Alcoholic Anoymous

Alcoholic Anoymous
BAB 37 MENYERAH


__ADS_3

Clara terus memeluk erat Darko tapi Darko tidak membalas pelukan Clara.


"Darko aku kangen banget sama kamu," kata Clara sambil memeluk Darko.


Clara yang merasa darko hanya diam saja tanpa membalas pelukannya mengernyitkan dahinya dan menatap mata Darko.


"Apa ada yang salah?" tanya Clara.


Darko yang bingung mau menjawab apa hanya diam saja dan berusaha menjaga jarak dari Clara.


"Kamu udah makan belum?" tanya Clara.


"Ayo kita duduk dan pesan makan dulu, sepertinya kamu kurusan," jawab Darko.


Clara yang mendengar jawaban Darko tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Darko memanggil lalu memesan makanan serta minuman untuk dirinya dan Clara, setelah memesan makanan Darko menatap Clara yang sedang memandangnya sambil tersenyum.


Seandainya dulu kamu bersikap patuh padaku dan tidak memilih lelaki lain mungkin saat ini kita bisa melakukan hal-hal romantis, batin Darko.


Clara yang ingin mengatakan sesuatu mendadak terdiam karena makanan dan minuman yang mereka pesan sudah datang.


"Kita makan dulu dan nanti baru kita bicara," kata Darko.


"Baiklah sayang, aku akan makan kalau ada kamu," kata Clara sambil tersenyum kecil.


Mereka makan dalam hening dan Darko sambil memikirkan keputusan yang ia ambil untuk hubungannya dengan Clara.


Maaf Clara sepertinya kita tidak akan bersama lagi, batin Darko.


Semoga Darko tidak berpikir untuk meninggalkanku dan kalau sampai terjadi aku bisa gila karena dirinya, batin Clara.


Darko yang sudah selesai makan membersihkan mulutnya dengan tissue lalu ia melihat Clara hanya termenung melihat kepadanya dan bibirnya agak belepotan.


Darko mengambil tissue yang berada di meja dan mengelap bibir Clara yang belepotan dengan lembut lalu menaruh tissue tersebut keatas piring kotor.


"Jangan bengong begitu Clara," kata Darko.


Clara tersentak kaget dengan perlakuan Darko dan ia memegang tangan Darko yang mengelap bibirnya dan menciumnya.


"Maafkan aku Darko, jangan tinggalkan aku," kata Clara sambil menangis.


"Aku hancur sekarang, mamaku bahkan memarahiku dan aku masih mencintaimu Darko tanpa dirimu aku hanya sendirian," lanjut Clara.


Darko yang mendengar perkataan Clara berusaha tidak terpancing emosinya karena ia merasa bahwa Clara hanya menganggap dirinya hanya pelarian saja.


"Clara maafkan aku, kita sampai sini aja kamu bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dariku lagian mamamu sangat tidak menyukaiku karena aku tidak sekaya Kenzo," kata Darko.


"Clara tolong jaga dirimu baik-baik," lanjut Darko.


Clara mendadak menangis histeris saat Darko mau meninggalkan dirinya.


"Tidak darko, aku mohon jangan tinggalkan aku," teriak Clara sambil menangis tersedu-sedu.


Semua orang yang berada di cafe itu langsung melihat kearah mereka dan Darko langsung memeluk tubuh Clara untuk meredakan tangisan Clara.


Darko yang merasa Clara sudah tenang membawa Clara masuk kedalam mobilnya dan mengantarkan Clara ke

__ADS_1


"Maaf Clara kita tidak bisa melanjutkan hubungan kita, aku mohon kamu mengertilah aku sudah dijodohkan oleh nenekku dengan gadis bernama anatasya," kata Darko sambil mengelus pipi Clara dengan lembut.


Clara yang emosinya semakin tidak stabil memukul-mukul dada Darko.


"Kamu tidak boleh bersama wanita itu, tolong berikan aku kesempatan kedua," kata Clara sambil terus memukul-mukul dada Darko.


"Clara, jangan bertingkah seolah-olah kamu selama ini mencintaiku kamupun sama kayak mamamu hanya mementingkan harta!" teriak Darko.


Clara kaget mendengar suara bentakan Darko karena selama ini Darko tidak pernah membentaknya dan Clara reflek beringsut mundur.


Clara menatap mata Darko dengan matanya yang mulai sembab dan penampilannya yang sangat kusut.


"Darko mungkin itu pilihan terbaik untukmu dan aku akan merelakanmu terima kasih untuk semuanya," kata Clara sambil tersenyum.


Selamat tinggal Darko mungkin setelah ini kamu tidak akan pernah melihatku lagi, batin Clara.


Darko yang mendengarkan ucapan Clara dan senyuman yang mengerikan dimatanya membuat dirinya takut Clara akan bertingkah konyol.


"Aku ingin memeluk untuk yang terakhir kali," kata Clara.


Clara langsung memeluk tubuh Darko dengan erat sambil menangis di dada Darko dan Darko hanya diam saja menerima pelukan Clara karena hatinya sangat sedang gundah.


Setelah Clara selesai memeluk Darko ia langsung keluar dari mobil dan meninggalkan Darko yang hanya diam mematung menatap kepergian Clara kedalam hotel.


Clara berlari menuju kamar hotelnya dan menempelkan kartunya setelah itu pintu terbuka lalu Clara masuk ke dalam kamar saat sudah di dalam ia membanting pintu itu dengan sangat keras.


"Mama kenapa jadi seperti ini, Kenzo meninggalkanku dan Darko juga meninggalkanku!" teriak Clara sambil menjambak rambutnya.


Clara yang sudah sangat frustasi berjalan menuju balkon hotel, sedangkan Darko yang masih berada di mobilnya merasa was-was jika ia meninggalkan Clara dengan keadaan seperti ini.


"Arghhh Clara!" teriak Darko sambil memukul setir mobilnya.


Saat sudah berada di dalam rumah keduanya langsung disambut oleh mama-mamanya yang rempong.


"Kalian ini benar-benar seperti pasangan kasmaran," kata Jenny.


"Iya dong jeng, makhlum kayaknya mereka udah nggak sabar kasih kita cucu," kata Vina.


"Iya jeng, ayo masuk kalian berdua kita lagi nonton berita hari ini," kata Jenny.


Tiba-tiba adik Kenzo yang bernama Pixie berteriak memanggil mereka semua.


"Mama dan tante kesini deh!" teriak Pixie.


Mereka berdua merasa bingung dengan adiknya Kenzo kenapa memanggil mereka kayak ada berita yang penting aja.


"Ayo kita semua kesana," kata Pixie.


"Ma liat di tv ada berita heboh," kata Piu.


Semua yang ada di ruang tamu tersebut matanya melihat kearah tv yang menampilkan berita mengenai sesosok perempuan yang ingin meloncat kebawah dari balkon hotel.


Wanita tersebut berada di hotel kawasan bandara Australia dan sampai saat ini belum diketahui wanita tersebut bernama siapa.


"Ma itu Clara dan apa yang ia lakukan disana, apa dia mau mati?" tanya Kenzo dengan tergagap.


Viona melihat betapa Kenzo sangat mengkhawatirkan mantan tunangannya membuat hatinya sedikit sakit.

__ADS_1


"Mungkin dia putus asa tidak jadi tunangan dengan kamu," jawab Jenny dengan sinis.


"Semoga Clara baik-baik saja dan kita tidak bisa menyusul kesana dengan cepat," kata Viona sambil mengusap-usap tangan Kenzo.


"Aku sepertinya tau siapa yang dapat menolong Clara walaupun ia jahat padaku tapi aku tidak ingin dia mati seperti itu," kata Kenzo.


Kenzo mengambil ponselnya dan menelepon mamanya Clara, pada sambungan pertama telepon tersebut diangkat.


"Hai Kenzo, apa kabar? ada apa kamu menelepon?" tanya mama Clara.


"Anda sebagai mamanya Clara sebaiknya menjaga putri anda baik-baik, tolong lihat di televisi apa yang dilakukan anak bodohmu itu," kata Kenzo.


Mama Clara yang bingung langsung menyalakan televisinya dan kaget melihat anaknya ingin melompat dari balkon Hotel.


"Kenzo tolong putriku, dia satu-satunya anakku," kata Florence memohon kepada Kenzo.


"Kamu punya nomor telpon selingkuhan anakmu dan sebaiknya kamu telepon dia," kata Kenzo.


"Darko tidak pernah mengangkat telepon dari Clara semenjak dia akan bertunangan denganmu Kenzo, tolong bantu Clara aku mamanya minta maaf kepadamu," kata Florence.


"Baiklah, kirimkan nomor selingkuhannya Clara," kata Kenzo.


Mama Kenzo yang mendengar percakapan Kenzo dan mamanya Clara tercengang melihat kebaikan hati anaknya yang sudah dihianati oleh anak dan mamanya itu malah mau membantu.


"ma ku mohon jangan bersuara dulu aku berjanji akan tetap bersama Viona dan tidak akan memilih Clara, aku hanya ingin Clara tidak kenapa-kenapa ma," kata Kenzo.


"Terserah kamu deh, mama pusing jadinya," balas Jenny.


Semua hanya diam mendengarkan perdebatan mama dan anak itu.


Kenzo yang sudah mendapatkan nomor Darko langsung menghubungi nomor tersebut berkali-kali.


Darko yang melihat nomor tidak dikenalnya hanya mendiamkannya saja tapi nomor tersebut terus menghubunginya mengganggu dirinya dan akhirnya Darko mengangkat telepon tersebut.


"Hallo, ini siapa ya?" kata Darko.


"Ini saya Kenzo mantan tunangan Clara aku hanya ingin memberitahumu Clara mau bunuh diri di hotel Australia," kata Kenzo.


"tidak mungkin, baru saja aku ketemu dia!" teriak Darko.


"Kamu bisa melihat sendiri berarti kamu kan ada di tempat itu cepat cari Clara atau kamu memang mau dia mati hah!" teriak Kenzo.


"Terima kasih atas infonya, maafkan aku yang sudah mengambil Clara darimu," kata Darko.


Setelah menyelesaikan pembicaraannya Kenzo langsung mematikan sambungan telepon tersebut.


Bersambung......


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Mohon beri kritik dan saran. Update setiap senin sampai jumat, hari sabtu dan minggu diusahakan author update😁. Terima kasih yang sudah membaca cerita yang kubuat 😊 jangan lupa like dan votenya.


__ADS_2