
Hari ini pak Albar di rumah Alisya , Alisya pun membuat kan kue untuk pak Albar sebagai ucapan permintaan maaf dia atas kemarin.
"Wah lagi ngapain tuh serius amat." Ucap Rani menghampiri Alisya yang sedang berada di dapur membuat kue.
"Lagi buat kue." Ucap Alisya singkat karena tak mau bertengkar lagi dengan Rani.
"Buat siapa? Pak Albar?." Tanya Rani
"Bukan urusan kamu." Ucap Alisya
"Ih jutek amat,tapi aku kasihan loh sama kamu,semenjak pak Albar punya anak laki laki ia semakin dekat dengan Vania mereka sangat terlihat bahagia lagi pas aku lihat kemarin." Ucap Rani yang terus memancing emosi Alisya
"Kamu bisa pergi gak sebelum pisau ini terbang ke mulut kamu." Ucap Alisya
"Iya iya..ucap Rani yang tersenyum bahagia dan pergi.
"Uffff.helaian nafas Alisya menghadapi kompor meleduk seperti Rani.
Malamnya Alisya terus menunggu pak Albar namun sudah jam 10 tidak datang juga.Alisya pun berinisiatif untuk menemui pak Albar dan meminta maaf langsung.
Tak berselang lama mencari pak Albar akhirnya ia tahu bahwa pak Albar sedang berada di rumah vania, sesampai di rumah Vania dari kejauhan ia melihat pak Albar Vania dan juga anak yang sedang bermain bersama dan tampak bahagia,melihat hal tersebut Alisya segera berlari pulang.
Sesampai di rumah,ia terus memandangi kue buatannya yang ia buat susah payah,ia pun memakan kue tersebut dengan kedua tangannya seperti halnya anak kecil sambil meneteskan air mata membuat mulutnya penuh dengan kue.
__ADS_1
Keesokan harinya...
Alisya membuka matanya berharap pak Albar ada di sampingnya namun itu hanyalah pikiran ia semata, nyatanya pak Albar tidak ada bahkan pak Albar tidak pulang semalam di rumah nya, membuat Alisya merasa kecewa.
Pagi yang cerah namun tak secerah perasaan yang sedang di rasakan Alisya,tampak ia sedang memetik buah buahan dan memakannya di sana.Rani yang melihat Alisya yang hendak mengkomprominya lagi seketika terhenti ketika melihat mata Alisya yang bengkak.
"Nona Alisya." sapa Rani
"Eh Rani,ucap Alisya
"Nona Alisya habis menangis yah." Ucap Rani
Yang seketika membuat Alisya menangis lagi.Rani yang melihat tersebut merasa bersalah dan segera meminta maaf
"Rani hari ini kita jangan bertengkar dulu yah,aku mau menagis dulu." Ucap Alisya yang menangis sambil terseduh seduh.
"Iya ,iya janji ." ucap Rani sembari menepuk nepuk pundak alisya dengan pelan memberinya semangat.
(Eh eh bisa ngelawak juga mereka)
Wanita lain yang saat itu juga berada di kebun,juga merasa heran dengan akurnya mereka berdua.
Ani dan Mona yang habis mengambil ember untuk mereka tempati sayur sayuran segera menegur Rani karna mengira ia yang telah membuat nona Alisya menangis.
__ADS_1
"Rani apa yang telah kamu lakukan,kenapa nona Alisya menangis." ucap Ani
"iya nih Rani kebiasaan suka gangguin nona Alisya,gak baik tahu dosa."ucap Mona dengan polosnya
"eh Mona Ani diem deh kalau gak tahu apa apa,orang dia menangis sendiri gak di apa apa'in." Ucap Rani membela
"mana mungkin orang gak di apa apain terus menangis sendiri." Ucap Ani
"iya betul tuh." celetuk Mona.
"kalau gak percaya tanya aja sendiri." Ucap Rani
"Udah,Rani gak salah kok,aku teringat keluarga aku aja." ucap Alisya yang mencoba menutupinya.
"Tuh kalian pasang kuping kalian baik baik, dengar kan." Ucap Rani
"Udah terpasang kok Ran dari sejak saya lahir telinga saya sudah ada di sini (sambil memegang telinganya)."ucap Mona yang polos.
"Capek ngomong sama kamu."ucap Rani kepada Mona yang segera kembali melanjutkan aktivitasnya
"Ran tunggu." panggil Mona segera mengikuti Rani.
"Nona Alisya betul gak kenapa kenapa?." Tanya Ani.
__ADS_1
" Iya aku gak papa." Ucap Alisya.