
Selesai berbicara dengan pak Mayor, Alisya segera mengambil air yang ia masukkan ke dalam embernya kemudian berpamitan ke pak Mayor.
Pak mayor yang melihat Alisya terlihat tak mampu membawah air tersebut berniat ingin membantunya namun Alisya tetap kekeh bahwa ia mampu.
Sesampai di rumah...
"Ufff berat banget,kalau tahu gini seharusnya tawaran pak Mayor saya terima aja." Ucap Alisya.
Selesai menyimpan air tersebut,Alisya segera memanggil moci kelinci kesayangan.
"Moci..moci... panggil Alisya
"owh sayang kamu ada di sini." ucap Alisya yang segera mengambil moci dari bawah kasurnya.
"Saatnya kita makan." ucap Alisya kepada moci.
Malamnya pak Albar pulang ke rumah Alisya namun tidak menemukan Alisya di rumahnya.
Larut malam Alisya baru pulang,melihat pak Albar di sana ia meminta maaf.
"Kamu habis dari mana?,selarut ini baru pulang." Tanya pak Albar
Mendengar ucapan pak Albar yang tidak lagi memanggil nona Alisya dengan kata sayang membuat Alisya merasa kesal dan mengabaikan pertanya pak Albar.
"Alisya, Alisya, saya bertanya kepada kamu." Ucap pak Albar
"Saya capek mau tidur." Ucap Alisya yang tak ingin berbicara dengan pak Albar
"Kamu kenapa?." Tanya pak Albar
__ADS_1
"Kamu yang kenapa." Ucap Alisya yang kembali bertanya membuat pak Albar tidak tahu harus menghadapi sikap Alisya yang sering berubah.
"Kamu pasti dari rumah Ani kan." Ucap pak Albar
"Iya,udah mas saya mau tidur." Ucap Alisya
"Kamu kenapa selalu kesana meningan kamu ke rumah Vania,anak itu juga Anak kamu." Ucap pak Albar.
"Iya mas besok aku akan ke sana puaskan, sekarang saya mau tidur." Ucap Alisya yang terlihat sudah sangat kelelahan, melihat Alisya yang kekalahan pak Albar juga merasa kasihan jika melanjutkan perdebatan mereka.
Pagi pagi,saat Alisya sudah bangun ia sudah tak melihat lagi pak Albar berada di sampingnya.
Sedangkan di rumah Vania, terlihat Vania sedang mempersiapkan makanan untuk pak Albar.
"Mas,kenapa nona Alisya gak pernah kesini?." Tanya Vania
"Alisya mungkin belum ada waktu untuk ke sini beberapa hari ini ia membantu perempuan lain yang sedang mengandung, tapi tentu jika dia sudah tidak sibuk lagi pasti dia ke sini dan menjenguk Toni ( anak mereka)."Ucap Pak Albar.
"Iya." Ucap Pak Albar
Sorenya, Alisya yang baru tiba dari kebun dan membantu wanita lainnya memasak, kembali beradu mulut dengan Pak Albar.
"Kamu seperti nya sangat tidak betah di rumah." Ucap pak Albar
"Aku yang tidak betah atau kamu." Ucap Alisya
"Alisya,kamu tahu kamu sudah jadi seorang istri yang seharusnya melayani suaminya." Ucap pak Albar
"Mas, apakah aku harus terus terus di rumah sendiri tampah ngapa ngapain,kamu kan juga jarang pulang lalu aku harus apa." Ucap Alisya
__ADS_1
"Jadi itu yang membuat kamu terus terus ke rumah Ani." ucap pak Albar
" Kenapa membahas Ani lagi." Ucap Alisya.
"Saya merasa kamu lebih menyayangi Ani dan juga anaknya ketimbang suami kamu." Ucap pak Albar
"Kok mas berfikiran seperti itu." Ucap Alisya
"Kemarin saya ke sini untuk makan bersama kamu tapi kamu tidak ada, malamnya saya menunggu kamu sampai larut malam kamu baru pulang, hari ini saya datang ingin menemui kamu malah kamu juga baru pulang." Ucap pak Albar
"Udah mas,saya capek saya gak mau bertengkar." Ucap Alisya.
"Saya minta maaf,saya juga tidak ingin bertengkar dengan kamu, ini ada makanan dari Vania untuk kamu." Ucap pak Albar.
"Saya tidak menginginkannya." Ucap Alisya
"Alisya,setidaknya kamu berterima kasih, kamu mau nya apa, sedikit dikit berubah. Ucap pak Albar.
"Setidaknya kamu menghargai pemberian orang,itu hanya tanda terima kasih dia ke kamu." Ucap pak Albar yang hendak memberikan sup tersebut namun tidak sengaja tangan Alisya menyenggol mangkuk sub tersebut membuat subnya terjatuh.
"Alisya,lihat perbuatan kamu, subnya sudah tumpah bagaimana ini." Ucap pak Albar sambil memungut mangkok sub tersebut.
"Nggak tahu." Ucap Alisya cuek yang hendak pergi namun pak Albar menarik tangan Alisya
" Alisya saya belum selesai bicara." Ucap pak Albar namun di abaikan oleh Alisya yang tetap pergi masuk ke kamarnya dan membantik pintunya dengan keras.
Prak!!!!
"Astaghfirullah." Ucap pak Albar yang terkejut.
__ADS_1
Malamnya pak Albar kembali membujuk Alisya agar ia mau membuka pintunya namun Alisya sudah ketiduran sehabis menangis.