
Barista tersebut merintih kesakitan karena tangannya dicengkeram begitu kuat sampai mengeluarkan darah.
"Tuan tolong lepaskan saya, saya hanya ingin memberikan pelayanan yang terbaik," kata barista.
"Pengawal tolong jauhkan gadis seperti dia dari ruangan saya, saya tidak menyukain gadis yang kecentilan terhadap pria yang tidak dikenalnya!" teriak Kenzo kepada pengawalnya.
Kenzo yang sudah menyelesaikan perkataannya langsung masuk kedalam ruangan VIP dan membanting pintunya lalu duduk kembali sambil menyesap winenya.
"Apa Viona akan merasa bahagia bersama dengan pria pemabok seperti dirinya sekarang," gumam Kenzo sambil terkikik dan mengusap bulir air mata yang mengalir di pipinya.
Kenzo merasa bahwa dunianya sudah hancur, wamita yang sangat dicintainnya berselingkuh dan merencanakan rencana yang jahat kepadanya.
Kenzo yang sudah selesai meminun wine melangkahkan kakinya keluar dari Club dalam keadaan mabok lalu ia masuk kedalam mobilnya.
Kenzo mengendarai mobilnya dalam keadaan mabuk dan tiba-tiba dimalam itu hujan turun deras seperti mewakilkan hati Kenzo yang menangis lalu mendadak pandangan Kenzo menjadi kabur dan mobilnya tiba-tiba tertabrak sebuah pohon yang sangat besar.
"Arghhhh si*l, pakai menabrak pohon!" teriak Kenzo.
Kenzo meringis sakit saat merasakan kepalanya terluka lalu ia mengambil handphonenya yang terletak di sakunya dan matanya tertuju pada nomor Viona.
Kenzo menelepon nomor Viona dan Viona yang sudah tertidur terkejut dengan suara handphonenya yang sangat kencang.
Viona yang terkejut langsung bangun dan melihat handphonenya yang menampilkan nama Kenzo tertera disana.
Viona langsung menerima telepon dan meletakkan ditelinganya.
"Hallo Kenzo, ada apa?" tanya Viona dengan suara khas bangun tidur.
"Viona tolong aku," kata Kenzo sambil meringis kesakitan.
"Apa lukamu parah?" tanya Viona.
"Tidak parah Viona, hanya luka kecil saja," jawab Kenzo.
"Kenzo aku akan menyusulmu tolong share location kamu," kata Viona.
Kenzo langsung memutuskan sabungan teleponnya lalu langsung meshare location ke handphone Viona dan Viona yang sudah mengetahui keberadaan Kenzo dimana segera keluar dari kamarnya lalu pergi tanpa memberitahu kepada siapapun.
Viona yang sudah sampai di depan mobilnya langsung masuk dan menyalakan mesin mobilnya lalu pergi meninggalkan rumah Kenzo.
Steven yang menginap di rumah Kenzo sedang menikmati kopi sambil bekerja dan matanya tanpa sengaja melihat Viona pergi dari jendela kamar.
"Viona mau kemana malam-malam, sepertinya aku harus mengikutinya," gumam Steven.
Sebelum pergi mengikuti Viona, Steven mengirim pesan kepada papa Kenzo untuk berpamitan karena takut keluarga Kenzo mencari dirinya, Viona dan Kenzo lalu Steven yang sudah berada di mobilnya langsung mengikuti mobil Viona dari belakang.
Viona yang mengendarai mobil sendirian merasa ngeri karena daerah yang ia lewatin sangat sepi namun saat sedang melihat sekitar matanya melihat mobil Kenzo menabrak pohon dan Viona langsung keluar dari mobil hujan-hujanan menuju mobil Kenzo.
__ADS_1
Steven yang mengikuti Viona memarkirkan mobilnya agak jauh dari mobil Viona, ia sangat penasaran apa yang akan terjadi.
"Apa yang terjadi pada Kenzo dan kenapa dia tidak meneleponku tapi menelepon Viona," gumam Steven.
"Sebaiknya aku harus melihat apa yang akan terjadi selanjutnya," lanjut Steven.
Viona yang sudah sampai di depan mobil Kenzo langsung membuka pintu mobil lebar-lebar dan ia sangat kaget melihat kepala Kenzo yang terdapat darah.
"Kenzo, ini aku Viona!" teriak Viona.
Kenzo yang mendengar suara Viona tiba-tiba menarik Viona kedalam mobilnya dan memeluknya dengan erat.
"Maafkan aku Viona," kata Kenzo.
"Aku tidak apa-apa, ayo kita ke mobilku," kata Viona sambil memapah Kenzo.
Viona memapah Kenzo dan saat sudah sampai di mobil Kenzo langsung diletakkan disamping kursi kemudi lalu Viona mengambil jaketnya yang ia taruh di jok belakang untuk menutupi tubuh Kenzo yang basah.
"Vi jaketnya untukmu saja, kamu pasti kedinginan," kata Kenzo.
"Kamu pakai dulu aja, kita ke apartmentku dulu aja ya karena tidak mungkin kita pulang ke rumahmu dan ini sudah larut malam," kata Viona.
Kenzo mengiyakan perkataan Viona dan Viona langaung mengendarai mobil menuju apartment pribadi miliknya.
Setelah menempuh perjalanan yang panjang akhirnya mereka sampai di depan apartment. Viona yang melihat diluar masih hujan deras menjadi bingung.
"Aku masih sanggup jalan, ayo kita turun sambil tutupi kepala kita dengan jaketmu," kata Kenzo.
"Ayo Kenzo," kata Viona.
Viona memegang tangan Kenzo dan mereka berlari ke dalam apartment dengan jaket yang menutupi kepala mereka.
"Wah seru juga ya tadi," kata Viona sambil tertawa.
"Iya seru Vi, ayo kita masuk kedalam," kata Kenzo sambil tertawa.
Kenzo yang sudah berada di dalam apartment Viona langsung duduk didepan mesin penghangat sedangkan Viona menyiapkan air hangat di bathtub untuk Kenzo membersihkan diri.
"Kenzo kamu bersih-bersih duluan, aku mau menyiapkan mie kuah untuk menghangatkan tubuh kita," kata Viona sambil menampilkan senyuman manisnya.
Kenzo yang mendengarkan perkataan Viona langsung bangkit dari duduknya.
"Terima kasih Viona, kamu gadis yang baik," kata Kenzo.
Kenzo langsung berjalan menujuh kamar mandi dan saat sudah sampai ia langsung membersihkan dirinya.
Kenzo yang baru ingat bahwa ia tidak memiliki pakaian keluar dengan menggunakan bathrobe saja dan Viona yang melihat hal tersebut pipinya langsung merah merona.
__ADS_1
"Viona aku tidak punya pakaian, apa kamu ada pakaian?" tanya Kenzo.
"Bentar ya, aku ambilkan," kata Viona.
Viona melangkahkan kakinya menuju kamar tamu dan mengambil sebuah kaos yang longgar dan celana pendek milik Kenzo yang pernah tertinggal saat ia menginap di apartment milik Viona.
"Untung waktu itu kamu pernah menginap disini jadi masih ada baju sisa yang dibawa olej pengawalmu waktu itu," kata Viona.
"Iya Vi, maaf merepotkanmu," kata Kenzo.
Kenzo langsung masuk kembali ke kamar mandi dan memakai pakaiannya, Viona yang melihat Kenzo sudah keluar langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Viona yang sudah selesai membersihkan dirinya langsung memasak mie kuah untuk mereka berdua. saat sudah selesai Viona langsung memberikan mie tersebut kepada Kenzo dan tak lupa untuk dirinya sendiri juga.
"maaf Vi, aku mau nanya soal perjodohan kita itu apa kamu mau menerimanya?" tanya Kenzo.
Viona yang sedang makan langsung tertegun dan memberhentikan makannya lalu matanya menghadap kearah Kenzo.
"Aku tidak mau mengecewakan mamamu dan mama ku, maaf kenzo sebenarnya aku juga menyukaimu tapi kalau kamu tidak suka padaku tidak apa-apa kenzo kita bisa menjadi sahabat," jawab Viona sambil tersenyum tulus.
Kenzo yang mendengar jawaban Viona melihat mata Viona yang menampilkan kesedihan.
"Aku menerima perjodohan ini tetapi aku belum bisa memberimu cintaku, maaf Viona," kata Kenzo sambil menghadap ke Viona dan mengelus pipinya.
Viona yang daritadi menahan tangisnya akhirnya memeluk badan Kenzo dan menangis didalam pelukan Kenzo.
"Kenzo aku tidak apa apa belum dicintai yang penting kamu bersamaku dan jangan tinggalkan aku," kata Viona sambil menangis sesegukan.
"Jangan menangis Viona, aku akan berusaha membuka hatiku untukmu," kata Kenzo sambil memegang bahu Viona.
Dilain tempat Steven yang masih berada didalam mobil merasa senang saat melihat Kenzo sedang bersama Viona.
"Ternyata Viona membawa Kenzo ke apartmentnya, aku harap mereka bisa mengenal lebih dalam," gumam Steven sambil tersenyum.
Bersambung......
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Mohon beri kritik dan saran. Update setiap senin sampai jumat, hari sabtu dan minggu diusahakan author update😁. Terima kasih yang sudah membaca cerita yang kubuat 😊 jangan lupa like dan votenya.