
Beberapa Minggu kemudian...
Pak Albar tiba tiba memegang tangan alisya dan menggodanya.
"Apa kamu tidak ingin punya anak juga seperti yang lainnya." ucap Albar
"Bukannya kamu sudah punya anak dari istri lainnya." ucap Alisya
"Tapi sama kamu kan beda." Ucap pak albar
"Beda? beda apanya?". Tanya alisya
"Jelas beda karna kamu istri yg saya cintai." ucap pak Albar yg membuat malu Alisya
"Sayang,saya tahu keinginan kamu selama ini,yang sebenarnya ingin mempunyai suami dan sehidup semati berdua bersamanya namun keinginan kamu tidak terwujud karna kamu harus memiliki suami yg memiliki istiri banyak,namun saya akan berusaha menjadi suami yg terbaik buat kamu karna hanya istri saya yg satu ini yg bisa membuat saya setiap hari marah." ucap pak Albar yg tersenyum.
"Kok marah ?." Tanya Alisya
"Iya, marah tapi marah nya marah sayang." Ucap Pak Mayor yg membuat pipi Alisya memerona yang segera meninggalkan Pak Albar.
"Ngapain si dia deket deket, ini juga dideketin sedikit aja udah dekdekannya minta ampun." Ngomel Alisya.
"Nona Alisya kenapa?." Tanya Ani yang menghampiri Alisya.
"Gak usah panggil nona, panggil aja Alisya." Ucap Alisya.
"Iya,tapi kenapa wajah nona,eh, Alisya terlihat memerah." Ucap Ani.
"Ha, gak papa, ini habis kena matahari saja jadinya agak merah merah." Ucap Alisya yang mencoba menutupinya agar ia tidak malu.
Alisya dan Ani pergi ke kebun untuk memetik beberapa buah dan juga sayur sayuran, karna hari ini adalah giliran mereka, yang ternyata di sana sudah ada Rani dan juga Mona.
__ADS_1
"Kalian bisa gak si ngehargain waktu." Ucap Rani.
"Iya jam segini ngapain aja, molor." Singgung Mona.
"Kalian bisa nggak si ngehargain orang, kalau gak tahu apa apa gak usah sok bijak." Tegas Alisya.
"Nona Alisya,udah gak usah di ladenin, mereka emang suka cari masalah." Ucap Ani.
"Eh eh, diam kamu." Bentak Rani.
"Kamu yang diam." Teriak Alisya.
Mereka pun aduh mulut, istri yang lain segera melapor ke pak Albar.
Tak berselang lama pak Albar datang dan melerai mereka.
"Sudah cukup, kalian ini sudah dewasa juga masih aja berantem." Ucap pak Albar.
"Dia duluan." Ucap Alisya.
"Tapi kamu gak usah ngegas gitu dong." Ucap Alisya kesal.
"Alisya kamu kenapa gak bisa mengontrol emosi kamu, saya tahu umur kamu masih muda tapi setidaknya kamu bisa sedikit dewasa." Ucap pak Albar yang membuat Alisya kesal dan Rani tentu nya senang.
"Lah kok aku,ih!." Ucap Alisya yang segera pergi.
"Nona Alisya." Teriak Ani.
"Jangan ikutin aku." Teriak Alisya yang berlalu pergi.
Di perjalanan pulang...
__ADS_1
Alisya tak henti hentinya mengomel.
"Ih dasar, kenapa cuma saya aja,emang kenapa kalau aku masih kekanak kanakan belum dewasa." Ucap Alisya kesal
"ih ih ih." Teriak Alisya.
Yang tiba tiba dari belakang, pak Albar datang dan menggendong istri kecilnya tersebut dengan paksa.
"Iiihh lepaskan." Teriak Alisya.
Sesampai di rumah... Pak Albar menurunkan Alisya di kasurnya. Alisya masih terlihat menunjukkan wajah jutek dan rasa kesalnya.
Pak Albar kemudian membujuk istrinya, ia mengatakan bahwa ia melakukan itu agar ia bersikap adil kepada semua istri nya. Namun hal tersebut belum mampu membuat Alisya memaafkannya.
Alisya membuang wajahnya dari pandangan suaminya dan gak mau melihat pak Albar. Pak Albar tidak kehabisan ide,ia memeluk istri kecilnya tersebut dari belakang dan membisikkan sesuatu...
"Kamu semakin marah seperti ini,kamu semakin terlihat menggoda itu membuat ku tidak dapat menahannya lagi..bisik pak Albar yang membuat Alisya gugup, segera melepaskan pelukan pak Albar namun pelukan pak Albar begitu erat yang tak mampu ia lepaskan.
Perlahan Pak Albar mencium telinga Alisya, mencium lehernya seketika suasana jadi hening, kicauan burung pun tak terdengar begitu pun angin seketika terhenti.
Pak Albar membaringkan Alisya,yang terlihat terhipnotis dengan pak Albar yang tadinya cerewet seketika tak mampu melawan saat melihat mata pak Albar yang menawan,
Ia terhanyut akan indahnya moment malam tersebut.
Pak Albar perlahan mencium kening dan di ikuti bi*** Alisya dan...malam pun mulai gelap
Etdah Sensorrrr😁
Bubar dulu bubar, tunggu mereka selesai dulu.kebiasaan nih warga indo giliran begini pada penasaran.
5 jam kemudian..
__ADS_1
Selesai melakukan hubungan suami istri.
Wajah Pak Albar dan Alisya semakin berbunga bunga dan secerah bulan purnama bagaikan cinta meraka berdua.