Alcoholic Anoymous

Alcoholic Anoymous
BAB 53 KHAWATIR


__ADS_3

Viona yang sudah dipersilahkan untuk masuk kedalam melangkahkan kaki ke ruangan Samuel dan Samuel menyambut Viona dengan senyumannya.


"Duduklah Viona," kata Samuel sambil tersenyum dan memandang kearah Viona.


"Apa yang mau kamu bicarakan Sam?" tanya Viona sambil mendudukkan dirinya di kursi.


"Lebih baik kita makan siang dulu dan aku sudah membelikanmu makanan, ayo kita makan bersama," kata Samuel sambil menunjuk makanan yang sudah ada diatas mejanya.


"Baiklah," kata Viona.


Viona mengambil makanan dari Samuel dan mereka akhirnya makan bersama.


Samuel sesekali melirik Viona yang sedang makan dengan lahap karena dirnya tau bahwa Viona sangat menyukai beef teriyaki sehingga dia memutuskan memesan makanan tersebut untuk Viona.


"Kamu masih sama seperti dulu suka makan beef teriyaki," kata Samuel.


Viona hanya tersenyum kearah Samuel sambil makan makanannya hingga hanis, setelah selesai makan Viona menatap Samuel.


"Terima kasih Sam," kata Viona.


"Tidak usah sungkan Viona," kata Samuel.


Samuel yang melihat di bibir Viona terdapat noda saus mendekati Viona sambil memegang tissue ditangannya.


"Maaf Viona," kata Samuel sambil mengelap bibir Viona dengan tissue.


"Terima kasih," kata Viona sambil tersenyum kikuk.


"Apa kita tidak bisa bicara berdua saja?" tanya Samuel.


"Kita kan sudah berdua saja," jawab Viona dengan wajah yang kaget.

__ADS_1


"Aku tau Kenzo menaruh alat perekam di tasmu," kata Samuel.


"Bisa tapi gimana ya," kata Viona sambil mengeluarkan alat perekam dari tasnya.


Samuel yang kesal mengambil alat perekam dari tangan Viona lalu dirinya langsung menginjak alat tersebut.


"Apa yang kamu lakukan Sam?!" teriak Viona.


"segitunya kamu membenciku dan kamu tau kan waktu itu aku sakit, kamu bisa bertanya kepada mamaku nanti kalau aku tidak berbohong," kata Samuel.


"Baiklah Sam aku percaya padamu dan tolong kamu jangan seperti ini aku sudah mempunyai kekasih," balas Viona.


"Apa sudah tidak ada lagi sisa cintamu padaku Viona?" tanya Samuel sambil menggenggam tangan Viona.


"Maafkan aku Sam," kata Viona dengan mata berkaca-kaca.


"Baiklah, jangan menangis Viona boleh aku memelukmu untuk terakhir kalinya?" tanya Samuel.


"Semoga kamu selalu bahagia Viona kalau sampai Kenzo tidak membahagiakanmu aku akan merebutmu darinya atau kamu sendiri yang datang kepada ku," kata Samuel sambil memeluk dan mengelus punggung Viona.


Viona semakin terisak dipelukan Samuel dan Viona sebenarnya sudah melupakan Samuel tapi bagaimanapun Samuel pernah ada di hati Viona.


Samuel melepaskan pelukan mereka lalu dirinya menghapus air mata Viona dengan tangannya.


"Semoga ini air mata terakhir yang kamu keluarkan," ucap Samuel.


"Apa kita bisa menjadi sahabat?" tanya Samuel.


"Bisa Sam," jawab Viona sambil mengelus wajah Samuel.


"Oke aku akan mengikuti maumu Kenzo sekarang tapi liat nanti Viona akan memilihku," gumam Samuel.

__ADS_1


"Mau jalan-jalan sama aku ke mall?" tanya Samuel.


"Tidak usah Sam," jawab Viona.


"Atau mau ke wahana permainan?" tanya Samuel.


"Baiklah kalau kamu memaksa tapi pulangnya jangan malam-malam ya," jawab Viona.


Viona dan Samuel berjalan berdampingan keluar dari ruangan Samuel sedangkan Kenzo yang tidak dapat mendengar apa-apa dari alat pendengarnya merasa khawatir dengan Viona.


Kenzo yang mulai khawatir menelepon Viona tapi tidak diangkat-angkat.


Viona yang sedang bersama Samuel ingin menghubungi Kenzo tapi tangannya ditahan oleh Samuel.


"Viona bisakah kita berduaan dulu dan jangan ada yang mengganggu kita," kata Samuel.


Viona segera mematikan ponselnya menuruti permintaan Samuel.


"Br*ngsek pasti ini ulah Samuel!" teriak Kenzo.


Kenzo memutuskan untuk menghubungi Steven dan pada dering pertama Steven langsung mengangkat telepon tersebut.


"Ada apa Kenzo ada yang bisa ku bantu?" tanya Steven.


"Tolong ikuti san jaga Vionaku, dia lagi bertemu dengan Samuel," perintah Kenzo pada Steven.


"Baiklah, aku akan segera mengabarimu," kata Steven.


Kenzo mematikan sambungan telponnya dan menghelakan nafas.


Viona jangan tinggalkan aku jangan memilih Samuel aku sangat mencintaimu, batin Kenzo.

__ADS_1


__ADS_2