Alisya & Albar

Alisya & Albar
Chapter 26


__ADS_3

Sebelum ke hutan pak Albar menyempatkan diri untuk memberi makan ke moci dan juga Momo kelinci kesayangan Alisya.


"Seandainya kamu masih ada di sini, menuggu kepulangan saya, berharap semua ini hanyalah mimpi." ucap pak Albar sambil membayangkan dirinya yang baru tiba dari hutan dan memeluk istrinya yang menyambut kedatangan nya. Lamunan pak Albar seketika terhenti ketika Vania memanggilnya.


"Pak Albar. ucap Vania


"Van,ada apa?."Tanya pak Albar


"ini pak untuk bapak nanti di perjalanan." ucap Vania sambil memberikan bekal tersebut


"Makasih van." Ucap pak Albar singkat


"Pak Albar kapan datang ke rumah lagi, anak kita sudah kangen kepada bapak."Ucap Vania


"Maaf Van selama ini saya tidak memikirkan hal tersebut saya minta maaf." ucap pak Albar


"iya mas enggak papa, kehilangan seseorang yang kita cintai itu pasti berat saya paham itu tapi tidak mungkin kita terus larut dalam kesedihan." Ucap Vania


"Iya sekali lagi terima kasih.ucap pak Albar yang segera pergi.


Sedangkan di rumah pak Mayor...


"Bagaimana perkembangan istri saya pak?." Tanya pak Mayor


"Mulai membaik namun untuk kapan ia akan bangun saya juga tidak tahu, bapak yang sabar saja." Ucap pak Narun.


"Terima kasih pak." Ucap pak Mayor


"Sama sama." Ucap pak Narun


Setelah mengantar pak Narun keluar rumah,pak Mayor kembali merawat istrinya dan juga anaknya membuat nya jarang keluar rumah.

__ADS_1


"Kasihan pak mayor istrinya koma belum lagi anaknya yang tak dapat berbicara setelah kejadian tersebut." Ucap wanita tersebut yang sedang berada tidak jauh dari rumah pak Mayor


"iya.ucap wanita lainnya


Pak Albar yang telah berada hutan bersama Rendi, Radinal dan Dony bersiap siap untuk memulai perburuan nya.


Pak Albar yang saat itu hendak memanah salah satu hewan seketika berhenti seperti patung,Radinal yang melihat nya segera memanggil namanya.


"Pak, pak Albar." ucap Radinal


"iyaa?." ucap pak Albar


"Hewannya sudah kabur." ucap Radinal yang saat itu hewan yang pak Albar akan panah telah pergi karna kelamaan.


"Pak meningan kita kembali saja seperti nya bapak...ucap Radinal yang belum melanjutkan ucapannya


"Saya tidak apa apa mari kita lanjutkan kan perjalanan." Ucap pak Albar


Malamnya terlihat pak Albar sedang memandangi langit yang cerah di penuhi dengan bintang yang berkedip kedip. Pak Albar kembali mengigat permintaan Alisya bahwa ia ingin sekali camping bersama dengannya melihat bintang di langit namun itu belum sempat ia wujudkan bersamanya.


Dony Rendi saling memberi kode yang melihat ke pak Albar yang sedang melamun.


Jam 12 malam.. mereka semua mulai tidur namun berbeda dengan pak Albar ia baring namun belum tertidur sama sekali. Dari belakang tenda mereka terdengar langkah kaki pak Albar yang mendengar hal tersebut segera bangun dan mengecek keluar tapi tak ada satu orang pun.


Tiba tiba dari arah yang berlawanan....


meluncur panah ke arah pak Albar seketika pak Albar menghindar namun lengan tangannya tetap terkena anak panah tersebut. Radinal Rendi dan Dony yang mendengar pak Albar berteriak memanggil orang yang memanahnya segera bangun dan keluar dari tenda.


"Ada apa pak?.tanya mereka bertiga kebingungan,saat melihat tangan pak Albar yang terluka sontak mereka kaget.


"Seperti nya ada masyarakat lain di desa ini selain dari masyarakat kita." ucap pak Albar

__ADS_1


Dony mengambil anak panah yang sempat melukai pak Albar.


"ini persis anak panah nona Alisya yang sempat di gunakan memanah rusa saat kita bertanding." Ucap Dony


"iya ini juga terdapat goresan merah di anak panah tersebut."Ucap Rendi


"Mungkin saja mereka mengambil nya pada saat kita sudah pergi,yang pasti orang ini berbahaya dia bahkan tidak segan melukai pak Albar." Ucap Radinal.


"Sebaiknya kita berjaga jaga." ucap pak Albar


"Baik pak." ucap semuanya


Paginya.. terlihat Dony dan Rendi yang baru bangun.


"Selamat pagi..ucap Dony penuh semangat


"pagi Don Ren. ucap Radinal


"pak Albar mana?."Tanya Rendi


"lagi mengecek keadaan di sekitar sini." ucap Radinal sambil membereskan peralatan makanan mereka.


"meningan kalian kemasi semua peralatan tenda kita karna setelah ini kita akan kembali berburu setelah itu kembali." ucap Radinal


"baik.ucap Dony


Sedangkan pak Albar yang sedang memeriksa keadaan seketika terhenti saat melihat darah yang menempel di daun yang terlihat masih segar.


"Tidak salah lagi,mereka masih ada berkeliaran di sini dan mengawasi kami semalaman,apakah orang orang tersebut penduduk asli sini,tapi yang pastinya ini berbahaya jika mereka menemukan desa kami.ucap pak Albar


Pak Albar segera kembali ke tempat ia mendirikan tenda dan menyuruh semuanya untuk segera kembali dan mengatakan bahwa jangan meninggalkan jejak apapun, mendengar perkataan pak Albar,Dony Radinal dan Rendi pun mengerti dengan isyarat yang di berikan pak Albar.

__ADS_1


Setibanya di desa mereka di sambut dengan senyuman oleh para istri mereka.


__ADS_2