Alcoholic Anoymous

Alcoholic Anoymous
BAB 62 BERULAH


__ADS_3

Pixie terus memeluk dan mengelus-ngelus punggung mamanya.


"Tenang ma semua akan baik-baik saja, mending kita siapkan makan malam untuk menyambut papa dan kakak ma," kata Pixie.


Akhirnya Jenny menghapus air matanya saat mendengar perkataan Pixie dan dirinya tidak mungkin membiarkan pria dirumahnya yang habis bekerja malah kelaparan pas sudah sampai rumah.


Kenzo yang sudah selesai meeting mencoba menghubungi Viona karena dirinya sangat penasaran apa yang terjadi dengan mamanya sampai mengirim pesan seperti itu.


Sambungan telepon pun tersambung tapi Viona tidak mengangkat-angkat telepon dari Kenzo.


"Brengs*k kenapa Viona tidak mengangkat teleponku, apa dia sedang tidur atau sedang melakukan apa?" gumam Kenzo.


Semenjak Kenzo mencicipi setiap jengkal manisnya tubuh Viona dirinya menjadi pria yang posesif dan overprotektif.


Kenzo yang ingin segera pulang memanggil Steven untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


Steven yang mendengar suara amarah dan penakanan dari Kenzo berpikir alasan apa yang membuat temannya semarah itu.


"Apa ada masalah lagi dengan Kenzo tapi mama dan papanya Kenzo tidak menghubungiku, mungkin karena mereka bisa menyelesaikannya sendiri, baiklah sekarang aku harus fokus dengan pekerjaanku," gumam Steven.


Kenzo yang sudah mengoper semua pekerjaannya yang tertunda kepada Steven melangkahkan kakinya menuju mobilnya yang berada di parkiran dan saat sudah sampai didepan mobilnya ia langsung masuk kedalam mobil.


Kenzo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya.


Papa Kenzo yang baru selesai bertemu dengan kliennya langsung menghubungi Steven untuk menghandle pekerjaannya.


Setelah selesai memberikan perintah kepada Steven, papanya Kenzo melangkahkan kakinya menuju mobilnya yang sudah menunggu di depan lobby dan saat sudah sampai didepan mobilnya ia langsung masuk kedalam mobil.


Supir papa Kenzo yang melihat papanya Kenzo sudah masuk kedalam mobil langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Di kediaman rumah Kenzo semua orang sudah berkumpul diruang keluarga.

__ADS_1


mama Viona membantu sahabatnya Jenny untuk menyiapkan biskuit dan teh seperti akan ada perbincangan biasa padahal ini konflik yang entah akan meledak atau tidak.


Selama mama Viona membantunya menyiapkan biskuit dan teh Jenny hanya diam saja karena dirinya takut mama Viona akan tersinggung dengan perkataannya.


Viona yang sedang duduk di sofa meremas tangannya karena takut menyinggung semua orang tentang pembicaraan yang akan berlangsung nanti.


Viona yang melihat Kenzo meneleponnya berkali-kali hanya mencuekinnya saja tanpa menjawab telepon tersebut karena Viona ingin Kenzo bertemu dengan keluarganya terlebih dahulu.


Di tempat lain Samuel termenung di ruang kerjanya.


"Segitu bencikah kamu padaku sehingga kamu tidak ingin berbicara denganku," gumam Samuel.


Samuel yang penasaran dengan kegiatan Viona selama tidak bertemu dengannya menyuruh pengawalnya untuk mengikuti Viona.


Setelah menyuruh pengawalnya Samuel menelepon sekretarisnya untuk memanggil anak magang yang akhir-akhir ini suka membuat ulah dan dirinya ingin melampiaskan amarahnya kepada anak magang itu.


Tidak lama pintu terbuka menampilkan sosok seorang gadis muda berpenampilan simple namun tetap elegant.


"Si*l nama kamu siapa? saya dengar kamu selalu membuat masalah?!" teriak Samuel.


"Nama saya Olive Bowie dari bagian divisi accounting pak," jawab Olive.


Samuel menyeringai dan dirinya mempersilahkan Olive untuk duduk.


Olive mengikuti perintah Samuel dan mendudukkan dirinya di kursi depan Samuel.


"Apa kamu sudah mempunyai kekasih?" tanya Samuel.


"Apa maksud anda pak mengurusi privacy orang, apa ada hubungannya sama pekerjaan?" tanya Olive.


"Gadis ini sangat menarik sekali," gumam Samuel.

__ADS_1


"Baiklah, saya hanya bertanya dan katanya kamu sering datang telat dan jika diberikan tugas kamu marah-marah terus," kata Samuel.


"Iya saya kesal karena mentang mentang saya anak magang masa iya saya di suruh fotocopy dan membuatkan kopi atau teh, saya di sini magang di bagian accounting tapi seperti menjadi pembantu, you know lah pak Sam saya harap anda bisa mendidik karyawan anda dengan baik," kata Olive.


"Untuk soal ketelatan saya juga sengaja karena tidak penting saya datang pagi-pagi kerjaannya seperti itu," lanjut Olive.


"Kamu gadis yang energik, saya suka fengan ambisimu, kalau kamu mau kamu magang dibagian sekretaris saja mau tidak?" tanya Samuel.


"Sekretaris maksudnya?" tanya Olive sambil mengernyitkan dahinya.


"Sekretaris saya Olive," jawab Samuel.


"Saya tidak bisa pak Sam, saya kan kuliahnya dibagian accounting bukan bagian sekretaris," balas Olive.


"Apa menurutmu sekretaris tidak punya kerjaan? laporan keuangan juga diurus oleh sekretaris saya," kata Samuel.


Olive menimbang-nimbang ucapan Samuel.


"Apa salahnya mencoba daripada dibagian accounting yang isinya orang yang sangat menyebalkan," gumam Olive.


Sam yang melihat Olive melamun menjentikkan jari nya di depan wajah Olive membuat Olive kaget.


"Apaan sih pak, iya saya mau deh pak Sam," kata Olive.


"Good girl, besok kamu mulai merangkap menjadi sekretaris saya, nanti kamu alan diajarkan apa saja yang harus kamu kerjakan oleh sekretaris saya yang bernama Carol," kata Samuel sambil tersenyum.


"Terima kasih pak," ucap Olive sambil tersenyum.


Samuel hanya menganggukkan kepalanya lalu Olive pergi meninggalkan ruangan Samuel.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan Like, komen atau votenya ya biar author semangat upnya 😊 terima kasih


__ADS_2