Alisya & Albar

Alisya & Albar
Chapter 27


__ADS_3

Keesokan harinya..


Pak Albar beserta yang lainnya ke rumah pak Mayor untuk menjenguk Lilis (Alisya).Ini juga merupakan pertama kali pak Albar menjenguk Lilis (Alisya), semua orang yang melihat keadaan istri pak Mayor yang masih koma merasa kasihan belum lagi anaknya.


"Bagaimana keadaan istri bapak?." Tanya pak Albar yang saat itu berada di ruang tamu


"Kondisinya semakin membaik namun ia belum bisa siuman." Ucap pak Mayor


"Mudah mudahan ibunya Gandar cepat sembuh begitupun dengan Gandar." Ucap Dony


"Terimakasih atas kunjungan nya dan doanya." Ucap pak Mayor sambil menggendong Gandar anaknya.


Pak Albar mulai melangkah kakinya untuk melihat keadaan istri pak Mayor,pak Albar hanya terdiam melihat keadaan istri pak Mayor.


"Sudah 2 bulan dia juga belum sadarkan diri." ucap pak Mayor


"Sabar yah pak,istri bapak pasti akan sembuh seperti dulu lagi."ucap pak Albar


Seketika keajaiban mulai muncul,Alisya (Lilis) dapat mendengar suara pak Albar,ia hanya bisa memanggil pak Albar dalam hati namun tak bisa mengeluarkan suara atau bergerak...


"+Mas,mas mas...ini aku mas..)ucap Alisya yang menangis dalam hati.

__ADS_1


"Mudah mudahan istri bapak segera pulih." ucap pak Albar, mendengar perkataan pak Albar suaminya, Alisya merasa heran dan bingung tentang apa yang terjadi kepada dirinya.


"(mengapa mereka menganggap ku Lilis,ini aku mas Alisya)." ucap Alisya dalam hati.


Alisya kembali membayangkan apa yang terjadi padanya dengan Lilis dan juga anak ya pada saat itu. Betapa sakit yang Alisya rasakan ia mampu mendengar namun tak mampu bersuara.


Setelah melihat menjenguk istri pak Mayor,pak Albar segera berpamitan untuk pulang karna ada beberapa yang harus ia kerjakan.


"mas..aku masih ingin mendengar suara mas,mas...aku kangen.." ucap Alisya yang terus menangis.


Sebelum pulang pak Albar kembali melihat istri pak Albar yang terbaring entah apa yang di dalam hatinya,ia merasa langkah kakinya selalu ingin terhenti.


"Mas bagaimana keadaan lilis?."Tanya Ani


"hemm iya,tadi waktu kamu sudah pergi anak kita rewel sekali entah kenapa dia sangat rewel." ucap Ani


"Karna dia enggak mau di tinggalkan oleh bapaknya ini,iyakan jagoan papa." ucap Dony


"pede kali kamu mas,dia rewelkan karna belum susu." ucap Ani


"perasaan anak aku nih susu terus kapan giliran papanya dong." Dony

__ADS_1


"gak ada bagian buat kamu." ucap Ani yang segera menggendong anaknya dari Dony


"kok gitu si." ucap Dony


"yaudah tak dapat jatah di sini aku bisa mendapatkan nya di istri aku yang lain,hhh.tawa Dony yang segera pergi.


"ihhh.ucap Ani


Kembali ke rumah pak Mayor, terlihat Alisya yang sedang terbaring di peluk oleh Gandar namun tak ada yang melihat moment tersebut karna pak mayor lagi mengambil makanan untuk Gandar anaknya.


Alisya yang di peluk Gandar seketika meneteskan air matanya..


"Gandar....ucap Alisya dalam hati


Tak berselang lama pak mayor datang, yang segera menyuapi Gandar namun Gandar sama sekali tak ingin makan.


"Gandar ayo makan,kamu sudah seharian tidak mau makan." ucap pak Mayor


"Gandar lihat mama kamu,kamu tidak merasa kasihan jika mama kamu tahu kamu tidak mau makan,gandar makan yah." ucap pak Mayor namun Gandar memukul sendok saat pak mayor hendak menyuapinya membuat makanan tersebut jatuh. Gandar segera lari keluar dari kamar, melihat hal tersebut pak Mayor hanya bisa sabar menghadapi anaknya.


Pak Mayor melihat Alisya dan memegang tangannya, mata pak mayor mulai berkaca kaca yang terlihat ingin menangis namun ia menahannya.

__ADS_1


"sayang,kapan kamu bangun,saya dan juga anak kita sudah kangen dengan kebersamaan kita." ucap pak Mayor.


"Bagaimana ini, bagaimana perasaan pak Mayor jika ia tahu bahwa seseorang yang terbaring ini bukan lah istrinya tapi ,saya Alisya pak." ucap Alisya sedih.


__ADS_2