamping Kenzo lalu Kenzo mendekati mulutnya ketelinga Viona.
"Apaan sih babang Kenzo suruh hamil mulu," kata Viona sambil mengerucutkan bibirnya.
"Mau aku sosor bibirmu," kata Kenzo.
"Malu tau depan mama kita," balas Viona sambil mencubit lengan Kenzo.
"Ngapain malu, mereka aja senang tuh pengen punya cucu dari kita," kata Kenzo.
"Iya deh babang Kenzo semoga cepat jadi," kata Viona sambil tertawa.
"Pasti jadi sayangku, aku kan sudah membuang benihku 2 kali," ucap Kenzo dengan senyum miringnya.
Saat sedang asyik bercanda tiba-tiba ponsel Viona berbunyi dan Viona melihat ke handphonenya yang menampilkan nama Samuel disana.
__ADS_1
Viona mendadak menjadi merinding taku Kenzo akan marah lagi padannya dan Kenzo yang melihat kekasihnya tidak mengangkat teleponnya menjadi heran.
"Kenapa tidak diangkat hunny bunny siapa tau penting?" kata Kenzo.
Viona menunjukkan ponselnya kearah Kenzo lalu Kenzo melihat kearah handphone Viona yang menampilkan nama Samuel membuat dirinya menjadi marah dan mengepalkan tangannya.
"Angkat saja hunny bunny, aku ingin tau dia ingin bicara soal apa," kata Kenzo.
"Disini nanti kedengaran mama," balas Viona.
"Ma kita mau mesra mesraan dulu ya," kata Kenzo.
"Siap, cepat kasih cucu ya," kata Jenny dan Vina berbarengan sambil tertawa.
Kedua mama itu melakukan tos saat ucapan mereka ternyata berbarengan lagi dan diwaktu yang bersamaan.
Kenzo hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kekompakan mereka.
Bersambung......
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Mohon beri kritik dan saran. Update setiap senin sampai jumat, hari sabtu dan minggu diusahakan author update😁. Terima kasih yang sudah membaca cerita yang kubuat 😊 jangan lupa like dan votenya.