Alisya & Albar

Alisya & Albar
Chapter 18


__ADS_3

Terlihat para suami termasuk Radinal,Rendi dan Dony sedang mengajari anak mereka berjalan di depan rumah mereka.


"ayo sedikit lagi,kamu pasti bisa nak." ucap Rendi


"jangan mau kalah nak,ayo kamu jagoan papa terus terus"ucap Dony yang gak mau kalah dari anak Rendi dan Radinal.


"Mas emang ini lomba balap karung,anak kita lagi belajar jalan malah di paksain gitu bagaimana kalau anak kita jatuh." ucap istri Dony


"jatuh itu mah soal biasa namanya juga anak anak apa lagi laki laki harus berani kayak papanya." ucap Dony


"Don Don melihat tikus aja kamu lari." ucap Rendi yang membuat semua orang tertawa.


"itu aku terkejut bukan takut." ucap Dony membela diri


"Anak pak Mayor mana?." Tanya pak Albar


"lagi bersama ibunya,dia tidak akan membiarkan saya menyentuhnya dia takut kalau aku yang mengajarinya nanti terlalu keras, yah seperti istri istri yang lain rasa khawatirnya terlalu tinggi." ucap pak Mayor


yang tersenyum.


"oh iya nona Alisya mana tidak ke sini?."tanya pak Mayor


"Dia lagi ke rumah istri Boni untuk mengecek ke hamilan istri Boni." Ucap pak Albar


"Tapi kalian sudah baikan kan?." Tanya pak Mayor


"iya." ucap pak Albar


Di tempat yang berbeda..


Sehabis mengecek kehamilan istri Boni, Alisya yang hendak menyusul pak Albar seketika terhenti ketika melihat Ronal yang terluka.


"Ronal tangan kamu kenapa?." Tanya Alisya


"Ini,saya habis mengangkat kayu tapi tiba tiba kayu yang lain mengenai tangan saya sehingga agak berdarah sedikit." ucap Ronal

__ADS_1


"Makanya lain kali hati hati kamu tidak pernah berubah selalu ceroboh." ucap Alisya


"Kamu ternyata masih perhatian sama aku." Ucap Ronal yang tersenyum.


"Hanya perhatikan sekedar teman tidak lebih,kamu tahukan saya sudah memiliki suami." ucap Alisya


"iya saya tahu tapi kalian menikah hanya karna ingin menambah populasikan.Alisya saya bisa membawah Alisya pergi dari sini dan kita hidup bersama." ucap Ronal


yang memegang tangan Alisya namun segera di lepaskan oleh Alisya.


"Ronal tidak sepantasnya kamu mengatakan itu." ucap Alisya.


"Ran,lihat itu nona Alisya kan." ucap Mona dari kejauhan


"iya, tapi dia lagi sama siapa." ucap Rani


"iya laki laki itu siapa ganteng lagi." ucap Mona.


"wah bener bener nih dia tidak puas apa kalau cuma satu suami sehingga mencari suami lagi.ayo kita pergi." ucap Rani


"pergi mana Ran?." Tanya Mona


Yang ternyata ke pak Albar untuk mengadukan apa yang ia lihat.


"Pak,bapak di sini ternyata dari tadi saya mencari bapak." ucap Rani


"Ada apa Rani?." Tanya pak Albar


"Tadi di perjalanan menuju ke sini saya sempat melihat Alisya bersama laki laki, saya juga tidak tahu laki laki itu siapa mereka terlihat pegangan tangan lagi." ucap Rani dengan mulut kompornya.


Mendengar hal tersebut Pak Albar segera menyusul Alisya.


"Alisya kamu tidak kangen kembali ke yang dulu, sekolah, kumpul sama temen dan keluarga kita." Ucap Ronal


"Sebenarnya saya juga merasa kangen masa masa yang dulu tapi ini lah kehidupan kita sekarang." ucap Alisya

__ADS_1


"Alisya." panggil pak Albar


"Mas. ucap Alisya yang segera bangkit dari tempat duduknya.


"Maaf mas tadi saya mau nyusul tapi karna saya melihat Ronal terluka jadi saya mengobatinya terlebih dahulu." ucap Alisya yang menjelaskan hal tersebut


"iyaa saya mengerti dari tadi saya nungguin kamu sekarang kita ke sana semua orang sudah menunggu kita." Ucap Pak Albar dengan lembut memperlihatkan kemesraan nya dengan Ronal.


"Ronal kami pergi dulu." ucap Alisya


"Iya. ucap Ronal


Rani yang melihat kedatangan Alisya dan Pak Albar yang baik baik saja bahkan lebih romantis membuatnya bertanya tanya


"Lah kok gak berantem." ucap Rani


"Rani salah ngomong kali ke pak Albar."ucap Mona


"Salah ngomong apa jelas jelas saya bilang Alisya bersama laki laki lain pegangan tangan." Rani


Alisya yang melihat Ani segera menghampiri nya,ia segera menggendong bayi Ani yang mungil tersebut dan memperlihatkannya ke pak Albar.


"Mas lihat Barsya ganteng kan." Ucap Alisya


sembari menggendong Barsya


"Iya ganteng gak kayak papanya." ucap Ani yang tersenyum


"enak aja saya juga ganteng tahu." ucap Dony


"Mas mau menggendong nya." ucap Alisya


dan pak Albar mengambil barsya dari gendongan Alisya, melihat istri kecil nya sangat terlihat menyayangi anak Ani membuat pak Albar merasa kasihan kepada Alisya mungkin Alisya sangat menginginkan anak namun takdir berkata lain.


"Wah Barsya lebih cocok sama pak Albar ketimbang Dony." Canda Rendi

__ADS_1


"Kalian tidak tahu saya sama pak Albar kan hanya 11 12." ucap Dony


"Wuuu ger'er." Teriak semua wanita.


__ADS_2