
Mereka berdua sudah berada didalam mobil dan Samuel mulai mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Kamu masih menjadi idola untukku dari dulu tapi sayang aku udah memilih bersama dengan Kenzo," gumam Viona sambil melirik kearah Samuel.
Samuel yang mengetahui Viona meliriknya melihat kearah Viona.
"Vio kalau mau ngelihat aku lihat aja, jangan lirik-lirik gitu," kata Samuel sambil tersenyum.
"Kamu geer banget Sam," balas Viona.
Sepanjang perjalanan menuju taman bermain mereka selalu bersenda gurau mengingat masa-masa mereka kuliah.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai di taman bermain dan Samuel memarkirkan mobilnya di parkiran.
"Kita sudah sampai Vio," kata Samuel.
"Yeah, yuk turun dan bermain!" teriak Viona.
"Ayo tapi tunggu dulu aku bukain pintu mobil untukmu dulu," kata Samuel.
Samuel turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Viona dan saat Viona sudah turun dirinya memegang tangan Viona dengan erat.
"Aku bisa jalan sendiri Sam," kata Viona.
"Viona untuk terakhir kalinya aku ingin kita seperti ini," balas Samuel.
Akhirnya Viona mengalah dan membiarkan Samuel tetap menggenggam tangannya.
Samuel membelikan tiket permaianan sepuasnya untuk mereka berdua agar mereka tidak perlu membeli tiket lagi didalam.
"Samuel kita nain roller coaster dulu yuk," ajak Viona pada Samuel.
__ADS_1
"Apa tidak terlalu extreme?" tanya Samuel.
"Kamu takut ya Sam," ejek Viona pada Samuel.
"Bukannya takut tapi kita bisa jantungan kalau naik itu," balas Samuel.
"Dasar udah tua," kata Viona sambil menjulurkan lidahnya.
Viona menarik tangan Samuel dan membawnya menuju ke wahana roller coaster dan Samuel sangat senang melihat Viona yang mulai akrab dengan dirinya.
Sesampainya didepan wahana roller coaster Samuel bergidik ngeri saat melihat orang-orang yang naik wahana tersebut berteriak-teriak.
"Vio beneran mau naik nih? pada teriak-teriak begitu, kamu tidak takut?" tanya Samuel.
"Bilang aja kamu yang takut dan kamu juga teriak nanti biar semua beban masalah dipikiran kita hilang sesaat," kata Viona.
"Bisa aja kamu kata-kata bijaknya," balas Samuel sambil mencubit hidung Viona.
Samuel menggenggam tangan Viona dengan erat dan tangannya sudah mengeluarkan keringat dingin karena ia memang belum pernah bermain wahana roller coster dari dulu.
Roller coaster sudah mulai berjalan dan pada turunan serta belokan roller coaster tersebut semakin kencang.
Setelah selesai menaiki roller coster Samuel buru-buru ke toilet untuk memuntahkan isi perutnya.
Viona yang menunggu didepan toilet mulai khawatir saat Samuel tidak keluar-keluar dari toilet.
"Sam sudah belum? tanya Viona.
Viona yang tidak mendengar jawaban dari Samuel akhirnya masuk kedalam dan melihat wajah Samuel yang terlihat sangat pucat.
Viona melakukan pijatan-pijatan kecil di leher Samuel.
__ADS_1
"Terima kasih, aku sudah kelar," kata Samuel.
"Tunggu disini Sam, aku akan membelikanmu minuman," kata Viona.
Viona pergi meninggalkan Samuel untuk membelikan minuman.
Tidak lama Viona kembali dengan membawa minuman lalu langsung diberikan kepada Samuel dan Samuel meminumnya.
"Aku sudah tidak mual, kamu mau main apa lagi?" tanya Samuel.
"Ayo kita ke istana laut, kamu pasti suka," jawab Viona.
Viona bergandengan tangan dengan Samuel menuju istana laut dan Tanpa mereka sadari dari kejauhan Steven sudah memotret kedekatan calon tunangan Kenzo dengan Samuel.
"Kalau Kenzo sampai tau hal ini pasti calon tunangannya akan dimarahi habis-habisan setelah ini," gumam Steven.
Bersambung......
.
.
.
.
.
.
Mohon beri kritik dan saran. Update setiap senin sampai jumat, hari sabtu dan minggu diusahakan author update😁. Terima kasih yang sudah membaca cerita yang kubuat 😊 jangan lupa like dan votenya.
__ADS_1