Alisya & Albar

Alisya & Albar
Chapter 34


__ADS_3

Malamnya, Alisya yang terlihat sudah bersiap siap untuk tidur, melihat pak Mayor yang masuk yang hendak tidur di dekat Alisya membuat Alisya bingung harus berbuat apa.


"(saya harus bagaimana,alasan apa lagi yang saya harus katakan,tidak mungkin saya tidur dengan pak Mayor)".ucap Alisya dalam hati


"Sayang,kamu kenapa?."Tanya pak mayor


"Tidak, mas.ucap Alisya canggung


"(bagaimana ini)."ucap Alisya dalam hati


"mama...ucap Gandar yang tiba tiba lari masuk ke kamar pak Mayor dan Alisya


"Mama aku tidak bisa tidur boleh aku tidur dengan mama dan papa?."tanya Gandar


"Boleh tentu boleh."ucap Alisya yang merasa lega dengan begitu pak Albar dengan dirinya ada jarak.


"Anak aku yang satu ini memang gak bisa melihat papanya senang."ucap pak Mayor yang tersenyum begitu pun Alisya dan Gandar.


Pagi nya Alisya kembali di periksa oleh pak Narun,pak Narun mengatakan bahwa jika ingin wajahnya kembali pulih ia harus mengoleskannya wajahnya dengan daun pinar saat pagi hari secara teratur agar kulit bekas yang telah terbakar di wajah Alisya dapat mengelupas dan tak meninggalkan bekas.karna jaman sekarang tak mungkin ia melakukan operasi di mana kita tahu sekarang kini mereka telah kembali ke zaman serba tradisional.


"Maaf pak Narun ,daun yang bapak maksud tersebut di mana kita bisa mendapatkan nya?." Tanya pak Mayor


"Daun tersebut sangat langka dan hanya tumbuh di hutan belantara,saya pun baru satu kali pernah melihat daun tersebut."ucap pak Narun.


Mendengar hal tersebut pak Mayor Tampa ragu akan ke hutan dan mencari daun tersebut.

__ADS_1


"Sebaiknya bapak jangan sendiri sangat berbahaya di hutan tersebut, sebagai mana yang masyarakat percaya di sana terdapat suku yang tak ingin sama sekali di ketahui masyarakat luar,bahkan ia pernah membunuh warga kami." ucap pak Narun


"Dan juga apa bapak sebelumnya pernah melihat daun pinar tersebut?." Tanya pak Narun.


"Saya belum pernah melihat nya."ucap pak Mayor


"Saya pernah melihat daun tersebut ketika ayah saya memperlihatkan nya kepada ku."ucap Alisya


"Mas biar kan saya ikut." ucap Alisya


"Tidak saya tidak akan mengijinkan kamu ikut ke dalam hutan itu sangat berbahaya." ucap pak Mayor


"Mas.. mas enggak usah khawatir, dan juga jika cuma mas yang pergi itu akan membutuhkan waktu mas yang lama karna mas belum pernah melihat daun tersebut sebelumnya." ucap Alisya.


Kabar tentang Pak mayor yang akan ke hutan belantara mencari daun yang di maksudkan pak Narun sudah terdengar ke semua orang termasuk pak Albar.


"Pak mayor saya siap untuk membantu bapak untuk mencari daun yang bapak maksud." ucap pak Albar


"Terima kasih pak Albar." ucap pak Mayor


"sama-sama."ucap pak Albar


"kami juga siap membantu bapak." ucap Dony


"iya pak, kami siap membantu bapak." ucap Rendi

__ADS_1


"Terima kasih sebelumnya tapi Kalian semua tidak perlu ikut, biar saya pak Albar dan juga dony yang pergi karna tidak akan yang ada yang menjaga masyarakat kita jika semuanya pergi." ucap pak Mayor


"baik pak." ucap Rendi dan Radinal.


Mendengar percakapan pak Albar, pak Mayor dan juga yang lainnya membuat Alisya merasa takut jika pak Albar kenapa kenapa dan juga kepada yang lainnya,Alisya takut jika mereka kenapa kenapa hanya karna dirinya,ia teringat akan Ronal yang sudah meninggal karna dirinya dan juga Lilis.


Malamnya Alisya terlihat terbenung memikirkan pak Albar dan juga anaknya Barsya,ia merasa ingin sekali melihat anaknya.


"Sayang kamu sedang memikirkan apa?."Tanya pak Mayor yang menghampiri Alisya


"eh mas..tidak ada." ucap Alisya


"Mmm mas..ucap Alisya


"iyaa kenapa katakan saja, apa yang kamu inginkan saya akan melakukan nya." ucap pak Mayor


"Mmm tidak ada mas." ucap Alisya yang mengurungkan niatnya untuk mengatakan ia ingin meminta izin ke rumah pak Albar namun ia tidak memiliki alasan untuk ke sana.


"oh iya saya hampir lupa,besok kita ke rumah pak Albar karna besok kita akan makan malam bersama yang lainnya di sana bakar bakar ikan." ucap pak Mayor yang tentu membuat Alisya merasa senang karna itu yang ia mau.


"iya mas,kita akan pergi." ucap Alisya senang.


"Yaudah sebaiknya kita istirahat." ucap pak Mayor yang menyelimuti Alisya


"(saya sudah tidak sabar menunggu hari esok,saya sangat kangen kepada barsya)".ucap Alisya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2