
Tok tok...
"Ronal Ronal. Teriak semua orang di depan pintu rumah Ronal namun tak kunjung ada jawaban.
Saat mereka mengecek dari jendela tak ada siapapun di dalam rumah tersebut.
"Wah bener nih pasti si Ronaldowati membawah kabur nona Alisya secara ia kan cinta mati sama nona Alisya."Ucap Dony yang membuat pak Albar semakin khawatir
"Usss. ucap Radinal
"Sebaiknya kita berpencar lagi dan memperluas pencarian." Ucap pak Mayor
"Baik pak.ucap semuanya
Dari kejauhan terdapat gubuk yang tak jauh dari pemukiman mereka, terlihat Alisya dan Ronal yang sudah terbaring lemas di dalam gubuk tersebut entah apa yang sebenarnya terjadi pada saat mereka pulang bersama.
Ronal yang terbangun terlebih dahulu segera membangunkan Alisya.
"Ronal kita di mana?." Tanya Alisya yang masih merasa pusing
"Saya juga tidak tahu pintunya juga tergunci." Ucap Ronal yang mencoba membuka pintu tersebut.
"Tolong...teriak Alisya
Sudah sekitar stengah jam mereka mencoba membuka pintu tersebut tapi tidak berhasil Alisya juga seperti sudah merasa haus sedari tadi teriak meminta pertolongan.
"Alisya,Sudah, tenggorokan kamu nanti sakit teriak terus kita pasti akan kaluar dari sini." Ucap Ronal yang mencoba menenangkan Alisya yang terlihat panik.
"Tapi...Ron bagaimana kalau tidak ada yang menemukan kita,pak Albar pasti khawatir saya belum pulang." Ucap Alisya yang mulai menangis.
Melihat hal tersebut Ronal kembali menenangkan Alisya.
__ADS_1
Alisya yang terlihat menggigil segera di selimuti dengan baju Ronal yang saat itu ia pake.
"Ron gak usah,lihat kamu tidak pake baju bagaimana kalau kamu masuk angin." Ucap Alisya
"Pake aja lis,lihat kamu sudah tampak pucat."ucap Ronal.
Di sisi lain semua orang masih sibuk mencari keberadaan Alisya dan Ronal.
Langkah kaki pak Albar yang semakin dekat dengan gubuk tempat Alisya terkurung mengikuti suara hatinya,Ronal yang melihat ada cahaya dari luar segera meminta tolong. Pak Albar yang mendengar hal tersebut segera mendobrak pintu gubuk tersebut bersama pak Mayor.
"Alisya.ucap pak Albar yang segera memeluk istri kecilnya tersebut.
Pak Albar segera membawah Alisya kembali ke rumahnya dan membaringkan nya di kasurnya. Alisya terlihat mengigo terus memanggil pak Albar.
"Mas,mas...ucap Alisya
"Iyaa saya di sini sayang.ucap pak Albar sembari memegang tangan Alisya dan menghangatkan tangan Alisya.
"Ngaku kamu,kamu habis ngapain nona Alisya." Ucap Dony
"Aku tidak ngapa ngapain Alisya."ucap Ronal
"Ronal coba jelas apa yang terjadi kenapa kalian ada di gubuk dan tergunci di sana." Ucap Pak Mayor
"Saya juga tidak tahu, terakhir kali kami di kebun bunga,bangun bangun kami sudah ada di gubuk tersebut." Ucap Ronal
"Allaaa jangan bohong mana mungkin kamu yang tadinya di kebun kemudian ada di gubuk emang kamu punya ilmu bisa sat set sat set menghilang dari suatu tempat ke tempat lain kalau bukan kamu yang berjalan." Ucap Dony
"Ronal coba ingat kembali terakhir kalian sedang apa dan mengapa tiba tiba kamu lupa ." Ucap pak Radinal
"Saat kami pulang...tiba tiba dari belakang saya ada yang memukul leher saya yang menyebabkan saya pingsan, saya hanya mengigat itu selebihnya tidak." Ucap Ronal
__ADS_1
"Bohong dia." ucap Dony
"iya..teriak semua orang
"udah udah meningan kita tanya langsung ke nona Alisya setelah nona Alisya sadarkan diri." ucap pak Mayor
"iya betul itu." ucap semua orang.
Paginya, semua orang sudah berkumpul di rumah Alisya untuk mendengar kronologi dari sudut pandang Alisya.
"Saat kami pulang..tiba tiba ada seseorang yang memukul leher Ronal dari belakang menyebabkan Ronal terjatuh dan pingsan." Ucap Alisya.
"Tuh dengar kan aku tidak bohong." Ucap Ronal yang melihat ke Dony
"Terus..setelah itu apa yang terjadi kepada nona Alisya?." Tanya pak Mayor
"Setelah itu...Saya balik melihat seseorang tersebut namun belum sempat melihat nya ia telah menutup mulut saya dengan kain menyebabkan saya tak sadarkan diri." Ucap nona Alisya
"Pasti pelakunya ada di antara kami,tapi siapa dan mengapa."Ucap Dony
"Kita harus menemukan nya setelah itu kita gantung tubuhnya di dalam hutan biar jadi mangsa binatang buas. Ucap Dony yang membuat semua orang terlihat ketakutan.
"Nona Alisya pak Albar meningan istirahat seperti nya nona Alisya masih belum terlalu sehat." ucap pak Mayor
Pak Albar segera membawa istrinya untuk masuk.
"Pak bagaimana ini seperti nya di desa kami ini ada orang jahat." Ucap Dony
"Tentu kita tidak membiarkannya kalau kita dapat kita cincang sekalian." Ucap Rendi
"iya betul itu." ucap Dony.
__ADS_1