
Hujan yang deras mulai menggujur desa mereka.
pak Albar yang teringat moci dan Momo di kandangnya segera membawahkan selimut kecil untuk menyelimutinya.
Tak beberapa lama, terdengar ketukan pintu dari luar,ia pun segera membuka pintu yang ternyata itu adalah Vania ya g terlihat basah kuyup.
"Mas...ucap Vania yang segera masuk ke dalam rumah
"Kenapa malam malam ke sini?." Tanya pak Albar
"Ini mas saya hanya khawatir sama mas,mas sudah makan atau tidak jadi saya membawahkan beberapa makanan." ucap Vania
"Seharusnya kamu tak perlu melakukan itu." ucap pak Albar
"gak papa mas. ucap Vania sambil menghidangkan makanan yang ia bawah tersebut.
"Mmm mas ini kan sudah malam apa tidak masalah jika saya bermalam di sini untuk malam ini saja mas." ucap vania
"Bagaimana dengan Toni." ucap pak Albar
"Toni sudah ada yang jaga mas." ucap Vania
__ADS_1
Sembari pak Albar sedang makan,Vania melihat lihat di rumah Alisya tersebut,sampai ia ke kamar Alisya ia mengambil baju Alisya dan memakai nya. Saat ia keluar dan pak Albar yang melihat Vania memakai baju Alisya yang sedikit terbuka tersebut..
"Mas enggak papakan saya pake baju Alisya untuk sementara waktu, soalnya saya kedinginan mas kalau tetap pake baju saya yang sudah basah." ucap Vania.
Pak Albar terpaksa memperbolehkan nya karna sudah terlanjut Vania pakai,ia juga tak enak juga harus menyuruhnya melepaskannya.
Malamnya,Vania datang ke kamar pak Albar dan hendak tidur dengan nya,pak Albar yang sadar segera bangun dan bertanya mengapa Vania ada di kamarnya.vania mengatakan bahwa ia kedinginan dan merasa takut jika tidur sendiri.
Mendengar hal tersebut pak Albar memperbolehkan ia tidur di kasur tersebut namun pak Albar tidur di bawah,melihat sikap pak Albar seperti itu tak sesuai keinginan nya membuat Vania sangat kesel dan segera Kembali tidur.
Paginya,Rani yang melihat Vania habis keluar dari rumah pak Albar kembali bergosip.
"Jangan jangan dia bermalam di sana lagi." ucap Mona
"Wah gak bisa di biarkan,dia semakin lincah aja deketin pak Albar semenjak nggak ada nona Alisya." Ucap Rani
"Jangan mau kali Ran." ucap Mona
Di rumah pak Mayor, terlihat pak mayor sedang membasuh kaki Alisya dengan kain yang telah ia basahi dengan air,betapa so sweetnya pak Mayor. Alisya kembali menggerakkan tangan nya membuat pak Mayor sangat senang.
Perlahan mulut Alisya bisa ia buka namun belum mampu mengeluarkan suara.
__ADS_1
"Lilis kami ada disini ini Gandar,kamu pasti bisa melewati ini semua."ucap pak Mayor
Sedangkan di tempat lain.Dony, Sona ,Radinal Rendi dan Ani yang sedang kumpul bersama sedang memperhatikan pak Albar dari kejauhan.
"seperti nya hanya nona Alisya yang dapat membuat pak Albar tersenyum." ucap Dony
"Bagaimana kalau cari seseorang yang bisa menggantikan nona Alisya." ucap Ani
"Mana ada yang bisa menggantikan nona Alisya." ucap Dony
"Ada, anaknya." ucap Ani keceplosan yang membuat semua orang bingung dengan perkataan Ani
"maksudnya...?.Tanya Rendi
"maksud kamu?." Tanya Dony
"Mmm maksudnya..ucap Ani bingung mau jawab apa.
"Kalian menyembunyikan sesuatu." Ucap Radinal yang membuat Ani semakin terpojok.
"Sebenarnya..itu...ucap Ani
__ADS_1