
Selama di perjalanan Viona hanya diam dan menatap ke jalanan sedangkan Kenzo tersenyum terus sambil menatap Viona karena dirinya sangat senang akhirnya mereka bisa tinggal bersama hanya berdua saja.
Tring Tring Tring
Mendadak ponsel milik Viona berbunyi dan Viona langsung membuka tas selempang untuk mengambil ponsel miliknya lalu ia melihat siapa yang menelepon.
Viona mengigit bibirnya saat melihat Samuel yang menelepon dirinya.
Viona sudah lama tidak mengangkat telepon dari Samuel dan walaupun nomornya telah dihapus tapi Viona masih mengingatnya.
Kenzo melihat Viona yang tidak mengangkat ponselnya dan memasukkan kembali ke tasnya mengernyitkan dahinya.
"Kamu tidak mengangkat ponselmu sayang?" tanya Kenzo.
"Tidak aku tidak kenal dan nggak ada namanya di ponselku," ucap Viona ketus dengan sedikit kebohongan.
"Aku hanya bertanya sayangku, kenapa kamu jawabnya begitu, kita sudah mau menikah loh," balas Kenzo.
"Yang mau nikah siapa Kenzo, kamu yang mau nikah dan mamamu serta mamaku juga mendukung pernikahan kita, aku benci kamu Kenzo!" ucap Viona dengan nada yang keras lalu memalingkan wajahnya.
Kenzo mengeraskan rahangnya menatap Viona yang terlalu berani kepadanya sekarang, dulu Viona yang mengejarnya dan sekarang malah dirinya yang harus bersusah payah tapi lebih parahnya Viona selalu kasar akhir-akhir ini padanya.
"Lihat saja sayangku mulai sekarang setiap ucapan kasarmu sudah aku catat dan akan aku pikirkan hukuman yang pantas untuk hunny bunnyku," gumam Kenzo sambil tersenyum.
Kenzo mengusap wajahnya dengan kasar dan dia tidak mau terjadi cekcok di dalam mobil.
Akhirnya sepanjang di perjalanan suasana menjadi hening.
__ADS_1
"Penthousenya dimana si perasaan jauh banget deh sudah satu jam ini, ini penthouse atau penjara untukku," gumam Viona.
Viona yang mulai mengantuk akhirnya tertidur pulas didalam mobil dan Kenzo yang melihat Viona tertidur pulas tersenyum kecil.
"Pak Yasin kita sudah mau sampai?" tanya Kenzo.
"Sudah tuan, 5 menit lagi," jawab pak Yasin.
Kenzo menganggukan kepalanya, Kenzo memang sengaja membeli penthouse di daerah luar kota agar Viona tidak bisa kabur jika sewaktu-waktu ada masalah dengannya di tambah gedung Penthouse elite ini memang punya Kenzo.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di depan gedung penthouse Kenzo.
Kenzo membelai kepala Viona lembut untuk membangunkan Viona dan Viona yang merasa ada yang membelai kepalanya mengerjejapkan matanya.
Viona menepis tangan Kenzo dari kepalanya dan Kenzo hanya diam tidak menanggapi Viona.
Saat sudah didalam Kenzo dan rombongannya disambut oleh manager dan para pegawai di penthouse tersebut.
"Dasar gila hormat, sekaya apa sih Kenzo," gumam Viona saat melihat Kenzo disambut manager dan para pegawai.
Kenzo menarik pinggang Viona memegang erat pinggang Viona posesif.
"Lepasin aku, aku bisa jalan sendiri," bisik Viona.
"Shhhst hunny bunny jangan bawel dari pada kamu nanti hilang," ucap Kenzo sambil meletakkan telunjuknya dibibir Viona.
Pengawal Kenzo menekan tombo lift kemudian pintu lift terbuka dan mereka mempersilahkan Kenzo dan Viona masuk ke dalam lift di dampingi dua pengawal sisanya mereka berjaga di bawah dan sisanya nanti akan berjaga di sekitar penthouse kenzo.
__ADS_1
Mereka menuju lantai 30 karena penthouse milik Kenzo terletak paling atas sehingga jika melihat keluar jendela bisa lihat keindahan kota.
Lift sudah sampai di lantai 30 dan pintu lift terbuka.
Kenzo merangkul Viona posesif berjalan keluar lift menuju pintu penthouse miliknya.
Sesampainya didepan pintu penthouse Kenzo membuka pintu penthousenya dengan card access.
Pintu pent house terbuka dan menampilkan Bibi Loren yang sedang menunggu mereka dan Kenzo tersenyum lembut kepada bi Loren.
"Selamat datang tuan Kenzo dan Nona," kata bi Loren.
"Nona Viona bi, kenalkan ini Bi Loren dia yang akan membantu kita disini," kata Kenzo.
Viona cuma berdehem kepada kenzo.
"Terima kasih bi atas sambutannya, apa aku boleh langsung menuju kamar?" tanya Viona.
Bi Loren melirik Kenzo karena ia bingung harus menjawab apa kepada Viona.
"Bersamaku hunny bunny ke kamar kita," kata Kenzo.
"Maksudmu kamar kita?!" teriak Viona.
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan Like, komen atau votenya ya biar author semangat upnya 😊 terima kasih.
__ADS_1