
Steven yang melihat mereka menjadi sedih, keluarga yang biasanya selalu bahagia menjadi hancur seperti ini hanya karena perbuatan Clara.
"Awas saja kau Clara akan kubalas perbuatanmu dasar wanita ular," gumam Steven.
Setelah sampai depan ruang rawat mamanya Kenzo, papanya Kenzo langsung masuk kedalam dan melihat istrinya sedang duduk dan minum.
"Pa ayo kita ke kamar Viona disana ada Kenzo, kasian Kenzo dan ibunya Viona, aku menjadi merasa bersalah pa," ajak Jenny.
"Tenangkan dirimu ma, ayo kita kesana tapi jangan pingsan lagi," kata John.
Mama Kenzo yang mendengar ucapan papa Kenzo langsung tersenyum dan memeluk suaminya.
"Terima kasih suamiku kamu selalu ada untukku dan keluarga," ucap Jenny.
Papa dan mama Kenzo langsung berjalan beriringan menuju kamar rawat Viona.
Di lain tempat ibunya Viona masih terus menatap anak gadisnya yang terlelap dan ia menoleh kearah Kenzo yang wajahnya sudah sangat kusut serta ada noda darah di jas milik Kenzo.
"Nak kamu pulang dulu saja tenangkan dirimu biar saya yang akan menjaga anak saya hari ini," kata Vina.
"Bersihkan dirimu juga kamu sudah terlihat sangat berantakan nak," lanjut Vina.
Kenzo yang mendengar ucapan mama Viona meliriknya.
"Maaf tante saya pulang dulu dan nanti saya akan kembali lagi," ucap Kenzo.
Mamanya Kenzo yang sudah sampai di ruang rawat Viona mendekati mamanya Viona.
"Bu saya akan menemani Viona setelah saya membersihkan diri saya dulu bersama suami saya," kata Jenny.
Mamanya Viona tersenyum dan menganggukan kepalanya dan mama Kenzo yang melihat mamanya Viona tersenyum walaupun masih sedih hatinya merasa tercubit merasa bahwa mama Viona adalah wanita yang hebat.
Akhirnya keluarga Kenzo memutuskan untuk pulang kerumah dan saat sampai dirumah Kenzo langsung naik ke kamarnya.
Kenzo yang sudah sampai didepan kamarnya langsung masuk dan menuju kamar mandi, ia langsung menyalakan shower dan menyirami tubuhnya sambil berteriak.
"Arghhhhh Clara kenapa kamu berhianat kepadaku dan kamu liat ini semuanya jadi hancur!" teriak Kenzo.
Kenzo tiba-tiba langsung memukul kaca cermin yang berada didalam kamar mandi hingga tangannya berdarah.
Kenzo sudah tidak memperdulikan sakit ditangannya karena sakit dihatinya benar-benar membuatnya mematikan rasa sakit ditubuhnya.
__ADS_1
Kenzo keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakai kering dan telapak tangannya masih terus mengeluarkan darah.
Setelah selesai bergantian Kenzo mengambil minuman beralkohol di minibar dalam kamarnya.
Kenzo terus meminum minumannya sambil meraung-raung, mama Kenzo yang mendengarkan Kenzo menangis diatas memeluk suaminya.
"Pa bagaimana ini Kenzo benar-benar hancur?" tanya Jenny.
"Tenangkan dirimu Istriku Kenzo adalah anak yang kuat kamu tenang saja," jawab John.
Sebenarnya papa Kenzo juga sedih namun mau bagaimana lagi kalau dia ikut larut dalam kesedihan bisa-bisa keluarganya benar-benar hancur.
Adiknya Kenzo yang melihat kakaknya dan orangtuanya seperti itu bingung harus bagaimana dan memilih untuk diam supaya tidak memberatkan orangtuanya.
*********************
Malam hari yang menampilkan bulan perlahan bulan tersebut menghilang digantikan dengan matahari yang mulai muncul.
Semua keluarga Kenzo sudah pergi ke rumah sakit untuk melihat Viona dan bergantian menjaga Viona.
Kenzo yang masih tertidur, tidurnya terganggu oleh suara ketokan dari luar kamarnya.
"Den ini bibi, den belum sarapan ayo sarapan dulu den nyonya nyuruh saya untuk mengingatkan den Kenzo untuk makan," kata kepala pelayan.
Setelah suara kepala pelayan sudah tidak ada Kenzo berjalan sepoyongan menuju pintu kamarnya sambil membawa minuman beralkoholnya.
Kenzo keluar dari kamarnya dan menuruni satu persatu anak tangga menuju ruang makan, saat sudah sampai di meja makan ia membenturkan kepalanya ke meja makan.
"Kurang aja kamu Clara, aku akan benar-benar membalas seluruh perbuatanmu padaku termasuk kekasih gelapmu akan kuhancurkan," gumam Kenzo sambil menertawakan dirinya sendiri.
Kepala pelayan yang mendengar suara benturan keras langsung mendatangi Kenzo yang sedang membenturkan kepalanya sambil merancau tidak jelas.
"Den tolong jangan seperti ini, kasihan tuan besar dan nyonya besar ayo makan dulu den jangan minum terus kasihan perut tuan nanti nyonya besar bisa sangat sedih melihat tuan seperti ini," kata kepala pelayan.
"bi aku sangat sedih sekarang wanita yg ku cintai menghancurkan hati ku di tambah lg ada gadis yg selalu membuat hariku damai dia sekarang terbaring koma gara- menyelamatkanku bi," kata Kenzo sambil memeluk kepala pelayan dan terisak.
Kepala pelayan yang mendengar ucapan Kenzo mengelus kepala tuan mudanya.
"Sabar den semua akan baik-baik saja dan tidak akan lagi kehancuran, den kuatkan diri tuan ayo makan den mau bibi suapin?" tanya kepala pelayan.
Kenzo yang sekarang terlihat seperti anak kecil ia menganggukan kepalanya dan dia sangat ingin disuapin oleh bibi yang sudah merawatnya dari kecil.
__ADS_1
Bibi kepala pelayan menyuapi tuan mudanya dengan telaten. Suap demi suap makanan masuk kedalam mulut Kenzo dan perlahan makanan tersebut sudah habis dimakan Kenzo.
Kenzo yang sudah selesai makan membersihkan mulutnya dengan tissue dan langsung berjalan mendekati kepala pelayan.
"Bi terima kasih, aku naik dulu ke kamar," kata Kenzo.
Kenzo menaiki satu persatu anak tangga, saat sudah sampai di kamarnya ia langsung berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Setelah selesai membersihkan dirinya Kenzo langsung mengenakan pakaian Casualnya dan dia ingin menjenguk Viona apalagi papa dan mamanya Kenzo sedang disana gantian shift dengan mamanya Viona.
Kenzo yang sudah siap langsung berjalan menuju mobilnya dan mengendarai mobilnya dengan kecapatan tinggi.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya Kenzo sampai di depan rumah sakit mendadak dia melihat Clara di depan rumah sakit.
Clara yang sedang berdiri di depan rumah sakit melihat Kenzo yang turun dari mobil berlari menuju Kenzo dan langsung memeluk Kenzo.
Kenzo yang kaget dipeluk oleh Clara mendadak emosinya memuncak dan mendorong Clara.
"Dasar wanita tidak tau malu aku sangat jijik melihatmu dan apalagi saat kamu menyentuhku pergi sana dan tidur bersama kekasih gelapmu yang rendahan itu," teriak Kenzo.
Clara yang mendengar Kenzo membentaknya untuk pertama kali merasa syok, dan ia langsung memeluk kaki Kenzo.
"Maafkan aku Kenzo, aku tidak bermaksud seperti itu aku merasa sangat kesepian karena kamu jarang memberikanku perhatian," ucap Clara sambil menangis.
"Kamu merasa kesepian kasian sekali dirimu, kamu bisa menjual dirimu kalau kamu haus belaian seperti itu dasar wanita munaf*k," teriak Kenzo dengan melirik sinis kepada Clara.
Kenzo yang melihat Clara masih memeluk kakinya langsung menendang Clara dan melangkahkan kakinya masuk ke rumah sakit.
Kenzo yang sudah melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sakit langsung menuju toilet terlebih dahulu untuk mencuci wajahnya dan menenangkan pikirannya. Ia tidak ingin mama dan papanya sedih melihatnya seperti ini.
Bersambung......
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Mohon beri kritik dan saran. Update setiap senin sampai jumat, hari sabtu dan minggu diusahakan author update😁. Terima kasih yang sudah membaca cerita yang kubuat 😊 jangan lupa like dan votenya.