
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya dua sejoli yang sedang jatuh cinta sampai ke rumah neneknya Darko.
Darko turun dari mobilnya lalu membukakan pintu untuk Clara.
"Welcome princess to my castle," kata Darko sambil membukakan pintu.
"Thank you my prince of my heart," balas Clara sambil tersenyum.
Clara terkikik geli dan entah sejak kapan dirinya dapat tertawa bebas bersama Darko tanpa beban.
Darko menggenggam tangan Clara dengan erat dan Clara membalas genggaman tangan tersebut seperti sepasang kekasih yang takut dipisahkan.
Semoga nenek Darko dapat menerimaku dan memaafkan kesalahanku, batin Clara.
"Aku benar-benar gugup sayang," kata Clara.
Darko memencet bel pintu rumah lalu ia merasakan tangan Clara yang mulai dingin dan ia melihat kearah Clara.
"Kamu tarik nafas dan hembuskan biar tidak nervous," kata Darko.
Tidak lama suara pintu berbunyi dan pintu tersebut dibuka oleh bibi di rumah neneknya Darko.
"Selamat datang aden Darko dan nona," bi Ani.
"Terima kasih bi, nenek ada dirumah?" tanya Darko.
"Nenek sedang dikamar den katanya ia mau minum obat jantungnya dulu," jawab bi Ani.
"Baiklah, terima kasih bi," kata Darko.
Darko membawa Clara masuk kedalam rumah neneknya menuju ruang tamu yang terdapat sofa.
"Silahkan duduk tuan putri, aku buatin kamu minuman ya kamu mau minum teh susu, kopi atau air putih?" tanya Darko.
"Teh saja sayangku, terima kasih," jawab Clara.
Darko meninggalkan Clara di ruang tamu dan pergi ke dapur untuk membuatkan minuman.
Cath melihat-lihat rumah neneknya Darko yang bernuansa Classic dan terrace rumahnya terdapat tanaman bunga yang sangat banyak.
Clara yang sedang memperhatikan rumah neneknya Darko tiba-tiba mendengar suara langkah kaki.
__ADS_1
Tak Tak Tak
Clara melihat kearah suara langkah kaki tersebut berasal dan tidak lama muncul wajah neneknya Darko yang menatap tajam kearah Clara.
Clara menundukkan kepalanya dan nenek Darko yang melihat seorang gadis sedang duduk di ruang tamu pasti adalah mantan kekasih cucunya.
"Hallo, apa kamu yang namanya Clara?" tanya Nia.
Clara mengangkat kepalanya dan melihat kearah neneknya Darko.
"Iya nenek," jawab Clara dengan suara yang rendah dan bergetar.
Tidak lama Darko muncul sambil membawa gelas yang berisi minuman dan meletakkannya di meja.
"Hai nenek, sudah datang lama?" tanya Darko.
"Tidak cucuku, baru saja nenek turun," jawab Nia.
"Clara ini teh untukmu," kata Darko sambil memberikan teh ke Clara.
"Nenek ayo duduk bersama kami, ada yang mau aku bicarakan nek," kata Darko.
"Apa yang mau kamu bicarakan cucuku?" tanya Nia.
"Maaf nenek ini adalah gadis yang sangat aku cintai dan sayangi, tolong batalkan perjodohan ku," kata Darko memohon kepada neneknya.
Brakkkk
Neneknya Darko menggebrak ruang tamu dengan kencang dan menunjuk kearah Clara dengan jari telunjuknya.
"Apa gadis tidak tau malu ini mau kembali padamu setelah dia meninggalkanmu?!" teriak Nia.
"Darko kamu cucu kesayangan nenek, jangan bertingkah bodoh sekali dia selingkuh dia akan tetap menjadi wanita tukang selingkuh!" marah Nia kepada cucunya.
"Ini semua adalah salahku," gumam Clara sambil menangis.
Darko yang melihat Clara mulai menangis merasa sedih karena neneknya begitu kasar kepada orang yang sangat ia cintai.
"Nenek tenangkan dirimu dan aku yakin Clara sudah berubah," kata Darko sambil menggenggam erat tangan Clara.
"Terserah kamu tapi nenek tidak akan setuju dengan hubungan kalian," balas Nia.
__ADS_1
Darko tidak menyangka bahwa neneknya akan kasar kepada Clara karena selama ini neneknya selalu lemah lembut didepannya.
"Baiklah kalau itu kemauan nenek, hari ini aku akan pulang kerumah ibuku dan aku akan menikahi Clara apapun yang terjadi," kata Darko.
"Kamu akan menyesal memilih wanita ular ini dan kamu wanita ular jangan pernah bermimpi untuk memanggilku nenek karena kalau kamu masih mempunyai hati kamu tidak akan menyeret cucuku kedalam masalahmu," kata Nia.
Neneknya Darko langsung pergi meninggalkan ruang tamu dan Darko memeluk Clara erat lalu mengusap punggung Clara yang bergetar karena menangis.
"Maafkan aku Darko, aku memang wanita yang tidak tau malu dan murahan tapi tolong jangan berpikir untuk meninggalkanku," kata Clara sambil membalas pelukan Darko.
Darko ikut meneteskan air mata di bahu Clara karena dia sangat mencintai gadis yang didepannya dan Darko tidak pernah melihat Clara menangis seperti ini dihadapannya.
Darko melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Clara dengan tangannya.
"Don't be cry my princess i love you so much," kata Darko.
"I love you so much too Darko," kata Clara sambil menggenggam tangan Darko.
"Aku ambil pakaianku dulu ya dan setelah ini kita langsung berangkat ke bandara," kata Darko.
Clara menganggukan kepalanya dan Darko mencium bibir ranum Clara setelah itu Darko pergi ke kamar merapikan pakaiannya dan barangnya.
Visual Darko yang sedang memikirkan nasibnya dengan Clara.
Bersambung......
.
.
.
.
.
.
Mohon beri kritik dan saran. Update setiap senin sampai jumat, hari sabtu dan minggu diusahakan author update😁. Terima kasih yang sudah membaca cerita yang kubuat 😊 jangan lupa like dan votenya.
__ADS_1